Warna Cinta Natasya (SEDANG DI REVISI)

Warna Cinta Natasya (SEDANG DI REVISI)
58


__ADS_3

Happy Reading...


Sepanjang perjalanan ke Rumah Sakit Tasya hanya diam tampa bicara sepatah kata pun. Dia sibuk memainkan ponsel di tangannya, memainkan game kesukaannya. Sedangkan Reyhan sesekali menatap wanita di sebelahnya itu. Hingga tibalah mereka di depan Lobby utama Rumah Sakit. Tasya buru-buru turun tampa mencium punggung tangan suaminya. Reyhan yang sudah terlambat karena ada meeting penting langsung menancapkan gasnya menuju kantornya tanpa mempermasalahkan kelakuan istrinya itu.


Dengan langkah yang terburu-buru Tasya menuju ke ruangannya karena jam di tangannya hampir menunjukan pukul sembilan. Tasya yang selama ini sangat disiplin merasa malu karena datang terlambat, apalagi kemaren dia tidak masuk kerja...


"Dokter Natasya, akhirnya dokter datang juga.. Kangen bangat aku tuh sama bu dokter..." ucap Vara sambil menggandeng tangan Tasya


Entah darimana datangnya karena Tasya tidak terlalu memperhatikan.


"Makasih ya suster Vara Dita cantik udah kangen sama aku. Padahal baru sehari kemaren nggak ketemu.." ucap Tasya sambil menarik gagang pintu ruangannya..


"yeee... sehari rasa sebulan Tasya ku sayang, lagian bukan gua aja kali yang kangen sama lo..."


"emang siapa lagi yang kangen ma gua??"


"tuh...."


Vara menunjuk Arlan yang berdiri di ujung koridor. Ternyata Arlan baru saja dari ruangan Tasya mencarinya namun Tasya tidak ada dan bertemu Vara..


Tasya melirik ke arah Arlan yang tersenyum manis padanya. Lalu Arlan pun berjalan mendekati Tasya dan Vara.


"Nat, gua tinggal dulu ya. mau cek pasien di IGD.. "ucap Vara


Padahal Vara sengaja meninggalkan Tasya karna tak ingin mengganggu privasi atasannya tersebut..


"Tunggu Var..." Tasya menarik tangan Vara namun tidak berhasil karena Vara sudah berlalu dengan cepat...

__ADS_1


Dengan terpaksa Tasya membuka pintu ruangannya dan masuk ke dalam di ikuti oleh Arlan di belakangnya..


"Ada yang bisa saya bantu pak Arlan? "tanya Tasya


"Nat, sudah ku bilang panggil Arlan aja.."ucap Arlan sambil menarik kursi depan meja praktek Tasya dan duduk di sana.


"Nat, kemaren Desi datang kesini, dia ngundang kita ke acara Peresmian Klinik Bersalinnya dia. kamu bisa kan pergi bareng?" tanya Arlan sambil menatap Tasya penuh harap


Desi adalah dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan di Rumah Sakit itu sebelum memutuskan Resign dan membangun Klinik sendiri. Tasya mengenal Desi dengan dekat, karena mereka 3 tahun bersama di Rumah Sakit itu. 3 bulan yang lalu Tasya juga pernah bertemu Desi dan Desi menceritakan tentang kliniknya yang akan segera di buka dalam waktu dekat. Dia juga meminta Tasya untuk datang, namun dia belum tau kapan waktunya. Arlan juga mengenal Desi, karena Desi adalah teman dekatnya waktu SMA.


"Gimana Nat, mau kan????"


"Gimana ya, apa aku berangkat bareng Arlan aja ya? nggak enak juga kalau aku nggak datang. mau ngajakin Reyhan takutnya dia lagi sibuk. Lagian aku juga lagi kesal bangat sama Reyhan..."


"Nat.... kok malah ngelamun sih? "


"iya Lan, aku mau.... " ucap Tasya


Arlan tersenyum penuh kebahagiaan karena Tasya mau pergi bareng ma dia.


"Tapi bentar ya Lan, aku sarapan dulu.."


"Baiklah Nat, aku ke ruangan ku dulu ya. Nanti kalau udah siap kabari aku ya.."


Arlan meninggalkan ruangan Tasya dengan penuh senyum kebahagiaan.


"Var, lo di mana? temanin gua sarapan, gua tunggu" Tasya menelpon Vara..

__ADS_1


Setelah menelpon Vara, Tasya memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas dan bergegas menuju kantin Rumah Sakit itu. Tak lama kemudian Vara pun datang menyusul Tasya.


Tasya memesan ayam goreng lengkap, sop iga sapi dan juga jus jeruk panas..


"Nat, kok elo nggak nanya gua dulu? gua lagi pengen nasgor nih..."ucap Vara yang hanya terdiam melihat Tasya memesan makanan.


"pesan aja Vara sayang, biasanya juga pesan sendiri..."


"bukannya lo pesen punya gua satu? lo pesan 2 porsi lo Nat..."


"ya buat gua lah Vara..! "Tasya greget


"Busyet rakus amat lo... yaudah, gua pesan lagi nih.."


Vara memanggil pelayan kantin itu dan memesan nasgor serta jus jeruk panas.


Tiga puluh menit kemudian pesanan mereka sudah tertata di meja. Tasya melahap ayam goreng dengan nasi lengkap dan juga di campurkan dengan sop iga sapi. dengan lahapnya Tasya makan, tampa mempedulikan Vara yang dari tadi menatapnya..


"Nat... "


"Emmm...


"Lo udah berapa hari nggak makan? "tanya Vara pelan-pelan takut kedengaran meja disebelahnya..


"Baru tadi pagi belum sarapan, kenapa emang?" ucap Tasya dengan mulut yang penuh makanan


"Elo tu kayak orang yang belum makan seminggu tau nggak? "Vara terkekeh

__ADS_1


"Apaan sih... daripada lo sibuk nonton gua makan, lebih baik nasi goreng lo itu dimakan, nanti keburu dingin nggak enak.." sahut Tasya


Dan akhirnya mereka fokus pada makanan masing-masing...


__ADS_2