
...SELAMAT DATANG DI CERITA INI !!!...
...SEPERTI BIASA DAN SETIAP SAAT BAKAL AKU SELALU INGATIN KALIAN UNTUK APA? UNTUK LIKE KOMEN SEBAGAI TANDA ATAU PEMBERITAHUAN KALAU KALIAN BACA DNA SUKA SETIAP CERITA AKU. JIKA ADA KESALAHAN ATAU KETIKAN MAAFIN YA....
...AKU MAU NGUCAPIN MAKASIH KESEKIAN KALINYA KE KALIAN KARNA TANPA KALIAN AKU GAK BAKAL BISA SELAMA INI DAN SEBETAH INI BIKIN CERITA UNTUK KALIAN WKWKWK....
...JANGAN LUPA FOLLOW !! ...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN ...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.VIORA...
...@THEYCALLME.VIORA...
...@THEYCALLME.VIORA...
...JANGAN LUPA DI FOLLOW KARNA KADANG SUKA SPOILER BAB BAB YANG AKAN DATANG!! ...
Hari ini mereka berangkat ke Bali namun masih belum pada kumpul di rumah Xavier, hanya ada Bryan bersama Aksara. Sekarang Xavier dan yang lain tengah berada di rumah utama.
Inti Ravispa akan ikut ke Bali menggunakan mobil sekaligus liburan bersama dengan para inti Valdalas entah bagaimana mereka Ravispa ikut yang jelas mereka maksa terutama Aksa yang maksa ingin ikut.
“Jadinya pake mobil apa?” Tanya Xavier karna memang sudah ada beberapa mobil di depan milik mereka dan ayahnya.
“Rubicorn gimana?” Tanya Vior,
“Kan gue udah make rubicorn Vi” ujar Aksara,
“Bry lo pake mobil apa?” Tanya Vior
__ADS_1
“Kan gue join mobil Aksa, mamah bilang biar gantian nyetirnya” Vior mengangguk.
“Yaudah alphard aja” ucap Vior.
“Dari tadi kek!! Pak tolong masukin ke alphard ya” pinta Xavier, Dua koper besar dan satu koper sedang dan satu tas ransel khusus perlengkapan Abian.
Setelah semua siap mereka langsung menuju rumah depan yang mana rumah Xavier untuk berkumpul atau titik kumpul mereka sebelum berangkat.
“Bun masih belum ya?” Tanya Vior.
“Kalian mau ke depan kan? Nanti bunda minta mamang anter deh”
“Gak basi kan bun?”
“Enggak dek” Vior mengangguk.
“Vi Bian eek” teriak Aksa,
“Dihh!! Yang bener Sa!!!”
“Jangan teriak-teriak!!” Tegur bunda menbuat Vior terkekeh lalu berlari meninggalkan dapur,
Vior mengecek celana Abian benar saja anak laki-lakinya ini buang air besar padahal mereka sudah siap tinggal berangkat ke rumah depan.
Setelah membersihkan eek Abian, Aksa dan Vior pun menyusul Xavi dan Bryan yang sudah lebih dulu berangkat ke rumah depan.
Sebenarnya Aksa tak mengijinkan kalau inti Ravispa mengajak perempuan takut kejadian seperti waktu itu saat mereka liburan bersama, tapi Vior bilang jangan seperti itu biarkan saja teman Aksa membawa kekasih. Awalnya Aksa ragu tapi kembali lagi ke awal apapun yang Vior mau mereka bakal turuti selagi bisa.
Mereka rata-rata membawa supir walau nanti bakal gantian tentunya terutama Xavier dan Vior yang memang harus bawa supir karna bunda tak mengijinkan kalau mereka berdua saja.
“Xav” panggil Abra,
“Kenapa?” Xavier melirik Abra sekilas karna tengah memeriksa ransel miliknya.
“Gue boleh deketin Vior?” Xavier menghentikan kegiatannya lalu menatap Abra yang tengah menatapnya juga.
( ABRA )
( XAVIER)
“Apapun yang menyangkut Vior gue gak pernah sepelein Ab, lo paham dengan ucapan gue kan?”
“Makanya gue ijin sama lo, karna gue ngehargain lo sebagai abangnya Vior”
“Lo boleh deketin dia, tapi kalau lo nyakitin dia abis lo dapat gue! Lo tau gue kek gimana kan Ab”
__ADS_1
“Ck, berarti boleh kan?” Xavier mengangguk.
“Ingat ucapan gue Ab” peringat Xavier,
“Pasti, makasih Xav” Abra pun pergi menghampiri Vior dan Abian yang tengah berada di ayunan depan rumah.
“Jadi lo ijinin?” Tanya Aksa yang memang tak sengaja menguping pembicaraan keduanya.
“Ijin untuk dekat bukan untuk pacaran karna bakal ada tes buat cowok yang mau pacaran dengan Vior” Aksa menepuk bahu Xavi menyetujui ucapan sepupunya itu.
Mereka pun berkumpul setelah semua di pastikan siap mau itu barang maupun mobil di cek juga takut ada kerusakan atau apapun lah.
“Mau bareng gue gak?” Tanya Abra ke Vior,
“Hah?” Cengok Vior
“Lo satu mobil bareng gue gimana? Abian juga”
“Kesambet setan depan gerbang lo?” Tanya Vior.
“Gue serius”
“Gue juga serius buat ngehajar lo sekarang juga Ab” ucap Xavier datang sambil merangkul adeknya.
“Lo tadi udah ijinin”
“Yaudah si Ab ntar di sana juga bisa lo kalau mau deket Vior! Sekarang berangkat dulu” ucap Aksa,
Abra dan Xavier jika bertengkar bakal seimbang karna keduanya sama-sama brutal, awalnya yang menyarankan bikin geng motor ini saja Xavier dan harusnya dia yangg menjadi ketua tetapi Xavier tak ingin alhasil Abra yang menjadi ketua Valdalas.
Mereka pun masuk ke dalam mobil masing-masing, Abian sangat senang entah kenapa seperti tau sedang di bawa jalan-jalan. Xavier menggendong Abian karna tak tega membiarkan adeknya memangku Abian.
Mobil-mobil mereka berangkat bersama beriringan sesekali, benar-benar menyenangkan perjalanan mereka saat ini.
Sekitar beberapa jam kemudian, mereka berhenti di rest area berderet mobil mereka di parkiran. Abra yang turun dari mobil langsung menghampiri mobil Xavier dan Xavior untuk membantu membawa Abian.
Sebenarnya mobil Vier dan Vior beberapa kali berhenti tadi entah untuk istirahat atau ganti popok Abian, begitupun dengan mobil yang lain karna memang mereka tak perlu sampai dengan cepat harus santai saja di jalan.
“Tidur?” Vier mengangguk sambil memberikan Abian ke Abra.
Karna parkiran rest area dan tempat istirahat itu agak jauh, Vior mengeluarkan payung kecil untuk menutupi Abian agar tak kepanasan.
“Pake stroller gak dek?” Tanya Vier,
“Baw...” ucapan Vior di potong oleh Abra,
“Gak usah” Xavier mengangguk lalu mengikuti mereka menyusul yang lain.
...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...
__ADS_1