XAVIORA KENANYA

XAVIORA KENANYA
XAVIORA 138


__ADS_3

...WELCOME BESTIEEEđŸ–€...


...APA KABAR NICHHH? BTW UDAH JOIN GRUB SAMA FOLLOW INSTAGRAM KITA BELOM? BELOMMMM? WAHHHH JAHAD BINGIT WK YAUDAH YUKK YUKKKK...


...YUKKK FOLLOW YUKKK...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...DI TUNGGU YAA!!!...


...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....


...KALIAN INGAT YA INGATTTT!!! ...


...KALAU AKU TUH SELALU MANTAU KOMEN KALIAN WKWK, BTW BUKA IG KITA YA AKU KADANG BIKIN JEDAGJEDUG PARA ANAK-ANAK DAKJEL WKWK GAK DENG ANAK-ANAK AKUHH ANJASS...


...BESTIEEEEEEEEEEEEEEE........


...SPAMM KOMEN DONGGGGGG........


...KALIAN MAU PART APA GITU ATAU APA KEK BUAT KEDEPANNYA BIAR AKU DAPAT INSPIRASI GITU CERITANYA WKWKWK. LAGI BUTET BANGET NI OTAKKKK GAK BISA MIKIR JADI BANTU DONG HELP HELP HELPPPPPPP!!!!!!...


...đŸš«BACA NOTE JANGAN LUPA BIAR PAHAM DAN GAK DI KOMEN KARNA BAHASA ATAU LOKASI MEREKA!...


...BAKAL MAKIN BANYK BAHASA KASAR JADI DI MAKLUMI DAN JANGAN DI TIRU KARNA GAK BAIK BUAT DOSA KLEAN BAKAL NAMBAH BANYAK â˜ș...



“Apa gue masih pantas berteman sama mereka? Gue udah bunuh orang bahkan gue gak ada rasa bersalah dan kasian sama orang yang gue bunuh” batin Vior


“Mikir apa hmm? Ayo duduk” ajak Jean menarik Vior pelan.

__ADS_1


“Gimana badan lo ada yang gak enak?” Tanya Adriell


“Maaf” kalimat pertama Vior ke mereka setelah sadarkan diri.


“Yaelah belum lebaran kali Vi” ucap Ace.


“Gue masih pantes hidup gak si? Gue udah bunuh orang tapi gue gak ngerasa apapun malah kaya biasa aja. Gue hikss gue takut lo hiks lo pada hiks taku hiks takut sama guee” tangisan Vior pecah.


Argan yang memang lebih dekat dengan Vior memeluk perempuan itu sambil menenangkan, mereka baru sadar ternyata yang membuat Vior diam seharian ini karna merasa tidak pantas untuk berada di dekat siapapun.


“Lo kebanyakan tidur apa hah? Jan gile deh lo” ucap Ace


“Kalo cuman kaya gitu gak di temenin atau di jauhin apa kabar kita yang title nya sebagai pembunuh bayaran Vi?” Tanya Darren.


Memang benar, apa Vior lupa? Kalau dia ketua dari Angel Devils? Oh ayolah Vior apa perlu berlarut dengan hal seperti ini? Mereka juga pantas mendapatkan hal itu karna mereka hidup cuman untuk menambahkan dosa dengan perbuatan yang tiap hari berzina.


Vior cuman membantu mereka bertemu dengan Tuhan lebih cepat apa salahnya iyakan?.


Hampir satu jam mereka bersda di atap, perbincnagan yang awalnya serius terus menerus menjadi candaan entah apapun yang mereka bahas. Vior juga merasa lebih baik dna berniat meminta maaf ke orang tua dan yang lain karna mengabaikan mereka tadi siang.


“Darren noh tadi Vi berantem” Vior yang tengah melihat Argan bermain game di ponselnya langsung menatap ke Darren.


“Cepu lu” ucap Darren kesal,


“Tunggu!!” Jean baru menyadari setelah satu jam setengah mereka berada di atap rumah sakit kalau Vior tak memakai infus pangas saja wajah Vior sudah putih di tmabah semakin pucat.


“Takut muka Bang Je serem” bisiknya ke Argan.


“Vior! Infus lo kemana!!” Tsnya Jean


“Jawab aja ada gue gapapa” ucap Argan sambil memeluk perempuan itu juga sambil menaruh ponselnya.


“Di kamar lah orang Vior lepas ribet bawa nya” ucpa Vior pelan namun dapat di dengar. Vior juga tak menoleh sedikitpun ke mereka hanya memeluk Argan dan menutupi wajahnya di dada bidang Argan.


“Oh god!!” Gumam Jean yang sudsh sangat frustasi menghadapi adek perempuannya.


Yang lain mendengar ucapan Vior hanya menggeleng dan meminit pelipisnya heran ada orang kaya Vior ini?


“Ayo turun sudah mau pagi” ajak Driell.


“Panggil dokter Ren kalo udah sampe bawah, infusnya harus di pasang ulang” perintah Jean


“Cerewet” gumam Vior pelan hanya Argan yang dapat mendneagr tentunya membuat Argan terkekeh.


“ di gendong Argan apa gue?” Tanya Jean sebelum berdiri.

__ADS_1


“Bang Argan” gumamnya.


Jean langsung pergi meninggalkan mereka di susul yang lain di belakang, aelama menuruni tangga Jean mendumel kesal kenapa dirinya baru menyadari kalau Vior tak memakai infus.


Setiba di kamar, karna cukup berisik akibat geresak-gerusuk mereka ayah, Xavier dan bunda pun terbangun.


“Loh?” Kaget bunda saat melihat mereka membuka pintu terutama melihat Vior yang di gendong Argan.


“Adek dari mana?” Tanya bunda. Vior menatap bunda lalu sedetik kemudian tangis Vior pecah dan meminta turun dari gendongan Argan lalu memeluk bunda.


“Bunda maafin Vior hikss” bunda juga memeluk Vior dan mengatakan tak apa-apa.


“Darimana?” Tanya ayah ke Driell


“Dari roftop yah”


“Kok?”


“Keluar jam 2 tadi sendirian makanya kita ikutin” ayah mengangguk karna masih setengah sadar.


“Nih dokternya” ucap Darren datang bersama dokter.


“Kenapa ada dokter” tanya bunda.


“Tau kan bun orang gak ada yang sakit” sahut Vior


“Bun gak liat? Muka Vior pucet banget teus juga dia gak pake infus” Jean mengadukan rungkah laku Vior yang di kuar nalar itu.


“Vior!!” Vior menghela nafas oke sepertinya bunda nya yang gak menye-menye kembali.


Vior kembali di pasangkan infus, ayah bilang yang lain boleh istirahat terutama inti AD yang akan bernagkat besok siang ke AS.


“Ko gak bilang!!!” Kesal Vior


“Kan udah dari lama planning nya” ucap Jean


“Tau lo pikun belum juga tua” ucap Ace


“Gue kan baru sembuh”


“Hoamm bosan dengan tingkah laku lo” Ace menguap sambil berucap demikian membuat Vior memanyunkan bibirnya.


“Kita ke kamar sebelah ya ngantuk” Vior mengangguk saja terserah lah dirinya juga ngantuk.


Tanpa ada yang sadar sedari masuk tadi, Xavier cuman dia duduk di sofa memperhatikan kembarannya itu entah apa yang di pikirkannya.

__ADS_1


...đŸ–€JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENđŸ–€...


__ADS_2