
...SELAMAT DATANG DI CERITA INI !!!...
...SEPERTI BIASA DAN SETIAP SAAT BAKAL AKU SELALU INGATIN KALIAN UNTUK APA? UNTUK LIKE KOMEN SEBAGAI TANDA ATAU PEMBERITAHUAN KALAU KALIAN BACA DNA SUKA SETIAP CERITA AKU. JIKA ADA KESALAHAN ATAU KETIKAN MAAFIN YA....
...AKU MAU NGUCAPIN MAKASIH KESEKIAN KALINYA KE KALIAN KARNA TANPA KALIAN AKU GAK BAKAL BISA SELAMA INI DAN SEBETAH INI BIKIN CERITA UNTUK KALIAN WKWKWK....
...JANGAN LUPA FOLLOW !! ...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN ...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
Seminggu setelah acara, ide gila Ayes tanpa sepengetahuan Vior dan yang lain menuju ke apartemen milik Kia entah apa yang ada di otak Ayes.
Tak ada yang tau selain dirinya dan tuhan, mengingat tentang tuhan Ayes meminta Vior untuk mengasingkan sang ayah dan istrinya ke pulau terpencil dan termiskin di dunia. Keberangkatan itu besok semua sudah di rencanakan dan tinggal di berangkatkan saja.
Tak boleh keluar dari negara itu dan identitas baru mereka, akan ada beberapa penjaga yang berada di sekitar dua orang tersebut menjaga merek agar tak bisa menghubungi Lia maupun Ayes.
Ayes berada di depan apartemen Lia, sudah di pastikan ada Lia di dalam apart karna tak ada yang bisa dirinya lakukan, netizen sudah mengetahui siapa dirinya dan kelakuan orang tuanya sudah di ketahui netizen.
...Teng Tong...
“Ayes!!” Batin Lia kaget,
“Buka Li, gue mau ngomong” ucap Ayes.
“Gue tau lo di dalam, buka Li”
Lama Lia berpikir apakah membiarkan Ayes masuk atau tidak, namun sekeras apapun Lia berpikir dirinya memilih untuk membuka pintu. Harus menghadapi apapun yang memang ada di depan agar tak menyulitkan di masa mendatang.
__ADS_1
“L..lo mau minum apa?” Tanya Lia sedikit tak nyaman, Ayes memperlihatkan botol minum yang di bawanya.
“Ah sorry, emm lo? Mau apa?” Tanya Lia.
“Gak tau, boleh rebahan?” Lia bingung
“Boleh, tapi sorry cuman kaya gini gak mewah”
“Nyaman” ucap Ayes
“Eh? Emang iya?” Ates menutup matanya memikirkan apakah tindakannya benar atau tidak.
Sejak terskhir kali bertemu Lia tak sekurus ini, walau tempat tinggal ini bersih terawat tapi dikihat bagimanapun Lia begitu kurus dan kacau.
Lia bingung dirinya harus apa melihat Ayes yang tiba-tiba datang dan rebahan di kamar kexilnya ini, dan uang Lia juga habis makanya tak ada banyak cemilan atau makanan cuman ada mie instan, gula, air dan teh. Ada uang cuman sekitar satu juta saja untuk bertahan hidup.
Makanya Lia tak membeli beras atau ikan dan makanan lain harus menghemat, dan itu juga alasan Ayes datang karna Lia tidak hidup dengan benar membuat Ayes merasa bersalah.
Padahal Ayes tak salah kan? Tapi menurut Ayes dirinya dan Lia sama-sama korban keegoisan orang tua mereka.
“Ayes, gue mau minta maaf”
“Buat?”
“Semuanya, maafin nyokap gue juga Yes. Gue g..”
Memang benar dirinya sempat memposting di twett sejenis teman tidur walau tak terlihat jelas mukanya karna tertutup ponsel tapi entah bagaimana Ayes tau.
“Gu..gue gak ko yakali Yes”
“Lo gak perlu minta maaf, yang salah merek bukan lo ataupun gue. Mereka egois walau mereka mikir gimana kita tapi tanpa sadar mereka malah buat ancur semuanya”
“Yes sor...”
“Stop untuk minta maaf, gue ke sini bukan mau denger lo minta maaf”
“Lo mau ke AS sama gue?”
“Hah! Mak..maksud lo gimana Yes?”
“Lo mau ikut ke AS? Tinggal sama gue, gue jamin hidup lo ko, lo bisa bebas asal tetap dalam pantauan gue”
“Lo gak benci sama gue Yes? Lo gak marah sama gue? Lo gak gila kan Yes?”
“Lo mau ikut gak? Gue bakal ke AS dalam beberapa hari lagi, gue gak bisa liat lo harus jual diri demi bertahan hidup”
“Gue mau!! Jadi pembantu lo jadi pesuruh lo juga gue gapapa ko!! Bawa gue dari sini Yes bawa gue! Gue gak kuat semua nerizen Indo tau gue mereka mengerikan” Lia menutup wajahnya seraya menangis.
__ADS_1
Bukan mencari perhatian Ayes tapi memang itu yang di rasakan oleh Lia, netizen benar-benar menerorr dirinya dan mengatainya. Andai bukan atas nama Marvel apartemen ini mungkin Lia sudah menjadi orang gila karna netizen menerornya.
“Gue mohon hikss bawa hiks bawa gue Yes hikss gue gapapa hiks harus jadi oembantu atau apapun asal lo bawa gue hikss”
Ayes menatap Lia yang menangis, diam tak merespon semua permohonan Lia. Cukup lama Lia menangis tanpa ada jawaban dari Ayes sampi Ayes pamit untuk pergi.
“Masalah Vior, lo tenang aja. Gue bakal bicara sama dia dan gue harap lo bisa nunggu sebentar setelah itu kita bakal berangkat”
“Makasih banyak Yes makasih banyak” Ayes mengangguk saja lalu meninggalkan Lia yang menangis.
Ayes turun ke basement saat dirinya hendka menuju mobilnya sedikit kaget Ayes karna ada Vior yang berdiri di samping mobil menatap Ayes tajam.
“Dari tadi?” Tanya Ayes santai.
“Abis ketemu Lia lo?” Tanya Vior.
“Iya”
“Ngomongin apa?”
“Menurut lo? Gue ngomong apa?”
“Gue gak tau”
“Lo naik apa ke sini?”
“Di antar Abra”
“Bucin ew geli” Ayes mencoba mengalihkan pembicaraan.
“Lo ngomongin apa sama Lia?” Tanya Vior lagi,
“Gue yang nyetir apa lo yang nyetir?” Vior langsung masuk ke kursi penumpang.
Ayes menyusul, menghidupkan mobil entah kemana tujuan mereka saat ini yang jelas ikutin arah angin saja kalau kata Ayes.
“Lo ngomongin apa sama Lia?”
“Lo udah nanya itu udah hampir dua puluh kali”
“Lo gak mau jawab? Gue bakal nanya ke Lia langsung. Dan lo tau kan gimana gue nanya ke orang?”
Ayes melirik sekilas, ternyata Vior serius dengan ucapannya. Ayes menghela nafas bingung bagaimana memberitahu Vior karna pasti sahabatnya ni tak membiarkan Lia bersama Ayes.
Makanya Ayes harus memikirkan jawaban dan kalimat yang mudah di pahami Vior agar tak menjadi boomerang yang malah mempersulit dan menyulut emosi Vior.
...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...
__ADS_1