XAVIORA KENANYA

XAVIORA KENANYA
XAVIORA 103


__ADS_3

...SELAMAT DATANG DI CERITA INI !!!...


...SEPERTI BIASA DAN SETIAP SAAT BAKAL AKU SELALU INGATIN KALIAN UNTUK APA? UNTUK LIKE KOMEN SEBAGAI TANDA ATAU PEMBERITAHUAN KALAU KALIAN BACA DNA SUKA SETIAP CERITA AKU. JIKA ADA KESALAHAN ATAU KETIKAN MAAFIN YA....


...AKU MAU NGUCAPIN MAKASIH KESEKIAN KALINYA KE KALIAN KARNA TANPA KALIAN AKU GAK BAKAL BISA SELAMA INI DAN SEBETAH INI BIKIN CERITA UNTUK KALIAN WKWKWK....


...JANGAN LUPA FOLLOW !!...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.VIORA...


...@THEYCALLME.VIORA...


...@THEYCALLME.VIORA...


...JANGAN LUPA DI FOLLOW KARNA KADANG SUKA SPOILER BAB BAB YANG AKAN DATANG!!...



“Beneran ada job di sana kamu?” Tanya bunda memastikan putrinya.


Saat ini ada inti AD tanpa Ayes karna Ayes tengah pulang ke rumahnya dan keluarga Vior lengkap ada Bryan dan Aksa yang memang menginap.


“Ko ayah baru tau kalau kamu model?” Tanya Ayah juga.


“Abian gimana?” Tanya bunda, pertanyaan demi pertanyaan terus muncul tanpa satupun sempat Vior jawab.


“Lama kamu di sana?” Ayah kembali bertanya


“Uang jajan kamu kurang?”


“Berangkatnya kapan?” Tanya bunda


“Ayah transfer seberapa gajih job kamu gimana?”


“Gimana Vior mo jawab kalau kaya gini, baru mo jawab yang satu malah muncul lagi pertanyaan!!” Ucap Vior sambil menggeleng.


“Abisnya kamu dadakan! Tiba-tiba bilang ada job di Dubai kan gak lucu!”

__ADS_1


“Kemarin hiatus, yah. Tanya aja nih managernya bang Jean” Jean yang di tunjuk langsung kaget dan mengangguk.


“Iya yah, mayan juga gajihnya”


“Ayah bisa bayar sama seperti gajih job nya!!”


“Ayah iih masa gitu!” Ucap Vior.


“Pokoknya Vior berangkat! Abian di ajak nanti kalo kerja dia sama Ayes tenang aja” ucap Vior.


Tentu saja tak mungkin tak ada perdebatan antara Vior dan Xavier tentang masalah ini. Xavier kekeh ingin ikut karna merasa kalau kembarannya ini tengah berbohong.


“Gak bisa dong! Masa lo ikut-ikut sekolah ijin mulu kek punya bapak lo aja” ucap Vior,


Keduanya tengah berdebat di halaman belakang.


“Ya emang punya bapak gue! Gue tetep ikut!”


“Gak!”


“Ikut!”


“Gue cuman berapa hari doang! Lo ngapa gak bisa banget jauh dari gue dah!!


“Karna lo adek gue! Dan lo terlalu banyak yang di sembunyiin!!”


“Gue udah bilang semuanya ya!!”


“Semuanya tapi masih ada yang belum kan?”


Xavier menimbang-nimbang ucapan Vior, cuman berdua? Ah bertiga dengan Abian? Xavier memang menunggu moment ini akrna dirinya banyak seklai pertanyaan tetang Vior.


“Gimana?” Tanya Vior.


“Oke janji?” Vior tersenyum


“tapi kalo gue gak selamat, gue minta maaf gak bisa nepatin janji gue Vier” batin Vior


Vior memeluk abangnya itu erat, sangat erat seperti perpisahan terakhir.


“Gue sayang sama lo tau! Jadi tunggu gue pulang okey? Gue yang teraktir pokoknya” ucap Vior.


“Gue tunggu!!”


Keduanya masuk kembali ke dalam, mereka semua belum tau kapan Vior akan berangkat padahal nanti pagi itpun berangkatnya akan menggunakan pesawat pribadi milik AD namun Vior akan meminta orang suruhannya memakai gps dirinya pergi ke Dubai.


Kalau semua berjalan lancar di Afghanistan barulah Vior dan yang lain terbang ke Dubai untuk mengambil foto sesuai yang di katakan ke ayah dan yang lain.


“Berangkatnya kapan?” Tanya ayah.


“Nanti subuh yah” ucap Vior.


Ayah hanya mengangguk, Vior tak mau berbohong namun apadaya sudah dari lama dirinya berbohong. Munafik seorang manusia tak pernah berbohong,


Oh ya mereka tak berada di rumah depan tetapi berada di rumah utama, rumah ini di khususkan untuk orang tertentu saja yang boleh datang seperti keluarga dan kerabat dekat.


“Bun yah, kita prepare dulu ya?” Jean meminta ijin yang langsung di bolehkan oleh ayah dan bunda.

__ADS_1


“Vior juga”


“Kamu beneran mau berangkat dek?” Tanya ayah memastika.


“Ayah? Kita udah bicarain ini hampir tiga jam lebih loh?” Ayah menghela nafasnya.


“Yaudah iya” ucap ayah.


Vior menggendong Abian yang tengah bermain membawanya ke kamar untuk menemani Vior, padahal Vior tengah menenangkan diri sambil memeluk Abian.


Membohongi orang tua sedari lama itu benar-benar beban untuk Vior, ini juga tak sepenuhnya Vior berbohong karna memang dirinya ada kerjaan yang akan ke Dubai sekalian saja dirinya berfoto-foto nanti.


“Maafin Vior ya” gumam Vior.


“Ami aad pa? (mami maaf apa?)”


“Gapapa, ayo siap-siap!! Kita jalan-jalan” ucap Vior bersemangat walau matanya berkaca-kaca.


...🌑🌑🌑...


“Beneran gak perlu di anter ke bandara?” Vior mengangguk.


“Ayah sama bunda dan yang lain d rumah aja masih pagi, nanti Vior kabarin kalo udah berangkat”


Terdengar deru motor sport menggema, awalnya tak ada yang ngeh karna di komplek ini rata-rata mereka punya motor gede juga.


“Anj motor Abra cok!!” Ucap Bryan membuat mereka menoleh ke arah pagar.



Rumah utama keluarga Adison itu dua lantai di bawah tanah dan empat lantai di atas tanas termasuk roftop nya. Dan Abra berada di depan pagar yang tak jauh dan tak dekat juga dnegan pintu utama.


“Nyari siapa ya den?” Tanya satpam.


“Xaviora Kenanya Adison” ucap Abra


Xavier dan Bryan berjalan menghampiri Abra yang berada di depan pagar. Woi ini jam tiga dini hari loh ko bisa anak ini berada di sini,


“Lo ngabarin di grub?” Tanya Xavier curiga dengan ulah Bryan.


“Gue salah kirim chat keberangkatan Vior mo kasih mami” ucap Bryan.


“Kebiasaan lo!”


“Ngapain Ab?” Tanya Xavier sambil membuka pintu.


“Gue udah tau semuanya”


“Trus?” Tanya Xavier.


“Gue agak kecewa, dna gue harap lo kasih tau yang lain juga. Tapi kesampingkan itu dulu! Xavior mana? Dia beneran mau ke Dubai?”


“Kalo itu keputusan kamu, bunda sama ayah dukung” Vior menghela nafas lalu mengangguk.


“Nitip Abian” ucap Vior ke Argan


...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...

__ADS_1


__ADS_2