
Tasya membuka matanya perlahan. matanya menyipit menyesuaikan dengan cahaya di ruangan itu.
aku dimana??
Tasya merasakan nyeri di tangan kirinya karna infus. Lalu dia memutar matanya ke kanan, di lihatnya Reyhan memegang tangannya dan menempelkannya di bibir dengan matanya yang terpejam. Di ujung sana Tasya melihat nek Zahra yang tengah bersandar di sofa...
"sayaaang.. " panggil Tasya lirih
"sayang... kamu udah sadar...?? "teriak Reyhan kegirangan
"emmmm..." Tasya menganggukkan kepalanya perlahan..
Buru-buru Reyhan menekan bel di ruangan itu, tak lama kemudian Dokter datang..
Samar-samar Tasya melihat dokter itu tersenyum padanya, orang yang sangat Tasya kenal. Dia adalah Adrian Sanjaya, anak tunggalnya Heritanu Sanjaya pengusaha pertambangan terbesar di Kota itu. Adrian sangat tampan dia mirip seperti Lin Yi aktor Tiongkok. Dia adalah cinta pertama Tasya di waktu SMA. Karena dia sangat tampan jadi banyak cewek yang ngejar-ngejar Adrian. Hingga pada suatu hari Adrian kedapatan sedang bermesraan dengan seorang wanita, padahal Adrian bilang kalau dia di jebak. Tapi tetap aja Tasya sudah tidak bisa mempertahankan hubungan mereka, hingga akhirnya Tasya mengahiri hubungan mereka. Lalu kemudian Tasya berpacaran dengan Arlan sang ketua Osis waktu itu. Dan walaupun Tasya sudah pacaran dengan Arlan, namun Adrian masih tetap mengejar Tasya hingga akhirnya Adrian pindah ke Amerika.
Adrian?? aku nggak salh liat kan?? dia tidak banyak berubah, masih seperti dulu. Dan ternyata dia bekerja di sini..
"Selamat ya Nat, atas kehamilannya.." ucap dokter Adrian dengan senyum manisnya sambil menatap lekat Tasya.
__ADS_1
Tasya hanya tersenyum. Ternyata Adrian masih mengenalnya, padahal mereka sudah lama tidak bertemu.
Reyhan mulai tidak suka melihat tatapan Adrian. Reyhan tidak tau kalau Adrian dan Tasya saling mengenal..
"Kandungan kamu lemah Nat, jadi untuk saat ini harus bad rest dulu nggak boleh kecapekan.." ucap dokter Adrian lagi...
"Terima kasih dok... " sahut Tasya lirih
Tasya tak ingin terlihat akrab dengan Adrian, bahkan dia seperti tidak saling kenal walau Adrian memanggilnya dengan panggilan "Nat" seperti Tasya di panggil.
Adrian masih berdiri di depan Tasya sambil menatapnya, Reyhan mulai merasa marah karena istrinya terus di tatap oleh dokter itu..
"Ya udah, kalau gitu saya permisi dulu. Kalau ada apa apa panggil aja ya Nat..." ucap Adrian lalu berlalu meninggalkan ruangan Tasya..
"Dokter apaan kayak gitu, masa mandangin pasien gitu amat. Besok kita pindah Rumah sakit ya sayang..." ucap Reyhan..
"Apaan sih sayang..." ucap Tasya sambil tersenyum..
Nenek hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum melihat tingkah cucunya.
__ADS_1
"Nenek apa kabar?? makasih ya udah datang jenguk Tasya... "ucap Tasya sambil tersenyum ke arah nenek..
Nenek langsung memeluk Tasya..
"kabar nenek baik sayang, bahkan sangat baik karena sebentar lagi nenek akan menimang cicit.." ujar nenek sambil kegirangan...
"Eiitt tunggu, sepulang dari Rumah sakit kalian nggak boleh pulang ke rumah kalian lagi, kalian harus tinggal di rumah nenek..!!""
"Tapi nek..."
"Nggak ada tapi tapian.. Sebentar lagi kalian bakal punya anak, rumah itu terlalu kecil untuk kalian tempati, nenek aja cuma bentar di sana udah merasa pengap. Lagian juga nanti Natasya nggak ada yang jagain, kamu kan kerja apalagi Natasya harus Bad rest.." ucap nenek tegas
"Kan ada bik Ani nek.." jawab Reyhan
"pembantu satu mana cukup? makanya Natasya pingsan sendiri kan, bibiknya nggak tau karena sibuk kerja. Lagian juga kalau nenek pindahin pembantu nenek beberapa orang di sana emang mereka mau tidur dimana?? pokoknya nggak boleh ngebantah..!!!
Reyhan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Baginya tinggal di rumah sendiri itu tempat yang paling nyaman. Padahal rumah nenek juga rumah Reyhan karena Reyhan adalah ahli warisnya. Reyhan tidak suka dengan banyak orang, apalagi setau Reyhan di rumah nenek itu paling rame. Asisten rumah tangganya banyak. Bahkan pergi ke Rumah sakit aja nenek membawa 5 orang pengawalnya. Tapi dia juga tidak bisa menolak permintaan neneknya. Ada benarny juga perkataan nenek, rumah mereka terlalu kecil. Hanya ada 2 kamar, kamar utama dan kamar tamu. Sedangkan di bawah hanya ada satu kamar bik Ani...
*****
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen ya😘