
...SELAMAT DATANG DI CERITA INI !!!...
...SEPERTI BIASA DAN SETIAP SAAT BAKAL AKU SELALU INGATIN KALIAN UNTUK APA? UNTUK LIKE KOMEN SEBAGAI TANDA ATAU PEMBERITAHUAN KALAU KALIAN BACA DNA SUKA SETIAP CERITA AKU. JIKA ADA KESALAHAN ATAU KETIKAN MAAFIN YA....
...AKU MAU NGUCAPIN MAKASIH KESEKIAN KALINYA KE KALIAN KARNA TANPA KALIAN AKU GAK BAKAL BISA SELAMA INI DAN SEBETAH INI BIKIN CERITA UNTUK KALIAN WKWKWK....
...JANGAN LUPA FOLLOW !! ...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN ...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...
...
Xavier duduk di taman rumah sakit sambil menatap langit malam yang gelap di terangi bintang-bintang yang membuat suasana malam begitu nyaman dan tenang.
“Gue cariin lo” ucap Jean sambil duduk di samping Vier ikut menatap langit.
“Lo udah dewasa kan Vi?” Tanya Jean membuat Xavier menatap ke arah Jean sambil mengerutkan keningnya.
__ADS_1
“Xaviora Kenanya Adison, lo sama dia tuh beda tapi gak semua beda”
“Maksud lo?”
“Vior butuh lo selalu di sisi nya, semenjak pulang dari AS dia lebih banyak senyum beda banget sama waktu dia di sana”
“Beda gimana? Gue gak paham”
“Ini foto ulang tahun dia tahun kemarin waktu di AS, iya dia seneng senyum tapi beberapa saat kemudian dia diem ngomong cuman beberapa kata, Vior itu frendly juga tapi nyari momen dia senyum benar-benar senyum tuh susah kecuali saat dia di rumah bareng oma opa lo”
“Jangan selalu nyalahin diri lo karna gak bisa jaga dia, semakin lo nyalahin diri lo. Pelan-pelan gue juga bakal bantu lo ngejawab semua pertanyaan yang ada di otak lo itu.”
“Lo cenayang ya?”
“Haha mungkin, beri Vior waktu dan beri kita semua waktu buat ngejawab semua pertanyaan yang akan lo tanyain ke kita. Dan gue harap lo bakal siap dengan semua jawaban ini, tolong jangan benci kita atau Vior ya Xav”
“Anj berat banget keknya”
“Tapi satu dulu deh, iya itu luka tembak dan sabet” Jean membuka sedikit bajunya menunjukkan bekas luka tembak yang ada di perut kanan nya.
Iya Jean juga mendapat luka tembak sebelum mereka benar-benar melarikan diri saat malam itu, tak mungkin mereka di peperangan tak mendapat luka kan? Argan Ace dan Driell juga mendapatkan luka pastinya.
“Lo pada sebenarnya kenapa anj?”
Ponsel Xavier berdering pesan dari Ayes yang meminta nya untuk balik ke kamar permintaan Vior, dengan cepat Xavier pergi ke ruangan Vior di ikuti Jean tentu Jean harus ikut.
“Jangan biarkan tamu atau orang lain masuk tanpa seijin ku. Siaga satu” ucap Jean yang mana pembicaraan ini akan benar-benar serius sepertinya.
Di dalam ruangan sudah ada Vior, Ayes, Darren, Argan, Driel dan Abian yang sednag di tidurkan oleh Vior. Oh ya, ada Grandpa dan ayah juga tapi melalui videocall yang tengah di sambung.
#Kembali ke beberapa saat yang lalu,
“Gue keluar dulu” ucap Xavier yang mana dirinya menuju taman rumah sakit menenangkan diri setelah memastikan Vior baik-baik saja.
Saat ini Xavier menyalahkan dirinya sendiri karna tak tau apa yang terjadi dengan adeknya, hal yang sangat Xavier benci ya itu. Dirinya bodoh tak tau apa yang di alami adeknya selaman ini.
Dan di waktu yang sama, Vior bangun entah kenapa dirinya pdahal tidur tapi bangun tiba-tiba.
__ADS_1
“Vior?” Mereka menoleh semua ke arah Vior saat Driell menyadari Vior bangun.
Dengan posisi telentang Vior mengangkat tangan ke atas sambil bergumam.
“Semesta itu penuh teka teki kan ya? Bahkan awan aja gak bisa menyentuh semesta sakit besar dan penuh teka teki”
“Gue gak sanggup” ucap Vior sambil menahan air matanya.
“Gak sanggup apa hmm? Kita ada di sini Vi kita selalu ada buat lo” ucap Ayes
“Gue gak bisa selalu bohongin Xavier kan? Dia berhak tau juga kan? Dia abang gue! Gue jahat banget sembunyiin hal yang seharunya dia tau juga kan?”
“Lo gak jahat Vi, itu hal bener dan kalo emang lo mau kasih tau dia, dia bakal siap ko pasti dia bakal maafin lo m”
“Kalau dia gak maafin gue karna gue bohong?”
“Dia bakal maafin lo pasti”
Terjadilah pembicaraan serius seketika itu juga, Jean pun di minta untuk menemui Xavier sekarang oleh Vior dan Vior menghubungi grandpa. Respon grandpa juga tak masalah namun mungkin Vior sendiri yang bakal menjadi tak leluasa karna bakal selalu di pantau Xavier.
Dan Vior sendiri tak masalah karna dia punya Darren katanya, maka itu saat Jean menghampiri Xavier mengatakan butuh waktu mengatakan semuanya yang mana memang butuh waktu tapi ya Vior maunya sekarang.
Kembali ke waktu sekarang,,
“Jean udah bilang ke gue kalau luka lo, luka tembak! Sekarang lo gak bisa ngeles lagi ya!” Vior mengangguk.
Xavier masih belum menyadari kalau di meja sudaha da terpapang di layar ipad muka kakek dan ayah nya yang tengah memperhatikan sikap Xavier.
“Maaf” Vior menunduk membuat Xavier gemas ingin meremas otak Vior yang keras kepala itu.
“Kenapa minta maaf hmm?”
“Gue belum jujur semuanya ke lo”
“Kalo belum siap gapapa ko, gue bakal nunggu tapi jangan lama-lama ya?” Vior menggeleng.
“Gue bakal bilang sekarang”
“Kalau belum bisa sekarang gapapa”
__ADS_1
Vior mengstabilkan deru nafasnya agar tenang karna sedari tadi dirinya tak karuan, abangnya berhak tau semuanya termasuk Vivian alterigo Vior.
...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...