
Happy reading gaess.....
Setelah selesai makan Tasya memberikan obat pada Reyhan, lalu Reyhan meminumnya dan setelah itu kembali melanjutkan menonton tv di ruangan tengah. Sedangkan Tasya kembali ke dapur untuk membersihkan piring makannya bersama Reyhan tadi....
Setelah mencuci piring Tasya duduk di meja makan sambil meminum segelas air putih. Cuci piring dikit aja udah bikin Tasya capek dan kehausan. Apalagi mencuci pakaian yang sudah segunung. Tasya memegang kepalanya, membayangkan aja udah capek...
"Rempong banget sih hidup gua.. Semuanya di kerjakan sendiri. Gua bener-bener udah kayak pembantu. Reyhan juga aneh banget pakai bilang nggak mau ada orang asing lagi dirumah. Padahal asisten rumah tangga itu kan bukan orang asing. Contohnya aja Bik Nah, dia udah seperti keluarga sendiri. "Tasya ngomel sendiri...
"Bawa keloundry aja deh, bodo amat mikirin Reyhan apa-apa nggak boleh...." Tasya melirik ke ruang tengah berharap Reyhan bisa mendengar ucapannya...
Sayangnya ternyata Reyhan sudah tertidur di sofa depan tv. Mungkin efek obat yang diminumnya tadi.. Natasya pun akhirnya pergi ke loundry...
Setelah pulang dari loundry dilihatnya Reyhan masih tidur... Tasya memilih naik ke atas untuk membersihkan kamar. Dia membersihkan setiap sudut kamar itu hingga ke kamar mandi. Setelah itu dia berjalan ke ruangan depan kamar Reyhan...
"Ruangan apa ini?? Tasya meraih handle pintu.. Oohh ternyata tidak di kunci...
__ADS_1
Ceklet... Tasya membuka pintu ruangan itu...
"Ternyata ini ruang kerjanya Reyhan... Aku tidak tau kalau disini ruang kerja nya...
Sesaat matanya nanar memperhatikan ruangan itu, begitu banyak foto-foto atau lukisan yang terpampang di dinding ruangan itu. Ternyata Reyhan hoby melukis juga. " Ini ruangan kerja apa museum ya??
Dari sekian banyak foto, tak satupun Tasya melihat gambarnya disana. Semuanya gambar Wulan dan Reyhan. Lebih banyak gambar Wulan sih.. Dengan berbagai macam gaya. Lalu pandangan Tasya tertuju pada meja kerja Reyhan yang terlihat berantakan. Tasya ingin membersihkan meja itu. Namun lagi-lagi Tasya melihat foto Wulan yang terpajang disana. Bukan hanya satu, tapi ada 2 foto. Foto pertama, Wulan sendiri dengan gaya tersenyum ke arah kamera. Sedangkan foto ke 2, Reyhan yang memeluk mesra Wulan sama seperti foto yang tertera di layar ponsel Reyhan.. Entah kenapa hati Tasya merasa sakit, padahal dia juga sudah tau semua dari Arjuna. Kalau Wulan sudah meninggal. Tak seharusnya dia cemburu pada orang yang sudah meninggal.
"Ternyata Reyhan belum bisa melupakan Wulan. Aku aja yang bodoh karna terlalu cepat membuka hati untuk Reyhan..."
Tidak nampak satu foto pun foto mereka berdua, kecuali di ruangan tamu ada satu foto pernikahan mereka dengan bingkai besar mungkin itu sebagai bukti bahwa Reyhan sudah menikah...
"Sampai kapan Reyhan akan terus mengingat mantannya itu.."
Reyhan yang setelah bangun tidur mencari keberadaan Tasya, tiba-tiba matanya tertuju pada ruangan kerjanya yang terbuka. Lalu dia masuk ke dalam ruangan itu...
__ADS_1
"Elo disini ternyata.... Reyhan membuyarkan lamunan Tasya....
"Reyhan, lo udah bangun ya ? Tasya langsung berdiri dari kursinya...
"Gua cuma mau bersih-bersih. Soalnya gua liat ruangan kerja lo berantakan, makanya gua rapiin." Kata Tasya sambil menunjuk meja Reyhan yang sudah rapi. Tasya tak ingin Reyhan tau apa yang ada di hatinya. Dia ingin terus pura-pura tidak tau tentang Wulan, sampai Reyhan sendiri yang akan memberitahunya...
"Elo nggak perlu bersihin ruangan kerja gua Nat. Reyhan tanpak kesal
"Loh kenapa ??
"Gua nggak suka aja ruangan kerja gua di acak-acak, apalagi file-file gua nggak boleh di pindah-pindahin gitu.. Itu hanya mempersulit gua.. Biarin aja seperti tadi... Lo itu nggak tau cara kerja gua Nat..." Reyhan mengacak-ngacak rambutnya...
"Ooohh gitu.... Ma'af deh kalau gitu, gua nggak tau... Tasya berlalu meninggalkan Reyhan...
Reyhan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Apa gua salah ngomong kayak gitu? Kan gua emang nggak suka aja berkas gua dipindah-pindahin, bikin gua pusing...
__ADS_1
Ruangan kerja Reyhan memang sengaja dibiarkan berantakan. Semua berkas dibiarkan bertebaran untuk mempermudah pekerjaannya. Namun setelah selesai bekerja Reyhan sendiri yang akan mengurusnya...
Jangan lupa like dan komennya ya..tq