XAVIORA KENANYA

XAVIORA KENANYA
XAVIORA 156.


__ADS_3

...WELCOME BESTIEEE🖤...


...APA KABAR NICHHH? BTW UDAH JOIN GRUB SAMA FOLLOW INSTAGRAM KITA BELOM? BELOMMMM? WAHHHH JAHAD BINGIT WK YAUDAH YUKK YUKKKK...


...YUKKK FOLLOW YUKKK...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...DI TUNGGU YAA!!!...


...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....


...KALIAN INGAT YA INGATTTT!!! ...


...KALAU AKU TUH SELALU MANTAU KOMEN KALIAN WKWK, BTW BUKA IG KITA YA AKU KADANG BIKIN JEDAGJEDUG PARA ANAK-ANAK DAKJEL WKWK GAK DENG ANAK-ANAK AKUHH ANJASS...


...BESTIEEEEEEEEEEEEEEE........


...SPAMM KOMEN DONGGGGGG........


...KALIAN MAU PART APA GITU ATAU APA KEK BUAT KEDEPANNYA BIAR AKU DAPAT INSPIRASI GITU CERITANYA WKWKWK. LAGI BUTET BANGET NI OTAKKKK GAK BISA MIKIR JADI BANTU DONG HELP HELP HELPPPPPPP!!!!!!...


...🚫BACA NOTE JANGAN LUPA BIAR PAHAM DAN GAK DI KOMEN KARNA BAHASA ATAU LOKASI MEREKA!...


...BAKAL MAKIN BANYK BAHASA KASAR JADI DI MAKLUMI DAN JANGAN DI TIRU KARNA GAK BAIK BUAT DOSA KLEAN BAKAL NAMBAH BANYAK ☺️...

__ADS_1



Karna Abian berada di kursi bersama Vior, sebelum turun Abra di pakaikan kacamata agar tidak terlalu silau. Abra turun lebih dulu dengan style hitam di tambah jas nya berjalan menuju pintu penumpang.


Suara jepretan kamera dan flash tak henti-hentinya sedari Abra turun. Abra menggendong Abian yang sedikit ketakutan dan silau padahal sudah pakai kacamata.


Abra lupa meminta ke wartawan saat dirihya turun untuk tidak menggunakan flash mengingat ada Abian, sembari menggendong Abian dan mengulurkan tangan agar Vior menggenggam nya seraya turun dari mobil.


Abra memberi kode agar flash mereka di matikan, untungnya para wartawan paham dan langsung merubahnya.


Ketiganya masuk ke dalam dengan Abra di gendongan Abra dan mengenggam tangan Vior seperti pasangan muda, mereka menjadi pusat perhatian semua orang yang hadir di acara ini.


“Apa kata dokter? Abian gapapa kan?”


“Cucu nenek gapapa kan?”


“Cucu buyut kita kenapa hmm?”


“Katanya ke rumah sakit? Kenapa?”


“Abian gapapa kan?”


Pertanyaan itu terus berulang di tanyakan saat mereka berada di area vip khusus keluarga dan kerabat, ada orang tua Abra juga dan keluarga teman-teman yang lain.


Setelah memastikan Abian tak ada luka yang serius, acara di lanjutkan. Xavier dan Xavior di suruh baik ke panggung bersama sang papa, tuan Adison memperkenalkan anak kembarnya yang begitu ketat di jaga sedari kecil.


Perkenalan itu tak berlangsung lama karna ya Vior tak begitu suka di perhatikan, acara berjalan dengan lancar sampai tiba dimana Abra malah maju ke depan memberikan ucapan selamat kepada Xavier dan Xavior sesuai urutan namun Abra yang terakhir.


“Tanpa banyak basa-basi ya karna dari tadi udah banyak yang bicara. Dan saya juga gak suka banyak bicara, Xaviora Kenanya Adison Would you be my lover?”


Raut wajah semua orang ternganga termasuk Vior sendiri, Xavier dan Jean juga para penjaga Vior yang lain tak mungkin mengacaukan acara ini agar Vior menolak kan? Di tambah ini menjadi pusat perhatian orang-orang.


Abra turun dari panggung mendekati meja Xavior dan yang lain,


“ah no, can I repeat it? Xaviora Ask Adison do you want to be my wife? (ah bukan, bisa saya ulang kan? Xaviora Kenanya Adison apakah kamu mau menjadi istri ku?)” Abra berjongkok di depan Vior seraya memperlihatkan cincin berlian ke arah Vior.



Tepat dua hari dimana Ayes dan Vior keluar, Abra berada di rumah Vior bersama keluarganya berniat melamar Vior namun tidak sekarang tetapi di acara nanti yang mana acara itu hari ini.

__ADS_1


Xavier kesal awalnya namun dirinya tak bisa melarang ke melarang kebahagiaan sang adek kan, Jean dan yang lain juga setuju asalkan Abra benar-benar menjaga Vior tak ada tangis sakit hati dari Vior.


Semua sudah setuju sekarang tinggal Viornya saja, dan hari inilah semua di tanyakan ke Vior. Kenap Xavier dan Jean sempat kesal karna Abra berkata ingin menjadikan kekasih bukan istri makanya mereka kesal tidak sesuai ucapan namun ternyata memang tingkah laku Abra saja kurang ajar.


“Mau kan?” Tanya Abra tanpa suara dirinya sudah malu karna banyak yang menyaksikan di tambah para wartawan yang sudah sedari tadi merekam dirinya.


Vior menatap ke keluarganya termasuk Xavier yang sedikit mengerutkan kening karna kesal mungkin, namun menyadari adeknya menatao Xavier tersenyum dan mengangguk tanda mengijinkan.


“Iya” ucap Vior lalu Abra memasangkan cincin ke jari manis Vior.


Mereka semua bersorak hanya para tamu si kekuarga Vior Abra terharu saja sambil bertepuk tangan.


Tapi ini baru pertunangan, mengingat mereka masih sekolah dan Abra masih belum memiliki atau perusahaan Rexandez belum atas namanya. Pernikahan mereka akan dilakukan setelah mereka lulus sekolah dan mendapatkan pencapaian mereka masing-masing terutama Abra.


Sebagai pemimpin nantinya, Abra harus memiliki semua dan jangan sampai membuat anak istri terlantar maka itu Abra tak boleh langsung menikah saja tanpa memiliki apapun.


Acara berjalan dengan lancar, berita lamaran Abra untuk Vior sudah menyebar dimedia sosial bahkan trending saat ini.


“Jaga baik-baik adek gue” ucap Xavier.


“Lo awas aja Ab, adek gue ini” ucap Aksa,


“Lo buat dia nangis, siap-siap abis Ab” ucap Ace seraya menepuk bahu Abra.


“Dia adek gue, tolong di jaga yang bebar Ab” ucap Jean.


“Titip sodara gue ya Ab, dia tidur suka lupa cuci muka dulu tolong di ingetin” ucap Ayes.


“Gue baru tunangan ya belum juga nikah!!” Kesal Vior.


“Duh sold out deh keduluan orang” ucap Driell bercanda.


“Lo demen sama Vior Dri?” Tanya Argan.


“Gue? Demen? Sama Vior ? Lo belum pernah liat dia mode gila gak?” Tanya Driell.


Mereka paham maksud Driell hanya mengangguk, bukan mereka semua tapi inti AD saja karna ya gila Vior yang di maksud adalah menyiksa dan menjadikan bahan eksperimen korbannya.


...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...

__ADS_1


__ADS_2