XAVIORA KENANYA

XAVIORA KENANYA
XAVIORA 126


__ADS_3

...SELAMAT DATANG DI CERITA INI !!!...


...SEPERTI BIASA DAN SETIAP SAAT BAKAL AKU SELALU INGATIN KALIAN UNTUK APA? UNTUK LIKE KOMEN SEBAGAI TANDA ATAU PEMBERITAHUAN KALAU KALIAN BACA DNA SUKA SETIAP CERITA AKU. JIKA ADA KESALAHAN ATAU KETIKAN MAAFIN YA....


...AKU MAU NGUCAPIN MAKASIH KESEKIAN KALINYA KE KALIAN KARNA TANPA KALIAN AKU GAK BAKAL BISA SELAMA INI DAN SEBETAH INI BIKIN CERITA UNTUK KALIAN WKWKWK....


...JANGAN LUPA FOLLOW !!...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.VIORA...


...@THEYCALLME.VIORA...


...@THEYCALLME.VIORA...


...JANGAN LUPA DI FOLLOW KARNA KADANG SUKA SPOILER BAB BAB YANG AKAN DATANG!!



...


Vior diam sambil menatap Abra, mata Vior memang menatap Abra tetapi telinga nya tengah meminta pelindung dirinya untuk mencari tau orang yang membicarakannya sedari tadi.


“Cewek gatel”


“Cuman mobil doang ribet”


“Miskin”


“Mobil dari om-om aja bangga”


“Iya padahal bis...”


Ponsel iphone 14 pro max yang baru saja rilis itu namun Vior sudah memilikinya di lempar tepat terkena wajang perempuan ya g belum menyelesaikan ucapannya itu.


“Syalan lo!!” Ucap temannya karna perempuan it pingsan.


“What do you mean? baby girl (apa maksudmu? Baby girl)” tanya Abra yang matanya masih terfokus ke mata Vior yang saat ini memerah bukan menangis tetapi menahan amarah nya.

__ADS_1


“Xaviora!” Panggil Xavier dengan nada rendah.


“Lo yang beresin? Atau gue yang beresin?” Tanya Vior ke Xavier namun sama seperti Abra mata mereka masih tetap saling tatap.


“Lo mau? Silahkan. Ayah dan grandpa belum tina di Indonesia” sontak Vior menyunggingkan senyumnya.



Dua monster haruskah bangkit secepat ini? Siapapun tolong cegah otak mereka sejalan karna mungkin bakal selalu ada pertumpahan darah di masa yang akan datang oleh keduanya.


“bye my sweet (sampi jumpa manisku)” ucap Vior sebelum pergi dari lapangan itu.


“My sweet??” Batin Abra melenyot mendengarkan.


Vior menyeringai saat jarak antara dirinya dan Darren tak jauh, Darren memutar bola mata nya malas. Kenapa? Karena mungkin mulai sekarang pekerjaan nya semakin banyak.


Twins devils yang sedari kecil di pisahkan agar tak menjadi moster keduanya, namun sekarang ke khawatiran itu percuma karna keduanya sudah menajdi mosnter dengan isi otak psikopat itu.


“Bring my phone back and don't forget that bonus I made for myself. (Kembalikan ponsel gue dan jangan lupa bonus yang gue buat untuk diri gue sendiri.)”


“intact or not? (Utuh atau tidak?)”


“Aku ingin bermain-main dengannya” Darren mengangguk.


Deru mobil sport menggema memasuki area sekolah, Ace dengan mobil sport baru full modif itu masuk ke dalam sekolah dan berhenti tepat di depan Vior dan Darren.


“Yo broo” ucap Ace saat turun dari mobil.


“XAVIERR!! BUNDA KIRIM PESAN BILANGIN TEMEN LO SEMUA BUAT DATENG BESOK UNTUK SYUKURAN”


“IYAAAAA” tak kalah kencang suara Xavier menjawab ucapan Ace.


Kalau mereka berulah yang kena sanksi ya Ace nantinya, bakal bayar denda 10juta sekali mereka berulah.


“Mending lo siapin duit, karna ni bocah bakal belajar jadi dokter” ucap Darren seraya masuk pintu mobil.


Vior masuk ke dalam mobil bersama yang lain, lihat saja nanti malam Vior akan cosplay menjadi dimter bedah. Ah mungkin murid-murid di sekolah Adison bakal berkurang satu persatu mulai sekarang jika mengusik Vior.


...🌑🌑🌑...


“Trus gimana mobil lo?” Tanya Xavier sambil menyomot pentol pedas yang akan di makan Vior.


“Argan yang urus” ucap Vior sambil fokus ke tv.


“Ayes jadi balik ke rumah orang tua nya?” Tanya sang abang lagi,


“Hmmm”


“Sama Darren?”


“Iya”


“Gue nanti malam keluar, mo balapan”


“Oke”


“Lo mo ikut?”

__ADS_1


“Gak gue ngantuk”


“Ini rumah gede sepi banget dah”


“Hmm”


“Bunda ayah dan yang lain mampir Singapure dulu kan katanya?”


“Iya beli oleh-oleh”


“Abian mana?”


“Lagi tidur”


“Tidur mulu tu anak”


“Seharian full main”


“Yaudah, gue mau berangkat deh. Kalo ada apa-apa hubungin gue” ucap Xavier lalu mengecup pipi sang adek dan mengambil kunci motor.


Xavior menghubungi Jean untuk menjemputnya, dirinya pastikan kalau kembarannya itu sudah bernagkat. Vior pun ke kamar Abian menyiapkan barang-barang sang anak agar ikut ke markas.


Tak mungkin Vior meninggalkan anaknya sendirian kan, bisa-bisa hal tak di inginkan terjadi. Jean dan ya g lain berada di rumah Vior samping rumah depan milik Xavier. Yang mana berarti rumah no 3 yang mereka tempati.


“Vior” panggil Jean.


“Ya”


“Gue tunggu di depan”


“Okee”


Vior menggendong Abian dan memabwa satu tas perlengkapan Abian, Jean mengambil alih tas dan membawakannya.


“Lo bakal jadiin dia apa kali ini”


“Gak gue macam-macam in”


“Gue tau lo”


“Idk mungkin santapan kucing”


Oh ayolah, Jean tak mau melihat Vior yang seperti ini. Vior akan bermain dengan pisau bedah nya tanpa merasa kasihan.


Kalau dirinya sudah berkata permainan maka apapun yang di ucapkan nya akan menjadi kenyataan. Vior adalah algojo sebenarnya walau dirinya tak pernah turun langsung saat misi hanya pembuat strategi tapi dia lah yang akan menghabisi orang-orang yang di bawa ke markas.


“Ami”


“Iya sayang?”


“Us mi (aus mami)”


“Baca doa dulu”


“Amin” ucap Abian lalu menikmati dodot nya sambil melanjutkan tidur.


Di minta doa malah bilang amin aja, mau heran tapi ini anak Vior heran kelakuan emak sama anak. Sama aja gak ada yang beres dan benernya.

__ADS_1


...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...


__ADS_2