XAVIORA KENANYA

XAVIORA KENANYA
XAVIORA 127


__ADS_3

...WELCOME BESTIEEEđŸ–€...


...APA KABAR NICHHH? BTW UDAH JOIN GRUB SAMA FOLLOW INSTAGRAM KITA BELOM? BELOMMMM? WAHHHH JAHAD BINGIT WK YAUDAH YUKK YUKKKK...


...YUKKK FOLLOW YUKKK...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...DI TUNGGU YAA!!!...


...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....


...KALIAN INGAT YA INGATTTT!!!...


...KALAU AKU TUH SELALU MANTAU KOMEN KALIAN WKWK, BTW BUKA IG KITA YA AKU KADANG BIKIN JEDAGJEDUG PARA ANAK-ANAK DAKJEL WKWK GAK DENG ANAK-ANAK AKUHH ANJASS...


...BESTIEEEEEEEEEEEEEEE........


...SPAMM KOMEN DONGGGGGG........


...KALIAN MAU PART APA GITU ATAU APA KEK BUAT KEDEPANNYA BIAR AKU DAPAT INSPIRASI GITU CERITANYA WKWKWK. LAGI BUTET BANGET NI OTAKKKK GAK BISA MIKIR JADI BANTU DONG HELP HELP HELPPPPPPP!!!!!!...


...đŸš«BACA NOTE JANGAN LUPA BIAR PAHAM DAN GAK DI KOMEN KARNA BAHASA ATAU LOKASI MEREKA!...


...BAKAL MAKIN BANYK BAHASA KASAR JADI DI MAKLUMI DAN JANGAN DI TIRU KARNA GAK BAIK BUAT DOSA KLEAN BAKAL NAMBAH BANYAK â˜ș...



Vior masuk bersama Jean dan Abian di gendongan Jean. Mereka bertiga di sambut dan berulang kali di sapa.


“Selamat datang queen”


“Selamat datang bos”


Begitulah berulang kali, Vior dan Jean hanya mengangguk kecil dan melanjutkan masuk ke dalam. Sekian lama Vior tak menginjak kan kaki nya ke sini cuman karna malas saja.


Markas ini sudah di bangun cukup lama sejak grandpa masih kecil dan sampai sekarang. Angel Devils sudah cukup tua namun tentu saja bangunan nya di bangun ulang dengan semua teknologi yang ada.


“Orang yang ku mau sudah di bawa?” Tanya Vior.


“Sudah Queen, dan ini ponsel milik Queen” Bior mengangguk.


Merapikan tempat tidur agar Abian tak menggelinding ke bawah karna tidur anak ini sangt-sangat aktif.

__ADS_1


“Obat yang di racik Driell? Sudah di coba”


“Belum Queen”


“Siapkan, kita coba ke mainan ku”


“Baik Queen”


“Lo mau bunuh mainan lo itu?”


“Gue bikin dia trauma dan gue buat dia jadi babu gue di sekolah”


“Argan, buat jam tangan atau apa yang bisa mendeteksi dan bisa jadi bom bunuh diri kapanpun gue mau dia mati”


“Agak lama pembuatannya” sahut Argan.


“Gue mau lusa sudah selesai”


“Jan gila deh Queen, lusa? Yakali”


“Gue percaya lo bisa”


“Ck, tapi gak gitu juga”


“Dan bisa merekam suara atau pembicaraan nya”



Argan berjalan meninggalkan Vior sambil mengacak-acak rambutnya. Terserah Vior saja selagi dia tak menjadikan dirinya bahan praktek dokternya Argan aman.


“Ace, pesan makanan dan minuman untuk kita semua yang ada di sini, pake kartu ini” Vior memberikan black card miliknya.


Vior masuk ke ruang tahanan bersama Jean dan asissten pribadi sekaligus yang mengurus markas in. Renja Nareshwara sekertaris sekaligus tangan kanan Vior.


“LEPASIN GUE!!”


“GUE MAU PULANG!!”


“TOLONGGGG!!!”


“TOLONG HIKSS GUE MAU HIKSS MAU PULANGG!!”


“MAMIIII hHIKSS”


Terdengar suara langkah perempuan itu pun diam sambil menangis menunggu siapa yang datang.


“Ambil kalo emang kalian mau” ucap Vior menyetujui beberapa misi yang memang di laporkan barusan ke dirinya.


“Bayaran misi di Afghaniskan sudah di berikan, di kirim lebih dari yang di sepakati” lapor Renja.


“Tanyakan apa maksut nya”


“Katanya sebagain konfensasi karna anda terluka Queen”


“Oh”


“TOLONG HIKSS TOLONG KELUARIN GUE DARI SINI”

__ADS_1


“GUE MAU PULANG!!”


Pencahayaan yang samar-samar menjadi terang setelh Vior meminta anak buahnya menayakakan lampu putih langsung menyinari seisi ruang bawah tanah ini.


Ruangan bawah tanah terbagi dari hanyak bagian, ruang tahanan, ruang senjata, ruang berkas, ruang rapat ketua dan ruang eksekusi, ruangan-ruangan ini di buat seperti labirin yang hanya di ketahui oleh anak buah atau orang-orang AD saja.


“XAVIORA? XAVIOR TOLONGIN HIKSS TOLONGIN GUE!!”


“Ikat dia dan bungkam mulutnya”



Menatap tanpa kasihan ke arah perembuan yang tengah memberontak itu, terdengar langkah kaki kecil ke arah mereka. Tanpa Vior dan Jena menoleh sudah tau itu siapa, Adriell orang ini berlri sambil mendumel kesal psalnya obat racikan nya ini di buat khusus untuk menghentikan detak jantung sementara.


Dan lagi racikan nya ini belum benar-benar selesai karna menurutnya ada yang kurang kalau di coba sekrang mungkin tak akan berhasil walau bagi Driell ini sudah benar-benar selesai tapi tetap saja sisi baik dirinya berkata ini belum selesai. Ribet intinya kayak gitu.


“Ini belum selesai”


“Jangan coba bohongin gue, Adriell”


“Dia bisa aja mati”


“So? Itu memang keinginan nya bukan? Memprovokasi ku sama saja meminta untuk segera di pertemukan dengan tuhan”


“Jangan kay...”


“Lo ribet, atau lo yang mau gantiin dia?” Driell seketika pucat dan berkeringat dingin.


“G..gak gitu Vi, ya..yaud..dah in..ini” memberikan satu botol kecil cairan dan suntikan ke Vior.


“Mau kemana lo?”


“Gu..gue m..mau k..ke atas” tanpa menunggu jawaban Vior, Driell berlari meninggalkan ruang eksekusi ya g seperti ruang operasi ini.


Perempuan itu menangis dan memberontak tak bisa mengeluarkan suara karna mulutnya di sumpal kain agar tak berisik sesuai permintaan Vior.


“Ck!! Badmood seketika!!” Jean menatap Vior yang tengah mengambil pisau bedah.


“Lo kenapa?” Tanya Jean.


“Akhhhh!!!” Vior duduk menahan nyeri di dadanya dan menangis tiba-tiba membuat Jean panik.


“Heyy!!”


“Lo kenapa!!”


“Xaviora!!”


“Viora!!!” Vior menangis sejadi-jadinya tanpa tau ap yang terjadi.


Jean mengambil pisau bedah di tangan Vior menjauhkannya lalu memeluk sang adek, tapi tetap Vior menangis sejadi-jadinya.


“Pindahkan dia ke sell!!” Perintah Jean lalu membawa Vior yang menangis ke atas.


Mendengar suara tangis itu membuat mereka semua kaget tentunya, mendapati Vior menangis tak karuan di pelukan Jean semakin mereka kaget di tambah panik.


“Kenapa?” Panik Ace, Argan, dan Driell.

__ADS_1


...đŸ–€JANGAN LUPALIKE DAN KOMENđŸ–€...


__ADS_2