
...WELCOME !!...
...JANGAN LUPA FOLLOW INSTAGRAM DI BAWAH INI BESTIEEE !!...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@THEYCALLME.QUEEN ...
...@THEYCALLME.QUEEN ...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.VIORA ...
...@THEYCALLME.VIORA ...
...@THEYCALLME.VIORA...
...JANGAN LUPA FAVORITKAN DAN LIKE KOMEN JUGA YA!! SEMOGA KALIAN BETAH DAN SUKA TERUS SEMUA CERITA AKU. TINGGALIN JEJAK TERUS YA BIAR AKU TAU KALAU KALIAN SELALU BACA CERITA AKU !! ...
...OH IYA!!!! JANGAN LUPA BACA JUGA ...
...ARCELLA QUEENZIE ...
...DAN...
...XAVIORA KENANYA ...
...TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA !!!...
“Ehmmm.. hai” sapa Vior ke sang abang tang menatapnya dengan tatapan tajam.
“You know best what I hate, Xaviora! (Lo paling tau apa yang gue benci, Xaviora!)” ucap Xavier penuh penekanan.
“Sorry”
“Lo gak bisa apa bergan...” ucapan Xavier terjeda karena ayahnya masuk ke dalam setelah mengantarkan bunda ke kamar ruangan lain bersama Abian.
“Xavier”
“Oh come on! Jangan bikin Xavier seperti orang bego terus-terusan yang gak tau apa-apa”
“Ayah bukan mau menutupi, tapi tunggu kesehatan adek kamu membaik dulu Xavier”
“Kita udah bicarain ini kalo lo lupa! Lo bertindak sesuka lo fine lo jago lo pinter tapi bisa gak!!! Andelin gue Vi andelin!! Gue berasa gak becus setiap liat lo terluka!!”
“XAVIER!!”
“Terserah!!” Xavier mengambil jaket dan kuncinya sebelum pergi Xavier menatap ayah dan adeknya bergantian.
Raut wajah kaget Vior melihat kembarannya begitu marah, Vior tau dirinya bersalah namun kondisi saat itu juga tak dapat membuat nya berpikir panjang.
“Heyy, semua akan baik-baik aja okey?” Ayah menenangkan Vior yang kaget dan mulai panik. Yap panik attack ketakutan yang berlebihan suatu kesehatan mental yang membuat Vior merasa dirinya seperti orang gila.
__ADS_1
...BRUKKK...
“Oh ****! Sorry gue gak sengaja” ucap Xavier membantu orang itu lalu bergegas pergi.
Dengan emosi Xavier mengendarai motornya entah tujuannya kemana yang jelas saat ini perasaannya kacau, benar-benar kacau seperti akan meledakkan tubuh ya.
...🌑🌑🌑...
“Makan dulu” ucap bunda sambil menyodorkan sup buatannya.
“Xavier? Belum ada kabar bun?”
“Belum, bunda juga khawatir tapi kata ayah dia baik-baik aja. Tapi tetep aja kan bunda khawatirin anak bunda!!” Vior tersenyum.
Hari ini inti AD akan pergi ke AS, ah bukan akan pergi tapi mereka sudah pergi sedari beberapa jam lalu dan sekarang sudah pukul delapan malam.
“Bunda sama Abian gapapa ko balik ke rumah, Abra bakal jagain Vior” ucap Abra
“Gapapa ko, bunda juga mau jagain Vior”
“Tapi kasian Abian bun, sudah hampir seminggu lebih di rumah sakit” bunda mengangguk memang benar selama Vior di rs Abian tak mau pulang juga.
“Ada Darren juga ko bun, jadi gapapa kalo ada apa-apa nanti kita langsung hubungin bunda” ucap Vior.
“Tapi kamu gapapa?”
“Kasian Abian bun” bunda mengalah tapi apa yang di katakan mereka memang benar.
Ayah yang baru datang langsung dj ajak bunda pulang, tentu saja ada drama tangisan Abian yang tak mau di ajak pulang namun setelah sang kakek menawarkan mainan barulah bocah itu mau.
Grandpa dan yang lain juga tadi siang sudah datang menjenguk namun mereka tak bisa lama karna pergi ke Bandung untuk ke makam.
“Oke sekarang cuman kita bertiga! Darren, dimana Xavier!” Tanya Vior.
“Darren!!”
“Wait, sebenarnya ada apa?” Tanya Abra, Abra tak dari pagi dia juga baru datang namun ya begitu bucin datang tanpa bilang dan gak mau pulang.
“Darren Alegra!!”
“I DON'T KNOW !!” Bohong yap Darren berbohong karna tak mungkin dirinya tidak tau kemana Xavier.
Kembali ke beberapa saat lalu,
Xavier yang tengah ugal-ugalan di jalan tiba-tiba pergi ke salah satu taman yang memiliki danau begitu indah dimana tempat itu menjadi lokasi yang begitu nyaman untuk di nikmati pemandangannya.
“Se enggak berguna itu ya gue?” Gumam nya pelan.
“Bngst banget sumpah” entah marah ke siapa yang jelas dirinya benci kalau melihat ornag tersayang terluka.
...Grandpa (call)...
^^^Hallo grandpa, ^^^
^^^dimana markas Angel Devils^^^
Jl. XXXXXXX
Kamu dimana?
__ADS_1
Grandpa dan yang lain
di rumah sakit! Oh ya grandpa
mau ke Bandung.
^^^Okey, hati-hati di jalan^^^
...Panggilan berakhir...
Xavier kembali ke parkiran dan melajukan motornya menuju lokasi yang di beritahukan oleh grandpa, setiba di sana sudah ada Jean dan yang lain tengah bersiap untuk pergi.
“Dilarang masuk!!” Ucap penjaga di depan karna tak mengenali Xavier.
“Buka jalan nya!! Sebelum gue tabrak lo!”
“Ada keperluan apa? Di sini bukan tempat untuk main-main”
“Perstan dengan main-main!! Buka gerbangnya”
Senjata AK-47 di arahkan ke arah Xavier, oh ayolah emosinya sudah di ujung tanjung jangan di pancing. Xavier mengambil ponsel dan menghubungi Jean. Tentu betapa kagetnya Jean mendengar kalau dirinya akan di bunuh oleh orang bodoh di depan gerbang.
“Turunkan senjata kalian” perintah Argan.
Setelah mendengar dan tau siapa Xavier mereka meminta maaf, Xavier juga tak ambil pusing walau semapt emosi dirinya nencoba mengendalikan emosi tersebut.
“Gue ikut! Pesan tiket buat gue” perintah Xavier.
“Xav”
“Gue butuh pelampiasan! Kalau gue tetap kaya gini Vior bakal terus kena imbas amarah gue”
“Vior butuh lo! Kalo dia tau lo ikut kita, dia bakal bertindak di luar kendali” ucap Ace
“Gue udah pesan tiket, Vior aman” ucap Darren di depan pintu.
Dan begitulah Xavier ikut mereka ke AS untuk melakukan misi dan mengecek markas utama yang ada di sana.
Kembali ke waktu sekarang..
“DARREN!!”
“Heyy, tenang okey?” Abra menennagkan Xavior.
“Fokus ke pemulihan lo! Kembali ke kehidupan normal Vior. Gak semua hal bisa kita kendalikan!!” Ucap Darren lalu pergi dari ruangan.
Vior bingung apa maksud Darren, tapi bagi Darren adalah membuat kesehatan fisik dan mental Vior kembali adalah prioritas utama. Vior selalu bertindak sesuai yang ada di pikirnanya tanpa memikir konsekuensi atau apa yang terjadi setelah itu.
Abra tak tau apa yang terjadi, dirinya mencoba menenangkan Vior yang menangis. Oh ayolah Abra seperti orang tolol saat ini dirinya tak tau apa-apa dan kenapa gadisnya seperti memikul beban terlalu berat.
“Xavier mungkin lagi nenangin pikiran, jangan khawatir”
“Baby girl”
“Heyy”
“Nafas Vior!!” Panik Abra saat Vior menangis tapi tak menghirup udara dengan benar wajahnya pucat.
“Its okey semua akan baik-baik aja”
__ADS_1
Vior memeluk Abra seakan takut semuanya akan pergi meninggalkan dirinya sendirian, apa yang Vior takutkan? Semua baik-baik saja.
...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...