XAVIORA KENANYA

XAVIORA KENANYA
XAVIORA 55


__ADS_3

...SELAMAT DATANG DI CERITA INI !!!...


...SEPERTI BIASA DAN SETIAP SAAT BAKAL AKU SELALU INGATIN KALIAN UNTUK APA? UNTUK LIKE KOMEN SEBAGAI TANDA ATAU PEMBERITAHUAN KALAU KALIAN BACA DNA SUKA SETIAP CERITA AKU. JIKA ADA KESALAHAN ATAU KETIKAN MAAFIN YA....


...AKU MAU NGUCAPIN MAKASIH KESEKIAN KALINYA KE KALIAN KARNA TANPA KALIAN AKU GAK BAKAL BISA SELAMA INI DAN SEBETAH INI BIKIN CERITA UNTUK KALIAN WKWKWK....


...JANGAN LUPA FOLLOW !!...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...



Seperti yang si katakan Xavier untuk membiarkan Vior selama sisa liburan mereka di rs benar-benar terjadi, sisa satu hari terakhir Vior baru di perbolehkan pulang. Bahkan dirinya sudah merengek tapi tak ada yang mengasihani nya.


“Semua rencana yang gue bikin huaaaaa” teriak Vior.


Semua yang sudah Vior rencanakan memang tidka dia laksanakan tapi rencana itu di ambil alih oleh keluargat, abang dan sepupu-sepunya untuk mengajak jalan-jalan bersama Abian.


“Yang sabar deh bestiee” ejek Ayes.


“Diem deh lo” kesal Vior.


Ayes juga ikut pergi jalan-jalan dengan abang dan sepupu-sepupunya juga Abian. Betapa keslanya Vior namun bagaimanapun dirinya juga tak bisa berbut apa-apa.


Pikihan yang sulit dari ayah saat itu, pilih keluar dari rs tapi semua aset di batasi atau tetap di rs semua aman, dan Vior memilih tetap di rs saat itu membiarkan rencana yang sudah di buatnya jadi harapan yang akan datang.


“Yakin gak mau jalan dulu sebelum ke bandara?” Tawar Ayes.

__ADS_1


“Gak”


“Ce elah judes banget neng hahhaa” puas rasanya Ayes melihat Vior seperti ini. Selama beberapa hari ini Ayes benar-benar membalaskan dendamnya.


Terserahlah Vior memilih tiduran di dalam kamarnya, bahkan dia tak bisa bertemu Abian karna keluarganya memonopoli Abian membuatnya begitu frustasi.


...🌑🌑🌑...


Mereka semua tiba di Indonesia dengan selamat, berakhir sudah liburan dan besok sudah kembali ke real life yang sangat sibuk bagi siapapun. Dan sekarnag mereka tengah sarapan lagi untuk pergi ke sekolah.


“Ami mam yu (mami makan yuk)” ucap Abian.


Pasti ini Xavier yang meminta Abian untuk mengajaknya makan, ah sudahlah dirinya tak bisa marah juga karna kesalahan dirinya.


“Muka lo keriput keseringan cemberut” sindir Xavier.


“Mau gue serut muka lo?” Tanya Vior.


“Bahasanya bagus banget ya? Ada Abian loh ini” ucap bunda.


“Maaf bun abisnya adek gemes banget” ucap Xavier sambil menggigit bahu Vior.


“Sabar Vior sabar sabar” gerutu Vior.


Selesai sarapan keduanya berangkat masing-masing karna Vior malas saja harus berdebat dnegan abangnya nanti.


“Huaa kangen banget” ucap Sasa dan Lia sambil memeluk Vior saat tiba di kelas.


“Gue juga kangen lo pada”


Karna Vior tiba di sekolah mepet dengan waktu masuk mereka pun tak berbincang lama, btw tak ada hawa keberadaan inti Valdalas di kels ini.


“Njir! Tu anak bolos” batin Vior.


Orang yang di maksud Vior ya kembaran seakigus abangnya sendiri, bisa-bisa nya hari oertama sekolah abangnya sudah bolos dan lagi apa-apaan hari pertama sudah langsung belajar dan ada soal begini.


Pelajaran selesai begitu lama bagi murid-murid, mereka berhamburan keluar kelar pergi menuju tempat yang selalu dan akan selalu di jadikan markas utama di sekolah tak lain dan tak bukan adalah kantin.


“Mba nasgor satu”


“Ayan geprek om tiga level lima”


“Marimas jambu satu, tehjus apel satu, air es satu mba”


“Seblak level tiga mang”

__ADS_1


“Teh es siapa nih woi”


“Anj jangan dorong-dorong!!”


“Pake duit lo dulu deh”


Begitulah suasana kantin jika sudah jam istirshat para siswa-siswi memenuhi kantin karna tenaga dan akal sehat mereka terkuras oleh pelajaran.


“Rame banget gila” ucap Lia.


“Gak kerasa aja mau kelas tiga” sahut Sasa.


“Masih enam bulan lagi ya bestiee” ucap Vior.


“Trus gimana nih?” Tanya Lia.


“Gue laper tapi” ucap Lia lagi.


Padahal Vior berencana mengajak teman-temannya ini kembali ke kelas tapi mendnegr Lia yang sudha lapar alhasil Vior mengurungkan niat nya untuk kembaki ke kelas dan membiarkan Lia mengantri makanan.


“Gue benci banget liat mukanya!!”


“Sok cantik deh”


“Gue ada rencana”


“Baru hari pertama jangan dulu”


“Gak asik lo”


“Gak usah ribet deh Dar, gue males hari pertama sekolah gue malah sibuk ngurusin tu cewek” ucap Gaby.


“Ck!! Yaudah minggu depan” ucap Dara.


“Gue ngikut aja si” sahut Tina.


Ribut-ribut yang sedari tadi dari semua murid menjadi hening seketika, alasan kantin menjadi hening karna inti Valdalas memasuki area kantin.


Siapa yang tak mengenal inti Valdalas kan? Adabyang tka mengenalnya? Kalau begitu kita jelaskan dan perkenalkan lagi mereka.


Dua orang yang tengah bercanda dan sesekali merayu murid perempuan itu adalah Bryan Anderson dan Marvel Agustiar para inti Valdals, orang yang tengah fokus ke ponselnya sesekali melihat ke depan adalah Galen Adhitama paraninti Valdalas.


lalu orang yang tengah mengerutkn dahinya karna sepertinya sedang kesal adalah Xavier Kenanzo A wakil dari Valdalas, dan yang terakhir, si gunung es dan yang paling susah di tebak Abraxas Haiden Rexandez ketua dari Valdalas.


Inti Valdalas masih kelas sebelas atau kelas dua SMA tapi kekuatan mereka entah bakingan atau kekuatan mereka sendiri benar-benar tak di ragukan apalagi ketua mereka dari keluarga Rexandez membuat siapa saja tak berani membantah Valdalas.

__ADS_1


Bahkan anak kelas tiga saja tak berani melawan Abra atau inti lainnya, pernah beberapa kali dulu saat baru terbentuk Valdalas para anak kelas tiga tak terima dan terjaid perkelahian antara inti valdalas dan anak kelas tiga namun berulang kali mereka melawan tetap kalah dan menerima Valdalas untuk melindungi sekolah mereka dari geng lainnya.


...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...


__ADS_2