
Tasya tak punya pilihan lain selain ikut dengan suaminya itu pulang ke rumahnya. Apa kata tetangga nanti jika dirinya tiba-tiba sudah berpisah rumah dengan suaminya padahal baru nikah dua hari yang lalu. Dengan malas dia menarik kopernya dan memasukkannya kedalam mobil Reyhan, sementara Reyhan hanya membiarkannya tampa bermaksud menolongnya.
Ternyata rumah Reyhan cukup jauh dari tempat tinggalnya Tasya, sudah hampir satu jam mereka di dalam perjalanan apalagi mereka sempat terjebak macet. Akhirnya tak lama kemudian mereka pun telah sampai. Tasya tidak menyangka jika Reyhan tinggal di perumahan elit, karna memang dia tidak tau banyak tentang laki-laki itu.
Lagi-lagi Tasya harus mengangkat kopernya sendiri dari bagasi, dan menariknya masuk ke dalam rumah, sedangkan Reyhan sudah terlebih dulu masuk ke rumahnya.
'Dasar laki-laki nggak punya hati'
"Selamat datang nona Natasya.." ucap Reyhan dengan senyum menyeringai.
Mata Tasya nanar menatap setiap sudut rumah suaminya itu, rumah yang begitu mewah namun terasa sepi.
"Nyamannya berada di rumah sendiri.." ucap Reyhan sambil menyandarkan kepalanya di sofa.
"Oh ya, gua lapar ni... "kata Reyhan sambil mengelus perutnya yang memang belum terisi dari tadi. "Lo masak dong.. "
"Hah..?" Tasya membelalakan matanya. "Hello tuan Reyhan, emang lo nggak bisa pesan GoFood gitu..? gua ini capek.."
__ADS_1
"Kan ada istri. Gua pengen istri gua yang masakin.." lagi dengan seringainya.
"Gua nggak bisa masak.."
"Yahh.., padahal gua lebih suka masakan rumahan daripada masakan di luar..."
"Emang lo nggak punya asisten rumah tangga gitu..?"
"Nggak.." Reyhan menggeleng sambil tersenyum yang sulit di artikan. "Gua nggak pernah pakai jasa asisten rumah tangga karna gua nggak suka ada orang asing didalam rumah gua, nggak nyaman.. " Reyhan tersenyum licik.
"Terserah lo ahh, gua capek pengen istirahat.." Tasya langsung membawa kopernya menaiki tangga.
"Ke kamar..!" Tasya seolah-olah sudah tau dimana kamarnya. Akhirnya Reyhan pun menyusulnya ke atas.
Anya langsung menuju salah satu kamar yang dia tidak tau kamar siapa kemudian membukanya perlahan.
"Itu kamar tamu, tapi udah lama nggak di tempati. Nggak pernah di bersihin juga.." ucap Reyhan.
__ADS_1
Tasya seakan tidak peduli, dia langsung masuk ke kamar itu. Kemudian tiba-tiba dia melihat seekor kecoa yang berjalan ke arahnya.
"Kecoaaaa... " pekik Tasya sambil berlari ke arah Reyhan lalu dia memeluk laki-laki itu erat sambil membenamkan kepalanya di dada bidangnya. "Gua takut kecoa.." Tasya hampir menangis.
Dug..dug... jantung Reyhan berdetak kencang. Inilah kali pertamanya berada sangat dekat dengan wanita itu dan juga bersentuhan badan dengannya walau hanya sebuah pelukan.
"Udah nggak apa-apa kecoanya udah pergi.." ujar Reyhan menenangkan Tasya.
Segera Tasya melepaskan pelukannya. "Ma'af.." ucapnya tertunduk malu.
"Sini ikut gua.." Reyhan membawa Tasya menuju ke kamarnya.
Kamar Reyhan begitu luas dan juga sangat mewah. Warna putih mendominasi di sana.
"Simpan pakaian lo ke dalam lemari itu.." Reyhan menunjuk ruangan wall in closet yang ada di kamarnya, kemudian dia pun segera turun ke bawah.
Tasya mendudukan dirinya di atas ranjang king size milik Reyhan.
__ADS_1
'Bodoh..bodoh.. ngapain sih gua peluk-peluk tu orang..? pasti dia bakalan merasa menang dan bakal ngejekin gua terus' Tasya menepuk-nepuk kasur di sebelahnya.