
Arlan tersenyum melihat Tasya yang sudah keluar dari toilet...
"kamu nggak apa-apa kan Nat??"
"Aku nggak apa-apa Lan... yuk kita masuk..."
Mereka berjalan beriringan menunju tempat acara itu. Terlihat tamu undangan sudah memenuhi tempat duduk di sana. Hingga Arlan dan Tasya mendapatkan kursi paling belakang. Ternyata ada sepasang mata yang memperhatikan Tasya dan Arlan, siapa lagi kalau bukan Reyhan. Reyhan juga hadir di sana, karena dia juga mengenal Dessy. Matanya seakan tidak berkedip memperhatikan istrinya yang lagi duduk berdampingan dengan laki-laki lain. Apalagi Arlan sangat dekat duduknya dengan Tasya, hingga tubuh mereka seakan bersentuhan.
"Kurang a*** laki-laki itu, berani sekali dia duduk dekat-dekat dengan istri gua..
Mata Reyhan berapi api menahan amarah. Hingga rangkaian acara telah selesai di lakukan. Kini tinggallah pemberian ucapan selamat kepada dokter Dessy. Tasya sama sekali tidak menyadari akan kehadiran Reyhan di sana, karena memang dia tidak terlalu memperhatikan tamu yang ada, Tasya hanya fokus memperhatikan sambutan demi sambutan di depannya itu.
Tasya segera mengajak Arlan untuk memberikan ucapan selamat kepada Dessy, karena dia ingin cepat-cepat pulang.
"Natasya... "panggil Dessy dengan senyum manisnya dan merentangkan tangannya..
"Dessy, selamat yah " ucap Tasya sambil mencium pipi kanan dan pipi kiri mantan rekan kerjanya itu, lalu memeluknya...
"Makasih ya Nat, udah bersedia datang.." ucap Dessy
" Hei Arlan.... selamat yah, akhirnya kalian balikan lagi. Aku seneng banget liat kamu udah kembali lagi pada Natasya. Emang kalian itu pasangan serasi yang tak bisa di pisahkan. Walau sejauh mana pun kamu pergi, tapi cinta itu akan kembali pada tempatnya.." ucap Dessy dengan senyum sumringah
Arlan hanya tersenyum, dan mengulurkan tangannya pada Dessy sambil mengucapkan selamat.
Dessy tidak tau kalau Tasya sudah menikah dengan Reyhan. Karena waktu Tasya menikah Dessy sudah tidak bekerja di Rumah sakit itu lagi, dan Tasya juga hanya mengundang orang terdekat saja di hari pernikahannya.
__ADS_1
"Apa maksudnya Dessy, siapa sebenarnya laki-laki itu??
Darah Reyhan mulai mendidih dan seakan meledak dari kepalanya.
Tasya sangat terkejut melihat Reyhan yang ternyata juga berada di sana. Reyhan menatap Tasya dengan penuh amarah, seperti serigala yang siap memangsanya..
"Kenapa aku tidak menyadari kalau ada Reyhan di sini? apa Reyhan mendengar semua ucapan Dessy ya, habis lah aku.. "gumam Tasya
Reyhan sudah tidak bisa menahan kesabarannya lagi, dia menarik tangan Tasya dan menyeretnya keluar lalu membawanya ke mobil..
"Lepasin tangan aku Rey, sakiit.." ucap Tasya
"Lepasin tangan Natasya " teriak Arlan
"Apa urusannya sama lo? dia istri gua, ya terserah gua dong.." ucap Reyhan dengan nada marah
Arlan menatap ke arah Tasya, dan Tasya menganggukan kepalanya..
Reyhan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi meninggalkan Arlan yang masih kebingungan. Sepanjang perjalanan dia hanya diam tanpa bicara sepatah pun. Hingga dia membelokkan mobilnya pada sebuah hotel bintang lima yang terletak di tepi pantai yang jaraknya tidak berapa jauh dari Kliniknya Dessy..
Dia memasuki basement hotel dan menaiki lift menuju lantai lima.
"ngapain Reyhan bawa aku ke lantai lima hotel ini, dia nggak mungkin mau menjatuhkan aku dari sana kan?? kalau mau menginap harusnya lapor resepsionis dulu" gumam Tasya
Setelah sampai di lantai lima, pintu lift terbuka dan Reyhan berjalan menuju sebuah kamar tanpa nomor, lalu dia mengeluarkan kartu kunci dan menggeseknya hingga pintu itu terbuka.
__ADS_1
Reyhan masuk ke kamar itu dan di ikuti oleh Tasya.. Mata Tasya terkesima melihat indahnya kamar itu, lengkap dengan ruang tamu dan juga dapur. Reyhan duduk di sofa lalu menyandarkan kepalanya sambil memijit keningnya dan memejamkan matanya.
"duduk lah.." ucap Reyhan
Tampa rasa bersalah Tasya duduk di samping Reyhan dan melingkarkan tanganya di pinggang Reyhan lalu menyandarkan kepalanya di dada bidang Reyhan.
"Ma'afkan aku sayang.." ucap Tasya lirih
"Siapa laki-laki itu, apa benar yang di katakan Dessy?? "tanya Reyhan tanpa mempedulikan Tasya yang memeluknya.
"nggak benar sayang, aku kan udah punya kamu... Dia itu cuma mantan aku sayang, kebetulan sekarang dia jadi Direktur Rumah sakit tempat aku bekerja.." jawab Tasya
"Kenapa kamu baru cerita sekarang? kamu suka kan bekerja dengan mantan kamu. jangan-jangan bukan sekali ini saja kamu pergi dengan laki-laki itu " ucap Reyhan sinis
"aku nggak pernah pergi dengan dia Rey, baru kali ini aja. itupun karena kami ke tempat tujuan yang sama, jadi dia ngajak aku pergi bareng..." jelas Tasya
"Ohhh.. jadi gitu? kalau gitu mulai sekarang kamu nggak boleh kerja lagi..!! ucap Reyhan
"kenapa sayang? aku kan dah bilang kalau dia hanya mantan, aku tidak menyukainya lagi.."
"pokoknya nggak boleh.. jika kamu ingin tetap bekerja di sana, biar aku aja yang berhenti kerja. Aku nggak akan ngebiarin kamu dekat-dekat dengan mantan kamu, aku akan selalu mendampingi kamu kemanapun kamu pergi.." ucap Reyhan
*****
Jangan lupa like dan komen ya..
__ADS_1