Warna Cinta Natasya (SEDANG DI REVISI)

Warna Cinta Natasya (SEDANG DI REVISI)
57


__ADS_3

Happy reading gaes....


Tengah malam Tasya terbangun dari tidurnya karena perutnya terasa lapar. Apalagi dia tadi belum sempat makan dan juga sudah memuntahkan semua isi perutnya..


Tasya meraba-raba tempat tidur sebelahnya, tapi tidak menemukan Reyhan di sana. Di liriknya jam di dinding kamar itu menunjukan pukul satu tengah malah...


Kemana perginya Reyhan? "gumam Tasya


Lalu bangkit dan berjalan keluar kamar dan dilihatnya di bawah sangat gelap, berarti Reyhan sedang berada di ruangan kerjanya..


Ceklek... Tasya membuka pintu ruangan itu...


"sayang... kok kamu nggak tidur sih? "tanya Tasya yang melihat Reyhan sibuk dengan laptopnya...


"aku belum bisa tidur sayang, lagian ada pekerjaan yang harus aku kerjakan.. kamu kok udah bangun?? "tanya Reyhan


"aku nyari kamu... "jawab Tasya manja


"kamu kan lagi sakit sayang, ayo tidur lagi..."


"nggak mau, aku pengen disini nemenin kamu kerja... "ucap Tasya sambil duduk di pangkuan Reyhan


"kalau kayak gini gimana aku mau kerja sayang, yang ada nanti aku malah ngerjakan yang lain.. "ucap Reyhan sambil memeluk Tasya


"ya udah, aku duduk di sofa aja.. "ucap Tasya lalu ingin berdiri


Namun dengan cepat Reyhan menahannya.


"nggak boleh duduk disini aja, siapa suruh tadi mancing-mancing.."ucap Reyhan sambil nempererat pelukannya dan kini bibirnya menempel di leher Tasya..

__ADS_1


Lalu pandangan Tasya tertuju pada meja kerja Reyhan di depannya, ada sesuatu yang beda di sana. Dia melihat fotonya yang di ambil secara candid oleh Reyhan, foto itu diletakkan di atas meja kerja itu. Dan lagi dia tidak menemukan satu pun foto Wulan disana. Bahkan didinding ruangan itu yang biasanya di dominasi dengan foto Wulan, kini hanya fotonya saja yang menghiasi dinding itu, tentu dengan foto candid yang sangat lucu dan menggemaskan. Tasya merasa sangat bahagia karena kini Reyhan sudah bisa melupakan Wulan..


Melihat Tasya yang hanya diam karena lehernya terus di cium oleh Reyhan, Reyhan pun menjadi lebih ganas. Kini dia mulai menghisap leher itu hingga meninggalkan bekas merah di sana..


"iiihh sayang.. geli... "ucap Tasya sambil menjauhkan lehernya dari bibir Reyhan...


tiba-tiba perut Tasya bunyi..


"kriuk..kriuk...


"kamu lapar sayang ? " tanya Reyhan


Tasya mengangguk malu-malu..


"ayo kita turun ke bawah... "ucap Reyhan sambil menggandeng tangan Tasya menuju ke bawah..


"masih pusing sayang??


Reyhan membuka lemari makanan. Ternyata tadi bik Ani sudah masak sangat banyak, jadi tinggal di panaskan aja dengan microwave...


"sayang... aku suapin ya... "


"emmmm... "Tasya mengangguk


Tidak lama Tasya menghabiskan sepiring nasi. Lalu meminta Reyhan mengupas buah-buahan untuknya..


"sayang.. jangan terlalu banyak makan buahnya nanti kamu sakit perut.. "ucap Reyhan yang melihat buah dipiring Tasya hampir habis di makannya..


Tasya hanya tersenyum..

__ADS_1


"sayang.. bobok yuk udah ngantuk ni.. "tampak Reyhan sudah berkali-kali menguap..


Lalu mereka kembali ke kamar. Sesampainya di kamar Reyhan langsung memejamkan matanya, sedangkan Tasya sibuk memainkan game di ponselnya karena memang dia belum ngantuk.


Pagipun menjelang, Reyhan sudah bersiap-siap untuk berangkat kerja sementara Tasya masih tertidur pulas. Reyhan sengaja tidak membangunkannya karena setau dia Tasya lahi kurang sehat. Reyhan mencium kening Tasya karena dia ingin segera berangkat kerja. Tasya mengeliat dan membuka matanya..


"jam berapa sayang??


"udah jam tujuh tiga puluh sayang...


"Whatt??? Tasya bangkit dari tidurnya..


"kok nggak bangunin aku sih?? aku kan mau kerja sayang, aku bisa terlambat.." Tasya menangis seperti anak kecil sambil memukul dada Reyhan dengan kedua tangannya..


"aku pikir kamu masih nggak enak badan, makanya aku nggak bangunin kamu.."Reyhan menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"aku nggak sakit sayang.. aku marah sama kamu.." ucap Tasya lalu bergegas menuju kamar mandi


Reyhan masih setia menunggu Tasya dengan terus menatap jam di tangannya. Pagi ini ada meeting penting dengan klien yang tak bisa ditinggalkan. Sementara Reyhan juga tak ingin Tasya marah padanya..


Setengah jam kemudian Tasya keluar dari kamar mandi.


"aku nggak mau berangkat sama kamu, aku bisa bawa mobil sendiri.."ketus Tasya


"Tapi sayang, kamu kan lagi sakit. aku nggak mau kamu kenapa-napa. kamu cepatlah bersiap-siap aku akan mengantarmu.."


Akhirnya dengan terpaksa Tasya menuruti perintah Reyhan. Di perjalan Tasya hanya diam, berkali-kali di ajak bicara oleh Reyhan Tasya hanya diam sambil melihat-lihat keluar jendela mobil..


"bahkan disaat ngambek pun istri gua cantik bangat seperti bidadari. lagian aneh masa gara-gara itu aja ngambek. Emang kenapa kalau terlambat? jika kamu dipecat aku bisa mendirikan Rumah Sakit yang lebih besar dari itu.. " gumam Reyhan dalam hati, sambil sekali-sekali mencuri pandangan lewat kaca spion..

__ADS_1


******


Like dan komen kalian merupakan semangat buat saya.. terima kasih ya😁🙏


__ADS_2