Warna Cinta Natasya (SEDANG DI REVISI)

Warna Cinta Natasya (SEDANG DI REVISI)
54


__ADS_3

Reyhan dan Natasya mengantarkan Nek Zahra pulang kerumahnya. Tadi nek Zahra tidak jadi makan karena terus menangis setelah bertemu Reyhan. Tasya meminta pelayan restoran itu untuk membungkus semua pesanan nenek tadi yang belum sempat dimakannya...


Sepanjang perjalanan nenek hanya diam. Entah apa yang dipikirkannya..


Akhirnya mereka sampai juga dirumah nenek. Rumah besar paling megah di komplek perumahan itu...


"Ayoo nak, masuk dulu..." ajak nek Zahra


Sebenarnya Reyhan malas untuk turun dia ingin segera sampai di rumah. Apalagi dia belum istirahat sama sekali setibanya dari London tadi pagi. Lagian Reyhan belum percaya kalau nenek itu adalah neneknya. Orang tua nya dulu tidak pernah menceritakan tentang neneknya. Bagi Reyhan dia hanya sebatang kara di dunia ini setelah ditinggal kedua orang tuanya dulu..


"Sayang, ayo turun.. "Tasya melototi Reyhan yang masih duduk didepan stir mobilnya...


Dengan malasnya Reyhan terpaksa ikut kedalam rumah menuruti permintaan nenek itu dan juga Tasya...


"Woooowww.. ini rumah apa istana ya?? bagus bangat... " gumam Tasya yang terkagum-kagum melihat keindahan isi rumah nek Zahra..


Sedangkan nek Zahra sudah pergi meninggalkan Reyhan dan Tasya di ruangan tamu rumah itu.

__ADS_1


"Sayang... biasa aja dong.. kalau kamu mau, aku juga bisa bikin rumah yang lebih besar dan lebih megah dari ini.. " ucap Reyhan yang ternyata memperhatikan Tasya dari tadi...


"Apaan sih sayang.. " Tasya tersipu malu..


Lalu Reyhan berjalan melihat foto-foto di dinding rumah itu, tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah figura besar yang menempel didinding itu, dia melihat foto sosok laki-laki tampan yang sangat dikenalnya...


"Papa... " Reyhan terkejut melihat foto itu


"Siapa sayang ? " tanya Tasya


"Ini foto papa aku sayang, foto papa masih muda. Dirumah juga ada yang kayak gini. Kenapa foto papa ada disini juga? Apa benar nenek ini orang tua nya papa aku??" Reyhan masih tak percaya...


"Ini album foto keluarga nenek, coba lihat lah.. "kata nek Zahra sambil menyerahkan album foto itu ketangan Reyhan..


Reyhan mengamati satu persatu foto di album itu, benar saja kalau itu adalah papanya. Lalu Reyhan menemukan foto ukuran kecil yang ditempelkan disana, dan itu adalah foto mamanya Reyhan. Hanya satu foto saja, itupun kecil. Papa sama mama Reyhan sangat lah serasi. Papa Reyhan sangat tampan, dan juga mama Reyhan sangat cantik karena dia merupakan bunga desa di kampungnya..


Lalu nenek duduk disamping Reyhan, dan memulai bercerita..

__ADS_1


"Dulu, Ferdi papa mu berpacaran dengan Dewi..."


Dewi adalah nama ibunya Reyhan.


"Dewi adalah gadis cantik yang berasal dari desa. Dia tinggal bersama pamannya di Kota B, tempat nenek sama kakek tinggal dulu. Ferdi sangat tergila-gila padanya, tapi kami tidak pernah menyukai Dewi. Hingga suatu hari Ferdi melamar Dewi tanpa sepengetahuan kami. Nenek sama kakek sangat murka karena Ferdi sudah kami jodohkan dengan orang yang sederajat dengan kami. Hingga tanpa sepengetahuan kami Ferdi menikah dengan Dewi secara diam-diam. Dia rela meninggalkan semuanya demi wanita itu. Hingga akhirnya mereka melahirkanmu..." nenek mengumpulkan kembali nafasnya..


"Kakek sama nenek tidak berhenti sampai disitu, kami selalu mencari cara agar Ferdi meninggalkan Dewi. Hingga akhirnya Ferdi membawa pergi istri dan anaknya entah kemana. Sejak saat itu kami tidak pernah lagi bertemu dengannya.. Padahal kami sudah mencarinya kemana-mana, karena kami sangat menyesal, namun tidak pernah ketemu. Dan beberapa tahun yang lalu nenek mendapat berita kalau Ferdi meninggal dunia karena serangan jantung, dan juga setahun setelahnya nenek mendapat berita lagi kalau mama mu juga meninggal karena kecelakaan." nek Zahra tidak bisa lagi menahan tangisnya, dia menangis sesegukan...


Reyhan pun tidak kuasa menahan tangisnya. Dia tidak menyangka jalan hidup orang tua nya yang begitu memilukan. Reyhan memang dulu tinggal di Australia bersama kedua orang tuanya, sampai Reyhan beranjak remaja lalu orang tua nya mengajak untuk kembali pulang ke Indonesia. Orang tua nya tidak pernah bercerita tentang itu, mungkin karena waktu itu Reyhan belum cukup dewasa. Sampai akhirnya orang tuanya meninggal dunia..


"Nenek ini jahat nak, nenek pantas mendapatkan hukuman ini. Nenek hidup sebatang kara di dunia ini, karena 3 tahun yang lalu kakek mu juga pergi meninggalkan nenek untuk selamanya.." tangis nek Zahra semakin kencang


Reyhan menggenggam kedua tangan nek Zahra..


"Sudah lah nek, semua sudah berlalu.. Nenek tidak perlu merasa bersalah lagi, Papa sama mama sudah tenang di alam sana. Mereka pasti senang karena aku sekarang sudah bertemu dengan nenek.."


Nenek menghambur memeluk Reyhan sambil menangis sesegukan..

__ADS_1


****


mohon bantu like dan komennya ya, supaya autor lebih semangat lagi dalam berkarya.. tq


__ADS_2