
...SELAMAT DATANG DI CERITA INI !!!...
...SEPERTI BIASA DAN SETIAP SAAT BAKAL AKU SELALU INGATIN KALIAN UNTUK APA? UNTUK LIKE KOMEN SEBAGAI TANDA ATAU PEMBERITAHUAN KALAU KALIAN BACA DNA SUKA SETIAP CERITA AKU. JIKA ADA KESALAHAN ATAU KETIKAN MAAFIN YA....
...AKU MAU NGUCAPIN MAKASIH KESEKIAN KALINYA KE KALIAN KARNA TANPA KALIAN AKU GAK BAKAL BISA SELAMA INI DAN SEBETAH INI BIKIN CERITA UNTUK KALIAN WKWKWK....
...JANGAN LUPA FOLLOW !!...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.VIORA...
...@THEYCALLME.VIORA...
...@THEYCALLME.VIORA...
...JANGAN LUPA DI FOLLOW KARNA KADANG SUKA SPOILER BAB BAB YANG AKAN DATANG!!...
“Ck!! Badmood seketika!!” Jean menatap Vior yang tengah mengambil pisau bedah.
“Lo kenapa?” Tanya Jean.
“Akhhhh!!!” Vior duduk menahan nyeri di dadanya dan menangis tiba-tiba membuat Jean panik.
“Heyy!!”
“Lo kenapa!!”
“Xaviora!!”
“Viora!!!” Vior menangis sejadi-jadinya tanpa tau ap yang terjadi.
Jean mengambil pisau bedah di tangan Vior menjauhkannya lalu memeluk sang adek, tapi tetap Vior menangis sejadi-jadinya.
“Pindahkan dia ke sell!!” Perintah Jean lalu membawa Vior yang menangis ke atas.
__ADS_1
Mendengar suara tangis itu membuat mereka semua kaget tentunya, mendapati Vior menangis tak karuan di pelukan Jean semakin mereka kaget di tambah panik.
“Kenapa?” Panik Ace, Argan, dan Driell.
“Tenangin dulu” ucap Argan.
Vior di gending seperti bayi koala sampai benar-benar tak terdengar lagi suara tangis yang mana Vior tertidur.
“Cek keberadaan dan keadaan kelaurga Adison” perintah Jean.
Vior di rebahkan oleh Jean di kamar Jean, karna kalau di kamar Bior ada Abian yang tengah tertidur takutnya Vior menangis lagi.
“Semua aman, kecuali Xavior” ucap Renja
“Bicarakan di luar” Jean keluar di ikuti Renja dan yang lain.
“Xavier kenapa?”
“Xavier saat balapan di jebak motornya oleng di tikungan S dan jatuh . Motor Xavier hancur dna Xavier luka nya tak terlalu parah sepertinya karna tak lama Xavier bangun dan memburu lawan nya itu.”
“Lawan nya sekarat dan entah kenapa polisi menggeledah arena balap karna mendengar ada yang pengedar, Xavier di tangkap polisi”
Jean dan yang lain berbicara agar menyeleseaikan semuanya agar saat Vior bangun semua seperti tak terjadi apa-apa.
Di waktu yang sama,
Anggota Valdalas berada di kantor polisi juga mencoba mengeluarkan Xavier, bahkan Abra juga menghubungi orang terpercayanya namun belum bisa karna saat Xavier menghajar lawan balapnya tadi di bertepatan polisi datang.
“Gimana Xavier?” Tanya Aksa yang baru datang.
Tak sedikitpun Xavier membuka suaranya, bahkan sampai di bentak dirinya hanya menatap para polisi yang tengah mengintrogasi ya itu.
“Xav” Aksa dan Xavier saling tatap lalu. Xavier kembali menatap polisi utu
“Bokap bakal urus”
“Kalian ini sementang anak orang kaya seenaknya sama hukum!”
“Gak usah, lo balik jaga Vior dan Abian aja. Mereka cuman berdua di rumah” polisi seketika curiga dengan Xavior dan Abian juga rumah mungkin Xavier lah pengedar menurut para polisi.
“Lokasi di ketahui pak”
“Oke ke lokasi” Xavier tau maksut mereka dan langsung menendang meja di depan nya sampai mendorong polisi itu ke belakang.
“Anj” sahut Aksa.
“Mereka mengincar Vior!!”
Kericuhan terjadi hampir sepuluh menit, tentu Abra dan yang lain ikut mendnegar Vior menjadi sasaran polisi.
“Polisi Indonesia sangat kacau ya” gumam Jean sambil masuk ke dalam bahkan melihat Xavier dan yang lain tengah di todong pistol.
__ADS_1
“Mendodongkan pistol ke remaja baru puber apakah boleh?” Tanya Jean.
Jean bersama sekertaris Vior dan satu pengacara terpercaya dan terbaik dari keluarga Adison, berjalan dan stop di belakang para anak-anak yang tengah di todong pistol.
“Kita bisa menuntut hal ini” ucap Renja.
“Darren, semua bukti sudah terekam baik kan?”
“Ya” mereka langsung mencari sumber suara entah dari mana ada suara Darren.
Cctv, yap Darren memantau cctv sedari tadi setelah tau kalau Xavier di bawa ke kantor polisi, semua dirinya pantau dari berbagai sisi cctv.
“Masih tak mau memerintahkan anak buah anda untuk meletakkan pistol itu? Bapak yang terhormat Syahrul Ramadhan” Bapak polisi itu mengangguk atau memberi kode ke anak buahnya untuk menyingkirkan pistol tersebut.
“Anda siapa”
“Saya wali mereka semua” ucap Jean.
“Tak bisa seperti itu”
“Kenapa? Apa perlu saya membuat laporan tentang hal ini juga?”
“Mereka mengancam dan melukai anggota polisi saya, wajar kalau saya meminta mereka mengarahkan senjata”
“Ah begitu ya, bagaimana kalau begini?” Laser merah mengarah ke setiap dada para polisi itu.
“Apa maksud anda!!”
“Ah? Maksud saya sama seperti kata anda, kalian mengancam posisi adek-adek saya termasuk saya”
“Kenapa kacau sekali” ucap ayah Abra.
“Ada apa dengan mu, Abraxas!!” Tanya sang ayah dengan nada sedikit tegas.
“Bapak Rexandez” sapa kepala polisi tersebut.
“Oh ya, Bapak Syahrul?” Mereka bersalaman.
“Puncak komedi” gumam Abra,
“Telat sedikit mungkin nyawa putra satu-satu mu ini sudah tak ada, bapak Rexandez” ucap Abra sambil berdiri.
“Wow? Kenapa bisa?”
“Mungkin kenalan anda bisa memberitahu” kepala polisi itu kikuk ternyata ada putta tunggal kelurga Rexandez.
“XAVIER, BRYAN, AKSARA!!” Panggil tuan Adison atau ayah Xavier.
Tuan Adison setiba di bandara langsung menuju ke kantor polisi setelah mendpaat kabar kalau anaknya di tuduh menjadi pengedar dan melakukan percobaan bunuh diri.
“Shit” gerutu Xavier pelan.
“Tuan Adison?” Kaget polisi itu.
...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...
__ADS_1