
Happy reading...
"Ehemmm..."
"Reyhan??? "vara menutup mulutnya sambil matanya terbelalak ke Tasya
****** gua " Vara
Hadeeehh .. sejak kapan Reyhan berdiri di sana. Bodohnya kenapa kita nggak sadar sih?? pasti Reyhan marah bangat karna tau kalau Adrian adalah mantan gua..
"sayang... kita pulang yuk udah malam.." ucap Vara sambil menarik tangan Juna. Saat ini dia ingin mencari posisi aman..
"oke baiklah...
Kita pulang dulu ya bro.. Natasya cepat sembut ya..." ucap Juna
"Makasih Juna udah datang..." sahut Tasya
Merekapun berlalu meninggalkan Tasya dan Reyhan..
Emang dasar si Vara nggak bertanggung jawab, dia yang memancing perang dunia ke dua malah enak-enakan kabur. Ngeri bangat gua liat wajahnya Reyhan..
Kini tinggal lah Tasya berdua dengan Reyhan. Reyhan masih membisu tak mau bicara bahkan dia tidak membahas tentang Adrian. Reyhan sibuk memainkan ponsel di tangannya entah apa yang dia kerjakan di sana. Sementara Tasya masih menonton TV sambil sesekali mencuri pandang ke arah Reyhan.
"sayang..."
"kenapa?? "jawab Reyhan ketus tanpa menoleh.
__ADS_1
"Lagi ngapain sih?? "tanya Tasya
"Lagi kerja.. "ujar Reyhan
Tuh kan dia masih marah...
"Ya udah, kalau gitu aku tidur..." ucap Tasya sambil membaringkan badannya dan menarik selimut hingga menutupi kepalanya..
Tasya merasa sedih karena di cuekin oleh Reyhan, apalagi karena masalah sepele. Baginya Adrian tidak pantas untuk di cemburui toh Tasya sudah tidak menyimpan perasaan apa-apa sama Adrian. Adrian adalah cinta pertama yang tak pernah di ingatnya.
Akhirnya Reyhan menghampiri Tasya di ranjangnya dan menarik selimut Tasya hingga ke dada, karena takutnya Tasya sesak napas. Tapi alangkah terkejutnya Reyhan melihat Tasya berurai air mata.
"sayang, kenapa menangis?? "tanya Reyhan Reyhan sedikit khawatir lalu menyeka air mata Tasya yang masih menetes.
"aku nggak nangis.." jawab Tasya sambil memiringkan badannya ke kiri dan membelakangi Reyhan..
"sayang, ma'afin aku ya.. terus terang aku sangat marah setelah tau kalau dokter Adrian itu adalah mantannya kamu. Dari awal aku tidak suka dengan cara orang itu menatap kamu, memperlakukan kamu, aku benar-benar takut kehilangan kamu.." ucap Reyhan sambil mengambil posisi tidur di sebelah Tasya dan memeluk Tasya dengan erat.
Tasya membalikkan badannya dan membenamkan kepalanya di dada Reyhan..
"aku tidak akan tergoda oleh laki-laki manapun Rey, di hatiku cuma ada kamu.." Tasya mendongakan kepalanya dan menatap lekat Reyhan..
Dengan cepat Reyhan meraih bibir Tasya dan menempelkan bibirnya di sana. Mereka berciuman dengan sangat mesra karena memang sudah lama tidak melakukannya. Hingga Reyhan tak kuasa menahan hasratnya, Reyhan ingin mencumbui Tasya malam ini tetapi dengan cepat Tasya menyadarkannya karena mereka sedang berada di Rumah sakit..
"sayang.. aku tidak bisa lagi menahannya. Aku akan melakukannya pelan-pelan dan tidak akan menyakiti bayi kita" bisik Reyhan..
"aku tau sayang, tapi liatlah itu ada kamera cctv " ucap Tasya sambil menunjuk ke arah kamera cctv di pojokan sana..
__ADS_1
"arrgghh... besok kita pulang ya sayang, aku sudah tidak sabar.."
Tasya hanya tersenyum melihat tingkah Reyhan. Hingga pada akhirnya mereka tidur pulas dalam dekapan penuh cinta..
***
Pagi ini Tasya sudah di perbolehkan untuk pulang. Nenek sudah datang bersama dengan para pengawalnya.
"Kita pulang naik mobil nenek ya.." ucap nenek sambil tersenyum.
"Tapi nek, mobil Rey kan ada di sini. Jadi Rey sama Natasya naik mobil Rey aja ya nek.. "
"mobil kamu biar di bawakan Sandi (pengawal nenek) kamu sama Natasya naik mobil nenek aja. Nanti kamu malah nggak pulang ke rumah nenek lagi.."
"nenek tenang aja, nanti kita bakal pulang ke rumah nenek. Sekarang Rey sama Tasya pulang ke rumah dulu, kan kita belum ambil barang kita nek.. " terlihat Reyhan memohon.
"sini kunci mobil mu, dan ayo masuk ke mobil nenek.. " ucap nenek tegas
Reyhan tak punya pilihan lain selain menyerahkan kunci mobilnya ke nenek dan masuk ke dalam mobil mewah punya neneknya itu. Tasya pun hanya menurut.
Sebenarnya Reyhan sangat berat untuk tinggal di rumah neneknya, Reyhan ingin tinggal berdua saja dengan Tasya.
Apalagi Reyhan baru bertemu dengan neneknya, jadi dia belum merasa dekat. Sepanjang jalan Reyhan dan Tasya hanya bicara seperlunya. Tasya menyandarkan kepalanya di bahu Reyhan sambil memejamkan matanya. Sedangkan pikiran Reyhan berkecamuk dia memikirkan bagaimana cara supaya bisa tinggal di rumahnya saja. Di tambah lagi Reyhan jadi kepikiran bik Ani, wanita yang sudah lama mengabdikan diri untuknya yang sudah di anggap seperti ibu kandung sendiri, tidak tega rasanya meninggalkan wanita itu, mungkin saja bik Ani akan pulang kampung dan tinggal dengan anaknya..
***
jangan lupa like komen dan vote ya saudaraku..♥️
__ADS_1