XAVIORA KENANYA

XAVIORA KENANYA
XAVIORA 113


__ADS_3

...WELCOME !!...


...JANGAN LUPA FOLLOW INSTAGRAM DI BAWAH INI BESTIEEE !!...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.VIORA...


...@THEYCALLME.VIORA...


...@THEYCALLME.VIORA...


...JANGAN LUPA FAVORITKAN DAN LIKE KOMEN JUGA YA!! SEMOGA KALIAN BETAH DAN SUKA TERUS SEMUA CERITA AKU. TINGGALIN JEJAK TERUS YA BIAR AKU TAU KALAU KALIAN SELALU BACA CERITA AKU !!...


...OH IYA!!!! JANGAN LUPA BACA JUGA...


...ARCELLA QUEENZIE...


...DAN...


...XAVIORA KENANYA...


...TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA !!!...



“Okeyy!! Yang ini gue gak nebak atau kepikiran akalu dia sampe datang!!” Batin Vior menangis melihay ayahnya dengan raut wajah datar itu masuk ke dalam ruangan dengan tidak slayy.


“Apa dirimu tak pernah ku ajarkan sopan santun, Renoza?” Tanya Varzanas atau grandpa.


“Perstan dengan sopan santun! Anakku sekarat dan kalian tak memberitahu ku? Apa kalian menganggap aku sudah mati?”


“Bawa Abian keluar dulu” ucap Vior terbata-bata.


Mental Abian harus di jaga jangan pernah bertengkar di hadpaan anak kecil karna akan menganggu kesehatan mental mereka, dan ingatan pertengkaran itu akan selalu ada sampai kapanpun di otak anak.


“Turun kan nada suara mu!!”


“Apa kalian masih mau aku mari karna perkelahian kalian?” Tanya Vior sambil berusaha duduk dan melepas oksigen di mulutnya.

__ADS_1


Sontak kedua orang tua itu diam dan membantu Vior berduduk, mereka saling tatap lalu membuang muka.



Kakek Vier dan Vior.


“Apa masih terasa sakit?” Tanya sang ayah.


“Iya”


“Tuhan tolong pindahkan rasa sakit yang ada di putriku itu ke diriku” doa sang ayah lalu mengecup luka Vior yang ada di lengan.


“Apa ayah sendiri?” Renoza mengangguk.


“Bisahkah jauhkan tangan mu dari cucu ku?” Grandpa cemburu melihat putra dan cucu nya begitu dekat.


“Saya ayahnya! Kalau anda lupa!”


“Ck dia cucu ku!!”


“Masih mau lanjut bertengakrnya?” Tanya Vior.


Keduanya kembali fokus ke Vior, grandpa menjelaskan ke putranya kejadian dan bagaimana cucu nya bisa terjadi, di situ Vior juga menjelasakan kalau ini semua memang kehendaknya.


“Maafin Vior, yah. Vior tau ini salah tapi tolong jangan larang Vior karna ini sudah jadi tanggung jawab Vior”


“Tapi kamu sampai seerti ini sayang? Ayah sakit hati liatnya!! Kalau tau kamu mau berperang ayah gak bakal biarij kamu pergi. Hancur hati ayah saat tau kamu koma princess!!”


“Maaf” sang ayah hanya menghela nafasnya.


Ego Renoza kalah dengan ego putrinya, baiklah nanti di bicarakan lagi itu saja kepitusan Reno saat ini dia harus fokus untuk pemulihan anaknya.


“Boleh pulang gak si Vior? Kangen sekolah” ucap Vior.


“Kamu baru sadar loh ya!” Ucap grandpa.


“Why not grandpa? (Kenapa tidak grandpa?)”


“Btw yah, abang sama bunda gimana?”


“Abang kamu di skors gara-gara berantem”


“Ko bisa?” Kaget Vior.


“Kamu gak ada kabar dia ngamuk-ngamuk sama nangis tiap malem kek bocah” Vior terkekeh bisa-bisanya abang yang di takuti di tongkrongan jadi cengeng.


“Amiiiii” teriakan Abian dari luar membuat mereka sadar kalau anak,cucu, dan buyut itu berada di luar ruangan.


“Bawa masuk aja Yes” ucap ayah.

__ADS_1


Lantas mereka masuk ke dalam, mata Bior menangkap siluet ibu dan anak yang berada di kursi tunggu di luar.


“Serus kerjaan siapa nih?? Ayah grandpa!! Ibu dan anak itu yang jaga Vior waktu kritis!!” Ayah dan grandpa menoleh ke arah yang di tunjuk.


“Lalu kamu mau gimana princess?” Tanya Grandpa


“Iya kamu mau mereka gimana sweetie?” Tanya ayah.


“Bawa balik ke Indo gimana hehe?”


“Mau heran tapi ini temen gue” ucap Ayes sambil menggeleng.


“Tanya mereka dulu kalau mau ya bawa kalau enggak ya kasih mereka perekonomian yang enak” ucap ayah.


Vior memanggil ibu dan anak itu, mereka berbicang secara kekeluargaan. Dan kedua orang itu memilih ikut dengan Vior karna Vior menjanjikan semuanya kenutuhan mereka dan akan bekerja di rumah Vior.


“Terima kasih pak terima kasih” tangis ibu itu sambil hendka bersujud di kaki ayah Vior namun langsung di tahan oleh ayah Vior.


“Saya yang harus berterima kasih karna anda berdua menyelamatkan anak saya”


“Berarti besok udah boleh balik ke Indo ya?” Gumam Vior.


“Nunggu sembuh” ucap Jean dan yang lain bersamaan.


“Gak mau blee” sahut Vior


“Istirahat dulu baru boleh pulang, soalnya kita ke AS dulu baru ke Indo” jawab grandpa.


“Perawatan di pesawat kan bisa, tinggal bawa dokter pribadi kita aja grandpa!!”


“Jangan dengarkan dia, ayah” ucap Renoza ayah twin ke grandpa.


Akhirnya suasana tegang tadi menjadi damai, tapi terlihat saja damai Renoza dan sang ayah akan berbicara nanti berdua membahas apa maksud dari semua ini dan sampai putrinya yang cantik polos ini jadi ketua dari salah satu mafia yang di takuti.


Vior di minta untuk istirahat, Abian yang memang sudah beberapa hari tak bermain dan tidur dengan mommy nya merengek untuk naik ke brankar Vior.


“Tapi jangan banyak gerak ya? Kakek marah sama Bian kalo bikin mami nya kesakitan” Abian seperti paham maksud kakenya mengangguk.


“Ami ait a? (Mami sakit ya)” Vior mengangguk.


“Btw yah, ayah bilang apa sama bunda kalau mo ke Dubai?”


“Cek perusahaan sekalian jalan-jalan”


“Tumben bunda gak ikut?” Tanya Vior lagi.


“Siapa bilang bunda gak ikut? Bunda di hotel gak ikut ke sini, ayah gak bilang cuman bilang ke perusahaan aja” mereka semua yang ada di dalam ruangan ini hanya menganga kaget.


Jadi? Bunda ikut dan ayah ninggalin bunda di hotel? Gak gak gak bukan itu!! Ini kalau bunda tau Vior kritis begini kelar mereka semua kelar.

__ADS_1


🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤


__ADS_2