XAVIORA KENANYA

XAVIORA KENANYA
XAVIORA 129


__ADS_3

...WELCOME BESTIEEEđŸ–€...


...APA KABAR NICHHH? BTW UDAH JOIN GRUB SAMA FOLLOW INSTAGRAM KITA BELOM? BELOMMMM? WAHHHH JAHAD BINGIT WK YAUDAH YUKK YUKKKK...


...YUKKK FOLLOW YUKKK...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...DI TUNGGU YAA!!!...


...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....


...KALIAN INGAT YA INGATTTT!!! ...


...KALAU AKU TUH SELALU MANTAU KOMEN KALIAN WKWK, BTW BUKA IG KITA YA AKU KADANG BIKIN JEDAGJEDUG PARA ANAK-ANAK DAKJEL WKWK GAK DENG ANAK-ANAK AKUHH ANJASS...


...BESTIEEEEEEEEEEEEEEE........


...SPAMM KOMEN DONGGGGGG........


...KALIAN MAU PART APA GITU ATAU APA KEK BUAT KEDEPANNYA BIAR AKU DAPAT INSPIRASI GITU CERITANYA WKWKWK. LAGI BUTET BANGET NI OTAKKKK GAK BISA MIKIR JADI BANTU DONG HELP HELP HELPPPPPPP!!!!!!...


...đŸš«BACA NOTE JANGAN LUPA BIAR PAHAM DAN GAK DI KOMEN KARNA BAHASA ATAU LOKASI MEREKA!...


...BAKAL MAKIN BANYK BAHASA KASAR JADI DI MAKLUMI DAN JANGAN DI TIRU KARNA GAK BAIK BUAT DOSA KLEAN BAKAL NAMBAH BANYAK â˜ș...



“XAVIER, BRYAN, AKSARA!!” Panggil tuan Adison atau ayah Xavier.


Tuan Adison setiba di bandara langsung menuju ke kantor polisi setelah mendpaat kabar kalau anaknya di tuduh menjadi pengedar dan melakukan percobaan bunuh diri.


“Shit” gerutu Xavier pelan.

__ADS_1


“Tuan Adison?” Kaget polisi itu.


“Ya. Aku wali mereka juga dan akan membawa anak-anak ku pulang! Xavier obati luka mu dan temui aku di ruang kerja!” Perintah tuan Adison.


“Gak bisa kaya gitu pak. Hrus sesuai prosedur.”


“Aku mendidik anak ku tanpa kurang sepeserpun uang! Apakah kalian berpikir anak ku kekurangan uang? Sampai perlu mengedarkan benda haram itu!!”


“Oh ya, kalau luka anak ku terinfeksi akibat menunggu kalian medata dan menunggu hasil nya. Maka sampai bertemu di pengadilan!”


“PULANG!! KALIAN BERTIGA TEMUI AKU DI RUANG KERJA!!” Xavier, Bryan dan Aksara .


“Ko gue jadi ikutan kena ya” gumam Aksa.


“Lu mending diem” sahut Xavier.


“Mampus” ucap Bryan tanpa suara ke Aksa.


Mereka tak pulang dengan motor atau mobil mereka tetapi masuk ke dalam mobil yang sudah di bawa sang ayah agar tak kabur. Ayah Xavier tau tabiat dan pemikiran licik agar mereka dapat kabur dari situasi ini makanya sengaja membawa dua mobil ke sini.


“Saya pamit duluan, tuan Rexandez” ucap ayah Xavier bersalaman keduanya.


“Jean, pulang” ucap Ayah membuat Jean kikuk. Hilang image cool nya di depanorang karna ikut di suruh pulang.


Alhasil mereka juga pulang ke rumah, di rumah sudah ada ayah Aksa dan Bryan juga grandpa dan yang lain tentunya.


“Sudah tengah malam! Aku harap kamu jangan membuat anak ku tertekan!” Ucap bunda yang sudah berada di depan pintu sedari tadi menunggu kedatangan suami dan anak-anaknya.


“Karna sudah malam sebaiknya kamu tidur sayang”


“Gak akan! Aku mau mengobati luka anak aku!”


“Dokter akan mengobatinya”


“Kalau begitu aku akan melihat dokter mengobatinya!”


“Kalena jangan membantahku!” Ucap sang suami dengan nada sedikit meninggi dua oktaf.


“Jangan meninggikan suaramu ke bunda saya, tuan Renoza” ucap Xavier dengan raut wajah tak santai menatap ke arah sang ayah.



Xavier yang sedari tadi diam kini bersuara membuat keadaan di ruang tamu itu hening, aangat hening Aksa, Bryan dan Jean juga sekertaris dan pengacara cuman bisa diam di tempat tak bisa berbuat apa-apa.



“Masuk ke ruang kerja ku! Xavier” perintahnya.

__ADS_1


“Jangan kemana-mana sebelum kamu mengobati luka mu nak!!” Ucap bunda.


“Sebelum kesabaran ku habis, Xavier”


Perdebatan terjadi karna bunda tak membiarkan Xavier pergi sebelum lukanya di obati, walau ayah sesekali menjawab namun dirinya tetap tak bisa memarahi sang istri.


“Kenapa kalian begitu lama!” Ucap grandpa yang baru saja di kasih tau kalau sedari tadi anak dan cucu nya berada di depan pintu.


“Masuk, obati luka kalian dokter sudah menunggu!” Ucap grandpa.


“Bun ayo temanin abang obatin luka” ajak Xavier seraya menyunggingkan senyum tanda kemenangan ke sang ayah.


Mereka pun menuju ruangan yang di mana ruang medical atau ruang medis khusus di rumah ini lengkap dengan alat bedah apapun. Mansion ini besar luas dan mewah jadi berbagai macam ada di sini seperti contoh ini adalah mall yang mana ada bioskop, karaoke, timezone dan yang lainnya.


“Jangan mulai keras kepala mu itu Reno!” Grandpa tau saat ini anaknya tengah kalut dalam emosi mngingat kejadian beberapa hari lalu Vior terluka, Angels Devils masih berdiri dan di ketuai putrinya, dan kini Xavier putra sulung nya hampir membunuh orang walau sekarang orang itu sudah melewati masa kritis dan lagi Xavier di tuduh sebagai pengedar karna luka di tubuhnya cukup parah tapi masih bisa menghajar orang.


Maka itu polisi curiga kalau Xavier berada di bawah pengaruh narkotika dan alkohol karna tak merasakan sakit. Padahal aslinya Xavier merasakan sakit itu namun karna emosinya yang berada di ujung tanduk dirinya tak peduli yang jelas orang yang membuatnya terluka harus lebih parah darinya.


Hampir satu jam menunggu Xavier, Aksa dan Bryan di obati. Mereka bertiga bergabung dengan para orang tua di ruang keluarga. Bunda di minta ayah untuk ke kamar begitupun para istri yang lain.


“Kalian tau kesalahan kalian?” Tanya grandpa.


“Ya grandpa” jawab mereka serempak.


“Kenapa kamu menghajar anak itu? Xavier Kenanzo Adison?”


“Membuat motorku hancur dan badanku terluka, apakah harus aku biarkan saja?” Tanya Xavier balik tanpa memikir keadaan saat ini sungguh menegangkan.


“Hancur di balas hancur, bukan begitu grandpa?” Grandpa terkekeh sambil bertepuk tangan.


“Ini baru cucu ku” batin grandpa sambil tertawa.


“Lalu, apa kamu pemakai?” Tanya grandpa tiba-tiba serius.


“Ck, aku tau aku terlalu banyak uang tapi apa untungnya aku memakai dan mengedarkan barang haram itu? Tanpa barang haram itupun hidupku sudah terjamin sampai aku tua”


“Mau heran dengan kesombongan, tapi inget dia cucu pertema keluarga Adison” batin Aksa.


“Dan kalian bedua? Apa kalian pemakai? Atau pengedarnya?” Tanya grandpa ke Aksa dan Bryan.


“Kenapa grandpa berpikir seperti itu? Apa menurut grandpa kita berdua juga kekurangan uang sampai harus mengedarkan?” Jawab Bryan membuat grandpa kembali tertawa.


“Bahkan tanpa menjual itu uang kita terus mengalir seperti air masuk ke rekening, benar begitu kan? Grandpa” kini Aksa menjawab pertanyaan grandpa.


Ya mereka benar-benar pilar atau pewaris tiga keluarga yang mengerikan.


...đŸ–€JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENđŸ–€...

__ADS_1


__ADS_2