Warna Cinta Natasya (SEDANG DI REVISI)

Warna Cinta Natasya (SEDANG DI REVISI)
83


__ADS_3

Setelah mengantarkan Tasya ke kamar, Reyhan bergegas menuju ke ruang kerjanya, karena ada laporan penting dari Dino yang harus segera di periksanya. Walaupun sebenarnya tujuan utama Reyhan adalah mengajak Tasya Tasya jalan-jalan, tapi tetap aja selalu ada pekerjaan yang menunggunya.


Sementara di kamar setelah kepergian Reyhan, Tasya terlihat sangat kesal. Dia berteriak sekencangnya.. "dasar Dara si***n


.. gua benciiiiiii sama lo Dara. Kenapa sih dari dulu lo selalu aja ganggu hidup gua?? lo mau Arlan?? ambiiiillll..!! Lo juga Arlan, kenapa diam aja ketika calon istri lo ngehina gua?? lo sama aja dengan Dara, gua benci lo berdua." teriak Tasya sambil melempar semua bantal sofa ke sembarang arah sehingga kamar itu menjadi seperti kapal pecah..


"aaaagggggrrrrrrrrr" Tasya mengacak ngacak rambutnya dengan kasar.


Baru kali ini dia di hina di depan orang banyak dan teman se profesinya pula. Air matanya tak bisa di bendung lagi. Tasya menangis sejadinya, karena tidak bisa membalas perbuatan Dara terhadapnya. Hingga kemudian terdengar bel berbunyi..


ning..nong...ning..nong...


Tasya berpikir mungkin itu pelayan hotel yang di suruh Reyhan untuk mengantar minuman atau cemilan ke kamarnya. Dengan cepat Tasya meraih tissu untuk menghapus air matanya dan juga mengelap hidungnya dan membuang tissu itu kesembarang arah. Lalu bergegas menuju pintu untuk membukanya.


ceklet.. pintu terbuka...


"Surprise...!!" ucap Vara sambil merentangkan tangannya..


Tasya tampak kaget akan kehadiran Vara di sana. "kok lo bisa ada di sini?? bukannya tadi lo bilang lagi dinas?? "tanya Tasya heran.


"ya bisa dong, gua kan punya sayap jadi gua bisa terbang kapan pun gua mau..! tunggu.. tunggu.. itu kenapa mata sama hidung lo merah bangat, lo abis nangis ya??" tanya Vara sambil memegang kedua bahu Tasya..

__ADS_1


"nggak..gua nggak nangis.."


"Nat, lo nggak bisa bohongi gua, lo lagi ada masalah sama Reyhan??"


"Varaa... hikzz.. Tasya menghambur memeluk Vara.


"lo kenapa Nat??" tanya Vara sambil mengelus punggung Tasya dengan lembut.


"gua lagi sedih, kesal, pokoknya bercampur aduk.."


"cerita Nat..."


"masuk dulu Var.." Tasya menarik tangan Vara untuk masuk ke dalam kamarnya.


"gua nggak ribut ma Reyhan.."


"teruss??"


"gua kesal ama Dara dan juga Arlan. Tadi di lobby gua ketemu mereka lagi ngumpul sesama dokter, dan tau nggak? Dara itu menghina gua, dia bilang kalau gua itu dokter yang nggak bermoral gara-gara pakaian gua kayak gini dan juga gua masuk hotel sama laki-laki. Padahalkan gua lagi sama suami gua sendiri. Dan yang lebih parahnya lagi si Arlan dia cuma diam aja kayak orang bisu ngeliat calon istrinya ngehina gua. uuuuhhh benci bangat gua, sumpah..!!


"kenapa nggak lo cakar aja mukanya Nat? emosi gua denger cerita lo. itu nenek lampir sekali-sekali harus di beri pelajaran. Gua juga muak tiap hari liat dia semena-mena di Rumah sakit, mentang-mentang dia calon istri Direktur Rumah Sakit. Cantik juga nggak, judes iya. Pasien aja banyak yang nggak mau berobat ma dia.."

__ADS_1


Disaat Tasya dan Vara lagi asyik mengobrol, tiba-tiba Reyhan dan Arjuna masuk ke kamar itu. Dan Reyhan sangat terkejut melihat ruangan itu berantakan, karena Tasya belum sempat merapikannya.


"sayang.. kenapa berantakan gini??" tanya Reyhan.


"iya nih, kalian abis ngapain? main lempar-lemparan ya? "sahut Arjuna.


"nggak kok.. Tasya tu.." jawab Vara


Reyhan menghampiri Tasya dan memeluknya. "ma'af ya sayang, aku tau kamu nggak baik-baik aja. Kamu pasti sedih bangat gara-gara wanita tadi.." ucap Reyhan sambil mengelus rambut Tasya.


"mmmm.. so sweet.." ujar Vara


"aku udah nggak apa-apa sayang, kan udah ada Vara juga di sini.."


"ya udah kalau gitu kita makan siang dulu ya.."


"tapi makannya di sini aja.."


Tasya nggak mau makan di Restoran hotel itu, karena pasti akan bertemu Dara dan juga kawan-kawannya karena memang sekarang jam makan siang. Reyhan menelpon pelayan di sana untuk membersihkan kamar dan juga mengantar makan siang untuk mereka.


Setelah selesai makan lalu mereka menuju ke pantai yang ada di dekat hotel. Sebenarnya Vara dan Arjuna tidak sengaja menyusul Reyhan dan Tasya ke kota itu. Di saat Tasya lagi chattingan dengan Vara di mobil, Tasya memberi tahu kalau dia lagi menuju hotelnya Reyhan. Sedangkan Arjuna sedang berada di rumahnya Vara untuk ngajak jalan. Vara yang merasa penasaran dengan hotelnya Reyhan lalu mengajak Arjuna untuk pergi ke sana tampa memberi tahu Tasya dan Reyhan. Dan akhirnya Vara benar-benar terkejut dengan kemewahan hotel yang dimiliki Reyhan. Apalagi tempatnya yang strategis, di belakang hotel ada pantai yang membentang luas. Mereka menghabiskan weekend di pantai dengan bahagia..

__ADS_1


*****


__ADS_2