XAVIORA KENANYA

XAVIORA KENANYA
XAVIORA 122.


__ADS_3

...WELCOME !!...


...JANGAN LUPA FOLLOW INSTAGRAM DI BAWAH INI BESTIEEE !!...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@THEYCALLME.QUEEN ...


...@THEYCALLME.QUEEN ...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.VIORA ...


...@THEYCALLME.VIORA ...


...@THEYCALLME.VIORA...


...JANGAN LUPA FAVORITKAN DAN LIKE KOMEN JUGA YA!! SEMOGA KALIAN BETAH DAN SUKA TERUS SEMUA CERITA AKU. TINGGALIN JEJAK TERUS YA BIAR AKU TAU KALAU KALIAN SELALU BACA CERITA AKU !! ...


...OH IYA!!!! JANGAN LUPA BACA JUGA ...


...ARCELLA QUEENZIE ...


...DAN...


...XAVIORA KENANYA ...


...TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA !!!



...


“Haruskan grandpa memulai pembicaraan?” Xavier baru menyadari setelah mendengar suara grandpa nya.


“Sejak kapan?” Tanya Xavier.


“Kamu nanya?” Ucap sang ayah dengan logat Dilan tiktod.


“Ck! Xavier serius”


“Ayah” panggil Vior dengan suara beratnya yang mana seketika menjadi hening.

__ADS_1


“Grandpa adalah tetua atau pendiri utama Angels Devils yang mana sekarang di ketuai oleh Xavior, ketua sebelumnya adalah Alm Justin yang mana abang dari Jean”


“Bertele-tele gak sih bapak tua satu ini?” Ucap Ayah.


“Ekhmm!!” Grandpa berhedem kesal.


“Yaya sorry”


Grandpa menceritakan semuanya dan sampai dimana Vior di bawa ke AS atas kejadian dimana hampir membunuh teman mereka, benar Xavier baru mengingat kejadian ini dan saat itu lah dirinya di pisahkan dengan sang adek.


“Alterigo? Vivian?” Bingung Xavier.


Kalau soal AD mafia milik sang kakek itu Xavier sudah tau dari cerita sang ayah namun dirinya kira itu hanya candaan saja jadi dia sendiri tak memikirkan.


“Haii” Vior melambaikan tangan ke Xavier sambil tersenyum.


“Aku Vivian, tapi aku gak bisa lama karna Vior mengijinkan aku menyapamu sebentar saja. Tolong jaga mereka yang ada di sini ya Xavier, mereka baik dan sayang sama kalian”


“Hah? Eh????? Maksudnya” karna setelah keceriaan itu tiba-tiba berubah menjaud sikap serius yang mana berarti Vior sudsh membuat Vivian kembali tidur.


“Setelah Justin meninggal, Vior mengambil alih semua nya menjadi ketua sekaligus perancang strategi. Tapi semenjak Justin meninggal kita tak pernah melalukan misi berbahaya lagi kecuali kemarin”


“Ohh” gumam Vior membuat Jean dan inti AD mafia menggaruk tengkuk lehernya.


“Sebelum lanjut, maaf juga buat Ayes karna kita gak ngasih tau yang sebenarnya itu perintah Vior karna tak ingin lo terlibat ke ranah yang berbahaya”


“Puncak komedi gak si hahaha” Xavier masih tak bisa mencerna apapun yang di katakan orang-orang di dalam ruangan ini ternasuk ucapan ayah dan kakeknya.


“Dan luka ini gue dapet waktu ke Dubai, lebih tepatnya gue ke Afghanistan karna ada job nyelamatin anak pengusaha dan sekaligus membereskan penculikan anak”


Semua di ceritakan membuat Xavier pusing dirinya tak tau harus bereaksi seperti apa,


“Lucu ya hahaha! Gue cabut” ucap Xavier. Berdiri lalu mengambil jaket nya.


Kenapa? Kenapa dan kenapa? Padahal dirinya sudah terlalu sering hampir membuat anak orang masuk igd dan sekarat kenapa tak dirinya yang di didik lebih berat? Kenapa harus adeknya?


Bukan Xavier merasa iri karna adeknya sellau bersama grandpa grandma nya! Tapi Xavier memikirkan pendidikan berat yang di berikan dan tekanan berat yang di berikan bahkan di cerita itu Vior selalu jadi incaran para musuh karna strategi yang di buatnya.


Dan dirinya? Menikmati hidup dengan berantem selama beberapa tahun ini, tapi adeknya sedari kecil mendapat tekanan? Walau ya hasilnya tidak begitu jelek juga.


Xavier memarkirkan motornya di salah satu parkiran bar di mana teman-temannya berada saat ini.


“Mereka ada?” Tanya Xavier ke satpam yang memang sudah jadi teman lama nya.


“Ada dari tadi”


“Thanks”

__ADS_1


“Yoi”


Abra terlihat duduk dengan raut wajah kesal, bagaimana dirinya tidak kesal beberapa jam lalu dia pergi ke rumah sakit namun tak di perbolehkan masuk dengan alasan Vior tak bisa di besuk dulu malam ini.


“Woi gila” ucap Marvel lalu mencoba menahan tangan Xavier yang meneguk minuman berkadar 95% alkohol langsung dari botolnya.


“Bry sepupu lo nih gila!!” Teriak Galen


“Cari Ganesh, gue mau tu bocah malam ini” perintah Xavier yang sudah menghabiskan setengah botol minuman itu duduk di samping Abra.


“Mau ngapain?” tanya Abra


“Nyawa nya” ucap Xavier sambil menyunggingkan senyum nya.


Xavier mengambil ponselnya menghubungi staff bar,


“Sepuluh juta, malam ini bawa ke hadapan gue! Gue kasih waktu satu jam” ucapnya.


Xavier benar-benar gila sepertinya, memberikan sayembara menemukan Ganesh diamanpun berada dan bawa dia malam ini dalam waktu satu jam akan mendapatkan sepuluh juta bahkan yang paling cepat membawa nya bisa dapat lima belas juta.


Siap yang tidak tertarik kan? Mau Ganes bonyok atau enggak yang jelas bawa dia ke hadapan Xavier akan dapat duit.



(FOTO SEBAGAI PEMANIS JANGAN TERPANCING EMOSI)


Foto Ganesh tertera di layar panggung benar-benar muka Ganesh entah Xavier mendapatkan fotonya dari mana, padahal jika dia ingin dalam waktu seperkian detik juga dirinya dapat menemukan Ganesh sekarang tapi ya bagaimana pun malam ini dirinya akan menghabiskan uangnya.


Di waktu yang bersamaan,


Ganesh mendapat kabar kalau dirinya di cari Xavier padahal dia sudah tak ada menghubungi Xavior lagi menbuatnya ketakutan, bahkan saat ini Ganesh memesan tiket keberangkatan sekarang keluar negeri agar tak di temukan Xavier.


“Bry anj ini cok!!” Ucap Galen menahan tangan Xavier yang ingin minum lagi namun tetap gagal karena di tepis Xavier.


“Lo ada masalah?” Tanya Abra


“Ada”


“Masalah apa?” Tanya Marvel


“Gak tau juga, pengen mabok aja gue”


“Serah lo deh Xav”


“Iya lah”


“Jnck” sahut Marvel kesal.

__ADS_1


...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...


__ADS_2