
Happy reading...😁😁
Didalam perjalanan pulang dari Mall, Tasya hanya diam dan menyandarkan kepalanya di jok lalu menutup matanya seolah lagi tertidur. Suasana hatinya benar-benar lagi tidak baik. Bayangan Arlan bersama Dara tadi tak bisa luput dari pikirannya. Sebenarnya bukan cemburu, tapi seperti di khianati. Masih terbayang jelas diingatannya waktu itu Arlan sangat membenci Dara. Karena Dara selalu mengejar-ngejarnya dan melakukan berbagai cara untuk mendapatkannya. Arlan sangat menyayangi Tasya. Mereka seperti prangko kemana-mana selalu bersama. Setelah mereka selesai Kuliah mereka ingin menyatukan hubungan dengan sebuah ikatan perkawinan. Namun tiba-tiba Arlan menghilang begitu saja. Bahkan saat ini Tasya merasa Dara lah yang telah membawa pergi Arlan dari hidupnya. Padahal jelas-jelas waktu itu yang Tasya dengar Arlan sudah menjadi duda karena ditinggal mati oleh istrinya....
Didalam lamunannya tiba-tiba Reyhan meraih tangan Tasya dan menempelkannya di bibirnya. Reyhan mencium tangan itu dengan lembut....
"Aku nggak boleh mikirin Arlan lagi, aku sudah punya Reyhan sekarang. Aku mencintainya..."
Tak lama kemudian Reyhan membelokkan mobilnya ke pekarangan rumahnya. Tasya masih pura-pura tidur menunggu dibangunkan oleh Reyhan... Sedangkan Anindya sudah turun terlebih dahulu dan langsung masuk kedalam rumah...
"Sayang.... ayo bangun. Kita dah sampai" bisik Reyhan
Tasya mengeliat, menambah sempurna aktingnya.
Lalu turun dari mobil dan berjalan dengan bergelayut manja di bahu Reyhan...
Reyhan mengacak-ngacak rambut Tasya seperti anak kecil...
Sesampainya didalam rumah Tasya sangat terkejut melihat wanita setengah baya dengan tangannya yang sedang memegang kain lap, sepertinya wanita itu sedang bersih-bersih...
__ADS_1
Anehnya Reyhan terlihat biasa-biasa aja, seperti sudah mengenal lama wanita itu...
"Siapa wanita itu? apa dia pembantu baru? kenapa Reyhan nggak cerita kalau bakal ada pembantu di rumah ini"
"Selamat malam den Reyhan, non Ta.. Tasyaa ya.." sapa wanita itu...
Wanita itu tau nama Tasya yang membuat Tasya makin penasaran lagi...
"Malam juga Bik..." balas Reyhan dengan senyum lebarnya...
"Sayang, kenalin ini Bik Ani.... Bik Ani ni udah lama kerja disini. Dia sudah seperti ibu kandungku sendiri..."
Tasya menjabat tangan wanita itu...
"Oh ya sayang... Kemaren itu aku hanya becanda. Aku mana bisa hidup sendiri tanpa bantuan Bik Ani. Cuma kemaren Bik Ani sedang pulang Kampung, karena mengurus anaknya yang akan menikah, makanya sekalian aku mengerjaimu." Reyhan tertawa geli..
Tasya meninju bahu Reyhan....
"Dasar jahat."
__ADS_1
"Aduuuhh... sakit sayang."
Bik Ani tersenyum girang melihat majikannya yang kini tidak lagi murung. Kini majikannya sudah kembali bahagia seperti dulu, bahkan lebih bahagia karena adanya Natasya....
"Bibik istirahat aja dulu, masa baru datang udah sibuk aja.." kata Reyhan sambil menyandarkan kepalanya di sofa...
"Nggak apa-apa den, bibik mana bisa diam aja den. Mau minum apa den sama non, biar bibik bikinin."
"Nggak perlu repot-repot bik, biar nanti aku aja yang ambil minum buat Reyhan." kata Tasya sambil duduk disebelah Reyhan dan membenamkan kepalanya di dada bidang suaminya itu...
Entah kenapa Tasya ingin bermanja-manjaan terus dengan Reyhan....
Lalu matanya tertuju pada tumpukan paperbag yang ada didepannya...
"Sayang... kok belanjaannya udah di rumah aja?"
Tasya berjalan menuju paperbag itu bermaksud ingin membukanya. Karena penasaran baju seperti apa yang dibelikan Reyhan sebanyak ini...
"Sayang, jangan disini.. dikamar aja."
__ADS_1
"Lo, kenapa emangnya?" Tasya mengernyitkan dahinya...
"Pokonya nggak boleh.. Ayo kita kekamar.." Ajak Reyhan sambil membawa belanjaan itu naik kelantai atas....