
Happy reading....
Reyhan menancapkan gas mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumahnya. Terlihat jelas kekesalan di wajahnya. Padahal dia sudah berusaha untuk mau tinggal di rumah neneknya, tapi malah ini yang terjadi. Tasya pun hanya diam tanpa bicara sepatah katapun.
cewek tadi cantik bangat ya, gimana kalau Reyhan tiba-tiba mau menikah dengannya??
Tasya mamadang Reyhan yang ada di sebelahnya.
"kenapa sayang?? "ternyata Reyhan menyadari tatapan mata Tasya.
"nggak apa-apa... cewek tadi cantik ya? masih muda dan seksi lagi.." ucap Tasya pelan tapi tetap terdengar oleh Reyhan.
"sayang, aku nggak suka ya kamu bahas cewek tadi... "Reyhan memandang Tasya kesal.
"ma'af...."
Tak lama kemudian mereka sampai di rumah. Reyhan memapah Tasya untuk masuk ke dalam rumah. Karena memang Tasya masih lemes dan belum sanggup untuk berjalan sendiri.
Setelah pintu rumah terbuka Tasya tiba-tiba menutup hidungnya, karena hidungnya mencium bau tak sedap dari rumahnya hingga membuat perutnya terasa mual..
"kenapa sayang?? "tanya Reyhan
"kenapa bau bangat sayang, aku mau muntah.." rengek Tasya
"apanya yang bau sih?? "Reyhan mencium bajunya dan dia merasa tidak bau dan masih terasa aroma wangi parfumnya.
"sayang... nggak kuat... aku pengen muntah. Bawa aku ke kamar cepat sayang, di sini bau.."
aneh, apanya yang bau??
__ADS_1
Dengan cepat Reyhan membopong Tasya menuju ke kamarnya. Setelah tiba di kamar Tasya langsung menuju ke kamar mandi karena tidak bisa lagi menahan mualnya. Tasya berjongkok di wastafel dan memuntahkan semua isi perutnya. Reyhan mengelus lembut punggung Tasya, setelah itu membawa Tasya kembali ke kamar dan membaringkannya di tempat tidur.
"sayang apa masih bau?? "tanya Reyhan karena melihat Tasya masih menutup hidungnya.
"iyaaa bau.. perutku nggak enak bangat jadinya.." hikzzz
"ya udah kalau gitu aku mandi dulu ya.."
"emmmm.."
Reyhan berendam di bathup dengan memasukkan sabun aroma bunga kesukaan Tasya sebanyak-banyaknya supaya wangi. Dia menghabiskan waktu selama 30 menit untuk berendam di sana. Tapi setelah selesai mandi dan kembali ke kamar Tasya kembali enek mencium aroma wangi sabun yang di gunakan Reyhan tadi.
"masih bau??" tanya Reyhan.
"iyaa, ini bau bangat.. kamu pakai apa sih?? "
"sabun yang biasa kamu pakai sayang.. wangi kok.. " ucap Reyhan sambil mencium wanginya.
"terus aku mandi lagi?? "tanya Reyhan
"nggak usah... aku mau makan, lapar bangat.."
"mau makan apa sayang?? aku G-food aja.."
"bakso.."
"hahh??? bakso?? ini masih pagi sayang?? kamu aja belum makan nasi, masa udah mau makan bakso. Lagian mana ada yang jual bakso pagi-pagi begini.."
"ya udah, kalau gitu aku nggak mau makan.." ucap Tasya sambil memiringkan badannya dan membelakangi Reyhan.
__ADS_1
Tuh kan ngambek lagi...
"sayang.... makan yang lain aja. nggak boleh lo makan bakso terus apalagi kamu belum makan apa-apa.." Reyhan mencoba membujuk Tasya sambil membelai rambut Tasya.
"ya udah, kalau gitu aku mau makan sop gurame tapi buatan kamu sendiri. Nggak mau yang di beli di luar.."
"sop gurame ?? " Reyhan mengerutkan keningnya.
"iya sayangku..." ucap Tasya sambil tersenyum sumringah.
Sayang.. permintaannya jangan yang aneh-aneh dong. Bikin telor ceplok aja aku nggak bisa, apalagi bikin sop gurame..
"kamu nggak mau ya masakin buat aku??" Tasya mencebik
"aku nggak bisa masak sayang.." Reyhan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"papi nggak sayang sama kita dek, masa mami minta di bikinin sop gurame aja papi nggak mau.." ucap Tasya sambil mengelus-ngelus perutnya
"ya udah.. aku masakin.. "
Reyhan berdiri dari duduknya hendak menuju ke dapur.
"sayang..." panggil Tasya
"kenapa lagi? " tanya Reyhan
"semangat..!! "ucap Tasya sambil tersenyum manja...
Reyhan hanya tersenyum melihat tingkah manja istrinya itu. Lalu bergegas menuju ke dapur sambil otaknya berpikir keras bagaimana caranya memasak sop gurame.
__ADS_1
"mengurus Perusahaan pak Herlambang sekaligus mengurus Restoran dan hotelku lebih gampang dari pada memasak sop gurame. Emang gini bangat ya kalau istri lagi ngidam.." gumam Reyhan
****