
...WELCOME BESTIEEEđ€...
...APA KABAR NICHHH? BTW UDAH JOIN GRUB SAMA FOLLOW INSTAGRAM KITA BELOM? BELOMMMM? WAHHHH JAHAD BINGIT WK YAUDAH YUKK YUKKKK...
...YUKKK FOLLOW YUKKK...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...DI TUNGGU YAA!!!...
...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....
...KALIAN INGAT YA INGATTTT!!! ...
...KALAU AKU TUH SELALU MANTAU KOMEN KALIAN WKWK, BTW BUKA IG KITA YA AKU KADANG BIKIN JEDAGJEDUG PARA ANAK-ANAK DAKJEL WKWK GAK DENG ANAK-ANAK AKUHH ANJASS...
...BESTIEEEEEEEEEEEEEEE........
...SPAMM KOMEN DONGGGGGG........
...KALIAN MAU PART APA GITU ATAU APA KEK BUAT KEDEPANNYA BIAR AKU DAPAT INSPIRASI GITU CERITANYA WKWKWK. LAGI BUTET BANGET NI OTAKKKK GAK BISA MIKIR JADI BANTU DONG HELP HELP HELPPPPPPP!!!!!!...
...đ«BACA NOTE JANGAN LUPA BIAR PAHAM DAN GAK DI KOMEN KARNA BAHASA ATAU LOKASI MEREKA!...
...BAKAL MAKIN BANYK BAHASA KASAR JADI DI MAKLUMI DAN JANGAN DI TIRU KARNA GAK BAIK BUAT DOSA KLEAN BAKAL NAMBAH BANYAK âșïž...
âXAVIER, BRYAN, AKSARA!!â Panggil tuan Adison atau ayah Xavier.
Tuan Adison setiba di bandara langsung menuju ke kantor polisi setelah mendpaat kabar kalau anaknya di tuduh menjadi pengedar dan melakukan percobaan bunuh diri.
âShitâ gerutu Xavier pelan.
__ADS_1
âTuan Adison?â Kaget polisi itu.
âYa. Aku wali mereka juga dan akan membawa anak-anak ku pulang! Xavier obati luka mu dan temui aku di ruang kerja!â Perintah tuan Adison.
âGak bisa kaya gitu pak. Hrus sesuai prosedur.â
âAku mendidik anak ku tanpa kurang sepeserpun uang! Apakah kalian berpikir anak ku kekurangan uang? Sampai perlu mengedarkan benda haram itu!!â
âOh ya, kalau luka anak ku terinfeksi akibat menunggu kalian medata dan menunggu hasil nya. Maka sampai bertemu di pengadilan!â
âPULANG!! KALIAN BERTIGA TEMUI AKU DI RUANG KERJA!!â Xavier, Bryan dan Aksara .
âKo gue jadi ikutan kena yaâ gumam Aksa.
âLu mending diemâ sahut Xavier.
âMampusâ ucap Bryan tanpa suara ke Aksa.
Mereka tak pulang dengan motor atau mobil mereka tetapi masuk ke dalam mobil yang sudah di bawa sang ayah agar tak kabur. Ayah Xavier tau tabiat dan pemikiran licik agar mereka dapat kabur dari situasi ini makanya sengaja membawa dua mobil ke sini.
âSaya pamit duluan, tuan Rexandezâ ucap ayah Xavier bersalaman keduanya.
âJean, pulangâ ucap Ayah membuat Jean kikuk. Hilang image cool nya di depanorang karna ikut di suruh pulang.
Alhasil mereka juga pulang ke rumah, di rumah sudah ada ayah Aksa dan Bryan juga grandpa dan yang lain tentunya.
âSudah tengah malam! Aku harap kamu jangan membuat anak ku tertekan!â Ucap bunda yang sudah berada di depan pintu sedari tadi menunggu kedatangan suami dan anak-anaknya.
âKarna sudah malam sebaiknya kamu tidur sayangâ
âGak akan! Aku mau mengobati luka anak aku!â
âDokter akan mengobatinyaâ
âKalau begitu aku akan melihat dokter mengobatinya!â
âKalena jangan membantahku!â Ucap sang suami dengan nada sedikit meninggi dua oktaf.
âJangan meninggikan suaramu ke bunda saya, tuan Renozaâ ucap Xavier dengan raut wajah tak santai menatap ke arah sang ayah.
Xavier yang sedari tadi diam kini bersuara membuat keadaan di ruang tamu itu hening, aangat hening Aksa, Bryan dan Jean juga sekertaris dan pengacara cuman bisa diam di tempat tak bisa berbuat apa-apa.
âMasuk ke ruang kerja ku! Xavierâ perintahnya.
__ADS_1
âJangan kemana-mana sebelum kamu mengobati luka mu nak!!â Ucap bunda.
âSebelum kesabaran ku habis, Xavierâ
Perdebatan terjadi karna bunda tak membiarkan Xavier pergi sebelum lukanya di obati, walau ayah sesekali menjawab namun dirinya tetap tak bisa memarahi sang istri.
âKenapa kalian begitu lama!â Ucap grandpa yang baru saja di kasih tau kalau sedari tadi anak dan cucu nya berada di depan pintu.
âMasuk, obati luka kalian dokter sudah menunggu!â Ucap grandpa.
âBun ayo temanin abang obatin lukaâ ajak Xavier seraya menyunggingkan senyum tanda kemenangan ke sang ayah.
Mereka pun menuju ruangan yang di mana ruang medical atau ruang medis khusus di rumah ini lengkap dengan alat bedah apapun. Mansion ini besar luas dan mewah jadi berbagai macam ada di sini seperti contoh ini adalah mall yang mana ada bioskop, karaoke, timezone dan yang lainnya.
âJangan mulai keras kepala mu itu Reno!â Grandpa tau saat ini anaknya tengah kalut dalam emosi mngingat kejadian beberapa hari lalu Vior terluka, Angels Devils masih berdiri dan di ketuai putrinya, dan kini Xavier putra sulung nya hampir membunuh orang walau sekarang orang itu sudah melewati masa kritis dan lagi Xavier di tuduh sebagai pengedar karna luka di tubuhnya cukup parah tapi masih bisa menghajar orang.
Maka itu polisi curiga kalau Xavier berada di bawah pengaruh narkotika dan alkohol karna tak merasakan sakit. Padahal aslinya Xavier merasakan sakit itu namun karna emosinya yang berada di ujung tanduk dirinya tak peduli yang jelas orang yang membuatnya terluka harus lebih parah darinya.
Hampir satu jam menunggu Xavier, Aksa dan Bryan di obati. Mereka bertiga bergabung dengan para orang tua di ruang keluarga. Bunda di minta ayah untuk ke kamar begitupun para istri yang lain.
âKalian tau kesalahan kalian?â Tanya grandpa.
âYa grandpaâ jawab mereka serempak.
âKenapa kamu menghajar anak itu? Xavier Kenanzo Adison?â
âMembuat motorku hancur dan badanku terluka, apakah harus aku biarkan saja?â Tanya Xavier balik tanpa memikir keadaan saat ini sungguh menegangkan.
âHancur di balas hancur, bukan begitu grandpa?â Grandpa terkekeh sambil bertepuk tangan.
âIni baru cucu kuâ batin grandpa sambil tertawa.
âLalu, apa kamu pemakai?â Tanya grandpa tiba-tiba serius.
âCk, aku tau aku terlalu banyak uang tapi apa untungnya aku memakai dan mengedarkan barang haram itu? Tanpa barang haram itupun hidupku sudah terjamin sampai aku tuaâ
âMau heran dengan kesombongan, tapi inget dia cucu pertema keluarga Adisonâ batin Aksa.
âDan kalian bedua? Apa kalian pemakai? Atau pengedarnya?â Tanya grandpa ke Aksa dan Bryan.
âKenapa grandpa berpikir seperti itu? Apa menurut grandpa kita berdua juga kekurangan uang sampai harus mengedarkan?â Jawab Bryan membuat grandpa kembali tertawa.
âBahkan tanpa menjual itu uang kita terus mengalir seperti air masuk ke rekening, benar begitu kan? Grandpaâ kini Aksa menjawab pertanyaan grandpa.
Ya mereka benar-benar pilar atau pewaris tiga keluarga yang mengerikan.
...đ€JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENđ€...
__ADS_1