Warna Cinta Natasya (SEDANG DI REVISI)

Warna Cinta Natasya (SEDANG DI REVISI)
8


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Natasya sudah bangun dan bersiap-siap untuk mengantarkan Bagas ke Bandara. Begitupun dengan Reyhan, yang juga sudah bersiap siap. Dilihatnya jam di dinding yang sudah menunjukan pukul 04.30 pagi, itu berarti waktu keberangkatan mas Bagas tinggal tiga puluh menit lagi. Lalu mereka turun dan terlihat Mas Bagas sudah mengangkat koper nya ke bagasi mobil...


"Ayo dek, Reyhan kita berangkat..." seru Bagas sambil memberikan kunci mobilnya kepada Reyhan. Kemudian mereka pun langsung menuju bandara.


"Rey, nanti kalau ada waktu ajaklah Tasya berkunjung ke Jerman.." ucap Bagas.


"Iya mas pasti.." ucap Reyhan.


Tak lama kemudian mereka pun telah sampai di bandara. Tasya berjalan sambil bergelayut manja di lengan kakaknya itu, sedangkan Reyhan mendorong koper milik Bagas.


"Dek, jaga diri baik-baik ya. Jadilah istri yang baik buat Reyhan.. oke.."


"Ummpp.." jawab Tasya singkat.


Tak lama kemudian terdengar pengumuman jika pesawat tujuan Jerman akan segera berangkat.


"Mas berangkat dulu.." ucap Bagas seraya memeluk adiknya.


Tasya pun menangis dalam pelukan Bagas, sebenarnya dia begitu berat melepaskan kepergian kakaknya itu.

__ADS_1


"Mas juga baik-baik ya di sana.."


"Iya dek.. Adek nggak boleh sedih ya, kan udah ada Reyhan sekarang.."


"Rey, mas berangkat dulu ya. Mas titip Tasya, jaga dia ya.." ucap Bagas sambil menepuk bahu Reyhan.


"Pasti Mas..... "jawab Reyhan mantap.


Kemudian Bagas pun memasuki gate dan bersiap naik ke pesawat. Reyhan dan Tasya pun segera pulang kerumah.


****


Tak lama kemudian mereka pun sampai dirumah. Namun betapa terkejutnya Tasya ketika melihat dua kopernya sudah berada di ruang tamu.


"Iya non bibik yang nyiapin.."


"Maksud Bik Nah apa??


"A..anuu non, kemaren den Bagas nyuruh bibik buat ngepakin semua barang non ke koper itu, kan non mau pindah ke rumah den Reyhan.." jawab Bik Nah sambil melirik ke arah Reyhan...

__ADS_1


"Apa..?? Tasya membulatkan matanya. " siapa yang mau pindah bik..? aku tidak akan kemana-mana.


"Sayangnya kamu harus pindah, ikut suami.." ujar Reyhan dengan seringainya.


"Ya nggak bisa gitu dong.."


"Terserah.. lo mau ikut, mau nggak gua nggak peduli. Yang jelas gua bakal pulang ke rumah gua sendiri. Dan sebagai istri, lo harus nurut sama suami.."


"Gua nggak mau. Gua tetap akan tinggal di sini, terserah lo mau pulang ke rumah lo. Lagian gua ada bik Nah yang nemani.."


"Ta..tapi non..." Bik Nah telihat gagap


"Tapi apa Bik???"


"Bibik juga mau pulang kampung non... "ucap Bik Nah seraya menundukkan kepalanya.


"Kenapa mendadak banget sih bik??" Tanya Tasya lagi


"Bibik minta ma'af non. Sebenarnya bibik sudah lama pengen pulang kampung soalnya orangtua bibik di kampung sudah sering sakit-sakitan. Jadi bibik ingin merawatnya non.." lagi-lagi bik Nah menundukkan kepalanya.

__ADS_1


Tubuh Tasya terasa lemas tak berdaya. Bagaimana mungkin dia menjalani hidup tampa orang-orang terdekatnya. Hanya bik Nah lah yang dia harapkan bisa menemaninya setelah kepergian kakaknya itu. Apalagi bik Nah sudah di anggapnya seperti ibunya sendiri. Bik Nah sudah mengabdikan dirinya selama hampir dua puluh tahun di keluarganya itu. Bahkan dulu suaminya juga bekerja di sana, namun suaminya sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Kini Tasya hanya bisa pasrah kemana nasib membawanya


*******"***


__ADS_2