
Sudah seminggu setelah kepulangan pak Herlambang ke Indonesia Reyhan jarang berada di rumah karena begitu sibuk dengan pekerjaannya. Tak jarang ketika dia sampai di rumah Tasya sudah tidur, dan paginya juga mereka hanya mengobrol sebentar sebelum Reyhan berangkat kerja..
Pagi ini seperti biasa Tasya sudah bangun karena perutnya terasa mual. Dia langsung menuju kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya, sementara Reyhan ikut terbangun untuk memberikan minuman berupa air hangat dan juga mengelus punggung istrinya itu. Setelah itu seperti biasa Reyhan akan mengangkat Tasya dan merebahkannya di atas tempat tidur.
Sebenarnya Tasya ingin meminta Reyhan untuk menemaninya di rumah, karena rasa rindunya setelah seminggu ini tidak bisa menghabiskan waktu dan bermanja-manja dengan suaminya itu, tapi dia sadar kalau Reyhan lagi mengalami masalah besar di kantornya, sehingga Tasya berusaha untuk tidak mempermasalahkannya..
"sayang, hari ini jadwal kontrol aku ke Rumah sakit.." ujar Tasya.
"hari ini ya? tapi aku nggak bisa nemanin kamu sayang, hari ini jadwal aku padat bangat.."
"nggak apa-apa sayang, nanti aku minta Vara yang temanin aku.."
Reyhan terdiam sejenak.
Berarti hari ini Tasya akan bertemu Adrian pacar pertamanya itu. Sebenarnya aku nggak rela, tapi mau gimana lagi aku tidak punya waktu untuk mengantarnya ke klinik dr. Dessy.
"kok bengong sih sayang??" tanya Tasya
"nggak kok sayang, aku cuma merasa bersalah aja karena harusnya aku yang nemanin kamu kontrol ke Rumah sakit.."
"nggak apa-apa sayang, kan ada Vara.." ujar Tasya bersemangat.
"ya udah tapi kamu hati-hati ya.." Reyhan mencium kening Tasya lalu bergegas menuju kamar mandi karena mau siap-siap berangkat kerja. Sedangkan Tasya kembali melanjutkan tidurnya, karena kepalanya masih terasa berat.
***
ting..tong...ting..tong...
Terdengar suara bel berbunyi, dengan cepat bik Ani membuka pintu..
"eeeehh mbak Vara, ayo mbak masuk..." ucap bik Ani dengan senyum khasnya.
"makasih bik... Tasya udah turun belum bik??"
"belum mbak, mbak langsung aja ke atas.."
__ADS_1
"ya udah bik, kalau gitu aku ke atas dulu ya.."
"iya mbak.."
Lalu Vara bergegas menuju ke atas menemui Tasya di kamarnya..
tok...tok..tok...
"masuk aja pintunya nggak di kunci.." ucap Tasya dari dalam kamarnya.
cekleettt.. pintu terbuka dan Vara langsung masuk dan menghambur memeluk sahabatnya itu. "kangen bangat tauuuu"""
"gua juga kangen tau..."
"cantik bangat buk, beda ya aura orang hamil jadi makin cantik.." puji Vara.
"emangnya dulu gua jelek??"
"cantik juga, tapi sekarang makin cantik lagi.. awas aja si Adrian klepek-klepek ama lo.." ujar Vara sambil terkekeh.
"upppppzzzz..." Vara menutup mulutnya dengan tangannya..
Lalu mereka berdua turun ke bawah dan tak lupa Tasya sarapan dulu karena bik Ani sudah menyiapkan nasi goreng pedas untuknya. Hanya makanan pedas yang membuat Tasya tidak merasa mual.
"yukk Var, sarapan dulu..."
sebenarnya Vara udah sarapan di rumah, tapi dia juga tidak bisa menolak ajakan Tasya. Dan akhirnya mereka sarapan bersama.
Tiga puluh menit kemudian Tasya dan Vara sudah sampai di Rumah sakit. Mereka langsung menuju ruangan dokter Adrian. Tidak menunggu lama, mereka langsung dapat panggilan untuk masuk ke dalam.
"selamat datang Nat, Vara.. silahkan duduk.." ucap Adrian ramah..
kok bisa ya Adrian jadi ramah gini, dulu aja dingin bangat seperti es balok. Lagian aneh kenapa harus jadi dokter kandungan, orang seperti dia cocoknya jadi pengusaha apalagi dengan paras ganteng maksimal.. Vara
"gimana Nat, apa masih suka mual dan pusing?? "
__ADS_1
"iya dok.."
"silahkan berbaring aku akan memeriksa perkembangan janinnya.." ujar Adrian sambil memegang alat Usg.
Tasya pun menuruti perintah Adrian dan di dampingi Vara.
"Var, lo kapan lagi mau gua periksa kayak gini? " ujar Adrian sambil mengoleskan gell di perut Tasya.
waaahh kebetulan bangat ni Adrian nanya-nanya tentang gua, berarrti dia masih mengenali gua dan kesempatan bangat buat nanya-nanya tentang dia.. Terlihat seringai dari ujung bibir Vara.
"mungkin sebentar lagi.. dan lo sendiri gimana udah menikah belom?" tanya Vara
"belom Var, rencananya mau menikahi Natasya pacar pertama gua, tapi dia sudah menikah duluan.." ujar Adrian sambil memandang lekat ke arah Tasya.
apa-apaan sih Adrian.. Tasya tampak sewot.
"masa sih?? " goda Vara
"kok malah sibuk ngobrol sih, buruan dong.."
"sabar dong by.. masih galak aja.."
deeeeggg... jantung Tasya berdebar kencang, dia kaget ketika Adrian masih memanggilnya by, panggilan sayang mereka waktu pacaran. Nggak kebayang aja jika Reyhan yang mendengar itu entah apa yang akan dia lakukan terhadap Adrian.
"ciiiieee masih panggil by..." ledek Vara sambil terkekeh.
"apaan sih Var..?? lagian lo juga Adrian ngapain masih panggil by..?" Tasya sewot
"hehe... becanda Nat, jangan di ambil hati gua kangen aja dengan panggilan itu.." ujar nya lalu menempelkan alat Usg itu di perut Tasya.
Entah kenapa Tasya menjadi tidak semangat lagi mendengar penjelasan Adrian. Yang penting janinnya sehat itu aja sudah cukup baginya..
****
jangan lupa like, komen dan vote juga ya. Terimakasih untuk pembaca setia ku semoga kita sehat selalu...🙏
__ADS_1