Warna Cinta Natasya (SEDANG DI REVISI)

Warna Cinta Natasya (SEDANG DI REVISI)
74


__ADS_3

Happy reading...


Setelah selesai makan siang bersama, Reyhan menyuruh Arjuna dan juga Soni untuk kembali ke Kantor. Entah kenapa Reyhan menjadi tidak mood untuk melanjutkan pekerjaannya. Tadi juga Reyhan sudah menelpon pak Herlambang untuk memberitahukan permasalahan yang terjadi, dan pak Herlambang mengatakan akan segera kembali ke Indonesia.


Reyhan merebahkan badannya di samping Tasya dan menjadikan kedua tangannya sebagai alas kepala, di liriknya Tasya masih tertidur pulas. Lalu Reyhan menatap langit-langit kamar itu dengan berbagai macam pikiran di dalam kepalanya.


Kemudian Tasya bergeser dan memeluk Reyhan dengan menempelkan kepalanya di dada bidang Reyhan.


"sayang, kamu udah bangun? "tanya Reyhan seraya mencium pucuk kepala Tasya.


"eemmmm... kamu udah selesai kerjanya?"


"udah sayang.."


"kamu lagi ada masalah ya, kok muka kamu kusut gitu? " Tasya mendongakkan kepalanya menatap Reyhan lekat.


"biasa sayang, namanya juga hidup.. "ucap Reyhan sambil mengecup lembut bibir Tasya. "besok pak Herlambang akan kembali ke Indonesia, aku pasti bakalan sibuk dan nggak bisa dekat kamu terus ".


"nggak apa-apa sayang, kan ada bik Ani.." jawab Tasya santai.


Reyhan sangat terkejut mendengar jawaban Tasya yang di luar dugaannya. Padahal Reyhan sudah bicara hati-hati supaya Tasya tidak ngambek lagi seperti kemaren ketika Reyhan meminta izin untuk pergi ke Kantor, namun Tasya langsung ngambek karena nggak mau di tinggal. Reyhan sangat mengerti dengan keadaan Tasya yang moodnya sering berubah-ubah, karena dia banyak bertanya kepada dr.Dessy.


"makasih ya sayang, atas pengertiannya.." kembali lagi Reyhan mengecup lembut bibir Tasya, namun kali ini Tasya pun membalasnya hingga mereka larut dalam kenikmatan. Dan Reyhan pun tidak mampu lagi menahan gairahnya yang siap meledak setelah sekian lama di tahannya mengingat kondisi Tasya yang lemah dan tidak mungkin melakukan itu..


"sayang, aku boleh melakukannya? "bisik Reyhan dengan deru nafas yang tidak teratur.


Tasya pun mengangguk menyetujuinya. Reyhan melakukankannya senyaman mungkin karena takut menyakiti Tasya dan juga bayi dalam kandungannya. Setelah itu mereka saling berpelukan dengan keringat yang membasahi tubuh mereka. Hingga tak lama kemudian perut Tasya terdengar krucuk krucuk karena cacing di dalam perutnya meminta jatah makan.


"sayang, kamu lapar ya??"


"iyaa.." jawab Tasya malu-malu.


"kamu mau makan apa? bilang aja, biar aku cari walau keliling dunia sekalipun.." goda Reyhan.

__ADS_1


"apa aja sayang, yang penting perut ku ke isi". jawab Tasya sambil mencubit hidung Reyhan gemes. Entah kenapa dia tidak meminta sesuatu yang aneh seperti biasanya.


"ya udah kalau gitu makan di rumah aja ya, tadi bik tadi bik Ani masak dendeng balado lo, dan rasanya tu enak bangat nggak kalah sama masakan Restoran Padang".


"aku mauuu..." ujar Tasya bersemangat.


"ya udah, kalau gitu kita mandi dulu ya sayang.." Reyhan mengangkat Tasya ke kamar mandi dan mereka mandi bersama.


Setelah selesai mandi Reyhan dan Tasya menuju ke dapur dan di sambut bik Ani dengan senyum sumringah. Sudah lama bik Ani tidak melihat Nona mudanya itu tersenyum bahagia dan segar bugar selama kehamilannya.


"Bik, siapin makanan buat Tasya.."


"baik den.."


dengan sigap bik Ani menghidangkan makanan di meja makan..


"waahh enak kayaknya ni bik.." ujar Tasya sambil memperhatikan semua hidangan di meja itu.


"habisin aja semuanya sayang.." goda Reyhan.


"kan yang makan berdua, tapi nanti jangan di keluarin lagi ya.."


"nggak janji, tergantung yang di dalam kalau dia nggak nerima ya mau gimana lagi.." Tasya mengedikan bahunya.


"dedek.. makanannya di nikmati aja ya, jangan di tolak ya nak.." ujar Reyhan sambil mengelus perut Tasya.


Bik Ani tidak kuasa menahan tawanya karena tingkah majikannya itu, lalu kemudian dia menuju ke kamarnya untuk beristirahat. Sedangkan Reyhan sibuk memperhatikan Tasya makan, apalagi Tasya makan begitu lahapnya. Dia menikmati setiap masakan yang di sajikan bik Ani di meja itu, hingga di akhiri dengan sendawa pertanda dia sudah kenyang. Entah kenapa kali ini dia tidak merasa mual, dan merasa biasa-biasa aja..


Lalu mereka menuju ke ruang tengah untuk bersantai sambil menonton TV. Tangan Reyhan pun sibuk menyuapkan buah-buahan yang sudah di potong kecil-kecil ke dalam mulut Tasya.


"sayang... aku udah kenyang.." ujar Tasya sambil menolak garpu yang sudah di tancapkan buah apel di ujungnya, dengan cepat Reyhan mengarahkan garpu itu ke mulutnya.


"aku kangen mas Bagas..." ujar Tasya yang tiba-tiba wajahnya berubah sendu.

__ADS_1


"ma'af ya sayang, aku belum sempat bawa kamu ke tempat mas Bagas. Aku janji nanti kalau udah nggak sibuk kita terbang ke Jerman. Sekarang kita Video Call aja dulu ya..?" bujuk Reyhan karena melihat bulir bening mengalir di pipi istrinya itu..


Tasya pun mengangguk "ya udah..."


Tidak lama panggilan itu terhubung ke Bagas..


"dek, apa kabar??


"mas jahat... mas nggak ingat lagi ya sama adek?" tangisnya makin menjadi jadi.


"adek.. ma'afin mas.. bukannya mas nggak ingat sama adek, tapi mas lagi sibuk dek.." suara Bagas bergetar menahan tangisnya, ada rasa bersalah karena sudah lama tidak memberi kabar pada adik satu-satunya itu. Bagas sedang sibuk merintis bengkel mobil di sana. Dengan kemampuannya di Jakarta yang tidak di ragukan lagi, Bagas juga ingin mengembangkannya di Jerman..


Tasya berlari menuju ke kamarnya, dia tidak ingin bicara lagi dengan Bagas.


"Mas... ma'afin Tasya ya.." ucap Reyhan


"nggak apa-apa Rey, mas memang salah. Gimana kabar kalian?"


"baik mas... dan kabar baiknya lagi Tasya sekarang sedang hamil mas.."


"syukurlah Rey.. mas sangat senang mendengarnya.." terlihat kebahagiaan terpancar di wajah Bagas. "pantasan aja Tasya terlihat kurus, gimana ngidamnya Rey?? " tanya Bagas bersemangat.


"ribet mas, permintaannya aneh-aneh. Terus juga manja bangat nggak mau pisah, Rey aja sampai nggak di izinin kerja".


"hahaha.. sedangkan nggak hamil aja Tasya ribet ya Rey, apalagi sedang hamil" ujar Bagas terkekeh.


Cukup lama mereka bercerita tentang kehamilan Tasya, hingga akhirnya Reyhan mengakhiri Video Callnya dan begegas menuju ke kamar menyusul Tasya. Di lihatnya Tasya sedang sibuk dengan ponsel di tangannya, Tasya sedang berbalas chat dengan Vara. Kemana lagi Tasya akan bercerita kalau bukan pada sahabatnya tersebut.


"sudah selesai telponannya?" tanya Tasya yang menyadari kehadiran Reyhan.


"sudah.. mas Bagas tu kangen bangat sama kamu, apalagi aku udah cerita sama mas Bagas, kalau kamu lagi hamil.."


"bohong, mana ada dia kangen? nelpon aja nggak pernah.." ujar Tasya yang masih sibuk membalas chat Vara.

__ADS_1


"kan mas Bagas udah bilang kalau dia lagi sibuk.."


__ADS_2