XAVIORA KENANYA

XAVIORA KENANYA
XAVIORA 120


__ADS_3

...WELCOME BESTIEEE🖤...


...APA KABAR NICHHH? BTW UDAH JOIN GRUB SAMA FOLLOW INSTAGRAM KITA BELOM? BELOMMMM? WAHHHH JAHAD BINGIT WK YAUDAH YUKK YUKKKK...


...YUKKK FOLLOW YUKKK...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...DI TUNGGU YAA!!!...


...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....


...KALIAN INGAT YA INGATTTT!!! ...


...KALAU AKU TUH SELALU MANTAU KOMEN KALIAN WKWK, BTW BUKA IG KITA YA AKU KADANG BIKIN JEDAGJEDUG PARA ANAK-ANAK DAKJEL WKWK GAK DENG ANAK-ANAK AKUHH ANJASS...


...BESTIEEEEEEEEEEEEEEE........


...SPAMM KOMEN DONGGGGGG........


...KALIAN MAU PART APA GITU ATAU APA KEK BUAT KEDEPANNYA BIAR AKU DAPAT INSPIRASI GITU CERITANYA WKWKWK. LAGI BUTET BANGET NI OTAKKKK GAK BISA MIKIR JADI BANTU DONG HELP HELP HELPPPPPPP!!!!!!...


...🚫BACA NOTE JANGAN LUPA BIAR PAHAM DAN GAK DI KOMEN KARNA BAHASA ATAU LOKASI MEREKA!...


...BAKAL MAKIN BANYK BAHASA KASAR JADI DI MAKLUMI DAN JANGAN DI TIRU KARNA GAK BAIK BUAT DOSA KLEAN BAKAL NAMBAH BANYAK ☺️...



“Ami ema acal git bi (mami oma nakal gigit Bian)”


“Apa katanya nak?” Tanya mamah Jenni sambil terkekeh geli melihat reaksi Abian.


“Oma nakal gigit Bian katanya” sambil terkekeh Vior memberitahu,

__ADS_1


Dua jam berlalu saking asiknya mereka berbincang, ayah Abra datang menjemput pulang istrinya bukan karna tak suka cuman ayah Abra tak ingin istrinya kecapean jadi harus istirahat seperti anak kecil siang harus tidur atau diam di rumah rebahan.


“Loh? Kan mamah bilang gak usah di susul bentar lagi juga pulang” ucap nyonya Rexandez


“Dari dua jam yang lalu kamu bilang sebentar lagi pulang, tapi di tunggu di rumah gak pulang-pulang”


“Ck, cuman sebentar itu”


“Iya-iya” ucap ayah Abra,


“Vior gimana keadaannya?” Tanya ayah Abra ke Vior.


“Cuman luka biasa gak terlalu parah om” Xavier memutar bola matanya malas mendengar ucapan sang adek.


Apakah Vior mengira Xavier bodoh? Dia juga bisa membaca hasil dari dokter karna memang pernah belajar saat ikut Bryan bolos ke rumah sakit saat SD.


Karna sudah terlalu lama di rumah sakit, mamah Abra dan sang suami pun pamit pulang. Dan sebelum pulang ternyata ayah Abra memesankan makanan untuk mereka yang ada di ruangan ini.


“Yes, tidurin di kamar sebelah aja pintunya jangan di tutup” Abian tertidur setelah full bermain sedari tadi.


“Ace” panggil Vior dengan suara rendah nya.


Ace yang fokus bermain game bersama Vier langsung menoleh sekilas namun kembali fokus ke ponselnya lagi.


“Horace Martinus!!” Kini suara Vior agak berat.


“Anj” kaget Ace dan Xavier,


“Kenapa lo lepas!!” Xavier langsung melempar ponselnya dan memencet tombol urgent untuk memanggil dokter.


“Ölmek isleýärsiňmi? Horace Martinus. (Apa kau mau mati? Horace Martinus.)” Xavier mengabaikan ucapan Xavier tapi dirinya menatap Ace dengan tatapan tajam.


Walau sepertinya sifat dan perilaku Vior saat ini berlebihan ke Ace tapi bagi kedua orang ini tidak karna menurut Vior, Ace hrus mendapat teguran karna bisa saja rahasia yang mereka jaga selama ini terbongkar begitu saja.


“Maaf” ucap Ace


“Jarum infusnya di lepas dok!” Ucap Xavier memecahkan ketegangan.


“Anjir lo ngapain Vi?” Tanya Ayes.


Ace menunduk karna memang sorot mata yang begitu tajam menatap dirinya sedari tadi. Walau Vior bisa mengontrol Vivian tapi Vior tak terlalu bisa mengontrol emosi dan tatapan nya jika sudah benar-benar kesal.


“Susul mereka Jean, minta hukuman dari nya!” Ayes dan Xavier saling lirik lalu karna mereka bingung apa yang Vior dan Ace bicarakan.


“Baik” Ace buru-buru pergi karna dirinya sudah tak bisa berkata apapun lagi di ruangan utu serasa oksigen yang ada di dalam habis tanpa bersisa.


“Aw” ringis Vior saat jarum itu masuk membuat Xavier menatap dokter dan perawat dengan tatapan tajam nya.

__ADS_1


“Maaf” ucap perawat gemetar takut.


“Ace kemana?” Tanya Ayes.


“Nyusul Jean dan yang lain” ucap Xavier.


Padahal Xavier tak tau kemana Jean dan yang lain hanya mengikuti ucapan Vior saja.


Vior tiba-tiba menangis membuat Xavier semakin tak karuan melihat adiknya seperti ini. Tangis Xavior histeris semua yang ada di dalam ruangan ikut panik.


“Ada gue di sini, heyy!!”


Sebisa mungkin Vior menahan amarah dan rasa ingin membunuh orang saat ini. Kenapa Vior marah? Dirinya juga tak tau emosi nya seketika tak karuan cuman karna hal sepele tak mungkin menjadi seperti ini.


“LO KENAPA VIVIAN!!” Batin Vior dengan kesal


“MATII MATIIIIII” di sela tangis Vior dirinya bergumam


“Heyy!!” Xavier menenangkan adeknya memeluk bahkan terus memberikan kekuatan.


“Adekk?”


“Adek abang? Princess”


“Akhhh hikss sak hikss sakittt” hati Vior sakit sangat sakit dirinya tak tau kenapa.


Beri tahu Vior apa yang terjadi dengan dirinya sekarang!! Vior menangis sejadi-jadinya sudah hampir dua puluh menit dikter dna yang lain juga bingung bahkan Abian sampai terbangun karna terlalu ribut.


Ayes menenangkan Abian sedangkan Xavier menenangkan Vior.


BRAKKK


Jean dan yang lain datang setelah mendapat pesan dari Ayes kalau Vior histeris, mereka semua belum pernah melihat Vior seperti ini tetapi mereka pernah mendengar cerita dari Justin.


Cerita dimana pikiran Vior kacau, perasaannya tak jelas membuatnya gelisah takut dan marah sekalgus menjadi satu. Kalau seperti ini di diamkan dan tak ada yang mengetahuinya akan terjadi dua hal pertama Vior melukai dirinya sendiri dan yang kedua dia akan mengijuti kata hati nya yang mana terjadi pertumpahan darah.


Argan, Ace dan Darren menyingkirkan barang-barang yang bisa membahayakan atau menjadi alat untuk melakukan hal tak di inginkan.


“Vior”


“Pakk!!” Jean baru melihat darah bercucuran dari lengan Bior yang dirinya cengkram sedari tadi.


“Xavier” Vier menatap Jean lalu melirik ke bawah mengikuti arah mata Jean.


“Sebenarnya lo kenapa? Siapa yang bikin lo kaya gini? Si bngst itu ? Liat aja abis dia malam ini” batin Xavier.


Tangisan Vior yang tadinya kencnag berubah menjadi dengkuran kecil di pelukan sang abang, dokter di minta mengobati luka Vior dan memasangkan kembali infus nya.

__ADS_1


...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...


__ADS_2