Warna Cinta Natasya (SEDANG DI REVISI)

Warna Cinta Natasya (SEDANG DI REVISI)
59


__ADS_3

Happy Reading, jangan lupa like, komen, dan vote ya.. terima kasih🙏


Kenapa kepala aku pusing bangat ya, padahalkan aku baru siap makan. Apa aku kurang darah ya? Rasanya aku nggak sanggup ke acara itu. Kalau aku batalin nggak enak sama dokter Dessy.


"Nat, ayo kita berangkat.. " ucap Arlan


Tasya menaiki mobilnya Arlan. Sepanjang perjalanan Tasya hanya diam, sesekali dia memijit keningnya yang terasa pusing.


"Nat..."


"Iya..."


"Kamu ingat nggak hari ini hari apa? "tanya Arlan yang memulai pembicaraan.


"Hari apa?? "Tasya menoleh ke arah Arlan sambil mengingat-ngingat...


"Kamu benar-benar sudah melupakan aku ya Nat, hingga hari bersejarah bagi hubungan kita berdua aja kamu nggak ingat.." ucap Arlan kecewa


Kamu yang membuat aku melupakannya Lan..

__ADS_1


"Seandainya waktu bisa di putar kembali, aku ingin kembali ke masa lalu dimana aku bisa terus bersamamu. Aku tidak masalah hidup susah serba kekurangan, harus kerja jadi pelayan restoran seperti dulu hanya untuk membeli kado peringatan anniversary kita. Sekarang aku punya segalanya Nat, aku bisa membelikan kado apapun untuk kamu, apapun yang kamu minta aku bisa dapatkan. Nat, aku selalu berharap kesempatan kedua " suara Arlan bergetar...


Dulu setiap hari jadinya, mereka selalu merayakannya walau dengan kesederhanaan. Arlan meluangkan waktunya untuk bekerja paruh waktu di sela sela sibuknya aktivitas kuliah demi bisa membelikan sesuatu yang sangat di sukai oleh Tasya.


"Arlan.. please.. jangan ngungkit-ngungkit masa lalu...!


"Kenapa Nat, apa kamu begitu membenci ku hingga kamu tidak ingin mengingat masa lalu kita??" Arlan sudah tidak bisa lagi membendung air matanya.


Dari dulu Arlan memang suka menangis jika lagi ada masalah dengan Tasya. Itu karena Arlan begitu takut kehilangan Tasya.


"Aku tidak membencimu Arlan, aku hanya tak ingin mengingat masa lalu.."


"Tapi aku mencintaimu Nat.. sedikitpun perasaan aku padamu nggak berubah.."


"Tapi aku sudah punya suami Arlan, aku sangat bahagia menjalani hidupku yang sekarang. Aku sangat mencintai suami aku, dan begitu pula sebaliknya. Jadi aku mohon, kamu juga harus bisa bahagia, walaupun tampa aku... "ucap Tasya


Setelah mendengar jawaban Tasya Arlan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi hingga Tasya merasa sangat mual dia memejamkan matanya dan memegang kuat handle pegagangan tangan mobil itu. Hingga akhirnya mobil Arlan memasuki halaman parkir klinik milik dokter Dessy.


Karena Tasya sudah tidak bisa lagi menahan mualnya, dengan cepat dia membuka pintu mobil dan menuju ke dalam klinik tersebut tanpa memperhatikan orang orang yang ada di sana. Tasya langsung berlari menuju toilet. Setelah menemukan toilet Tasya buru buru masuk dan memuntahkan semua isi perutnya.

__ADS_1


ya ampun aku lemes bangat. gimana aku mau ngikuti acara itu. nggak mungkin juga aku harus di toilet terus..ini semua gara gara Arlan yang ngebut bawa mobilnya..


Tasya terduduk di lantai toilet itu sambil menyeka air matanya. Karena toiletnya belum di pakai jadi masih bersih.


Ternyata sudah 30 menit Tasya di dalam. Hingga terdengar ketukan pintu dari luar.


Tok...tok...tok...


"Nat... Nat... kamu nggak apa-apa kan? "tanya Arlan yang ternyata tadi mengikuti Tasya ke toilet karena dia sangat khawatir melihat Tasya yang setengah berlari memasuki klinik.


"Iya Lan, aku nggak apa-apa " sahut Tasya dari dalam toilet


"kalau kamu sudah tidak apa-apa ayo kita ketempat acara. Karena acaranya mau di mulai.."ucap Arlan


"Kamu duluan aja Lan, nanti aku nyusul..."ucap Tasya sambil menuju ke kaca untuk merapikan kembali make up nya.


"Aku tunggu di sini Nat..."


5 Menit kemudian Tasya keluar, kini dia sudah kembali segar setelah memoles kembali lipstik dan juga sedikit make up karena tadi Tasya sudah mencuci mukanya...

__ADS_1


__ADS_2