Warna Cinta Natasya (SEDANG DI REVISI)

Warna Cinta Natasya (SEDANG DI REVISI)
3


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Natasya bangun dari tidurnya, dilihatnya laki-laki disebelahnya masih tidur pulas.. Lalu dia bergegas ke kamar mandi membersihkan diri... Cukup lama Natasya berada dikamar mandi.. 30 menit kemudian, Natasya keluar dari kamar mandi..


Ceklek... Pintu terbuka.. Betapa kagetnya ternyata Reyhan sudah berdiri di depan pintu kamar mandi itu...


"Lama banget sih lo mandinya, atau jangan- jangan lo tidur ya dikamar mandi?? Gua bisa terlambat tauu??" ucap Reyhan sinis


Tanpa sempat Natasya menjawab, Reyhan sudah berlalu masuk ke kamar mandi...


"Gila ya tuh orang, nggak bisa ngomong baik2 apa?? Mas Bagas bilang dia yang terbaik buat aku, terbaik apanya?? Pasti Mas Bagas salah memilih suami untuk ku... Huuuuuhhh.."


Natasya pun buru-buru mempersiapkan diri untuk pergi bekerja.. Dengan hanya memakai make up tipis, Natasya terlihat sudah sangat cantik.. Natasya memang tidak suka dandan yang telalu menor.. Setelah selesai dia pun buru-buru turun kebawah untuk sarapan, tak ingin rasanya dia melihat wajah suaminya lagi, hanya memperburuk moodnya saja....


Dengan lari-lari kecil Natasya menuruni anak tangga menuju ruang makan. Ternyata Mas Bagas sudah duduk di meja makan, sambil sibuk memainkan ponsel di tangannya dan menyerumput segelas kopi...


"Selamat pagi Mas...." sapa Natasya

__ADS_1


"Pagi Adek.... Mana Reyhan??" tanya Bagas sambil melirik ke atas mencari sosok Reyhan..


"Masih mandi Mas..."


"Dek, kok udah siap-siap mau kemana??"


"Iyaa ke Rumah Sakit lah Mas, memang mau kemana lagi..."


"Dek, masa kamu nggak cuti sih, setidaknya hari ini. Baru tadi malam menikah, sekarang udah mau pergi kerja aja, apa salahnya Adek di rumah sama Reyhan, pendekatan diri kek.." Jelas Bagas


Tak lama kemudian, terdengar langkah kaki Reyhan menuruni anak tangga...


"Selamat pagi Mas.. "sapa Reyhan dengan senyuman manisnya...


"Pagi Reyhan, sini duduk sarapan dulu..."

__ADS_1


Reyhan pun duduk di samping Mas Bagas..


"Mas, Adek berangkat dulu ya..." terlihat Tasya sudah berdiri dari duduknya, dan meninggalkan sarapan yang masih tersisa dipiringnya...


"Adeeekk... Nanti dulu. Ini baru juga jam setengah tujuh, urusi dulu suami mu. ambilkan sarapan untuk Reyhan.." kata Bagas sambil melototi adiknya... Dia tau adiknya sengaja menghindari Reyhan...


Dengan terpaksa Tasya kembali duduk ke kursinya, lalu mengambilkan nasi goreng untuk Reyhan...


"Oh ya Dek, Adek berangkat kerjanya bareng Reyhan ya, kan kantornya Reyhan searah dengan Rumah Sakit.. Dimas katanya mau minjam mobil Adek untuk pulang ke Kampung Lara, katanya Ibunya Lara sakit...""


Belum sempat Tasya menjawab Reyhan sudah dulu menyela..


"Iya Mas, selama mobil Tasya di pakai Mas Dimas, biar Tasya pulang perginya sama aku.." kata Reyhan sambil melirik Tasya dengan senyuman licik


Tasya tak punya pilihan lain selain menerima tawaran Reyhan. Dia tidak mungkin menolak meminjamkan mobilnya pada Dimas. Dimas adalah sahabat baiknya Mas Bagas, yang udah di anggap seperti kakak sendiri oleh Tasya.. 2 bulan yang lalu Dimas terpaksa menjual mobilnya, demi biaya pengobatan anaknya yang sedang sakit... Anaknya memang sakit-sakitan sejak lahir....

__ADS_1


Haii readers, ternyata menulis novel tidak semudah yang dibayangkan ya.. Butuh konsentrasi penuh😁😁Ma'afkan jika banyak kesalahan yang di temukan yaaa😁


__ADS_2