XAVIORA KENANYA

XAVIORA KENANYA
XAVIORA 92


__ADS_3

...WELCOME BESTIEEEđŸ–€...


...APA KABAR NICHHH? BTW UDAH JOIN GRUB SAMA FOLLOW INSTAGRAM KITA BELOM? BELOMMMM? WAHHHH JAHAD BINGIT WK YAUDAH YUKK YUKKKK...


...YUKKK FOLLOW YUKKK...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...DI TUNGGU YAA!!!...


...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....


...KALIAN INGAT YA INGATTTT!!! ...


...KALAU AKU TUH SELALU MANTAU KOMEN KALIAN WKWK, BTW BUKA IG KITA YA AKU KADANG BIKIN JEDAGJEDUG PARA ANAK-ANAK DAKJEL WKWK GAK DENG ANAK-ANAK AKUHH ANJASS...


...BESTIEEEEEEEEEEEEEEE........


...SPAMM KOMEN DONGGGGGG........


...KALIAN MAU PART APA GITU ATAU APA KEK BUAT KEDEPANNYA BIAR AKU DAPAT INSPIRASI GITU CERITANYA WKWKWK. LAGI BUTET BANGET NI OTAKKKK GAK BISA MIKIR JADI BANTU DONG HELP HELP HELPPPPPPP!!!!!!...


...đŸš«BACA NOTE JANGAN LUPA BIAR PAHAM DAN GAK DI KOMEN KARNA BAHASA ATAU LOKASI MEREKA!...


...BAKAL MAKIN BANYK BAHASA KASAR JADI DI MAKLUMI DAN JANGAN DI TIRU KARNA GAK BAIK BUAT DOSA KLEAN BAKAL NAMBAH BANYAK â˜ș...



“Obati luka lo pada ke RS Adison, biaya rumah sakit gue yang tanggung” ucap Abra.


“Bang Abra ngomong lebih dari tiga kalimat” bisik-bisik anggota valdalas


“Iya anj beberapa hari ini lebih dari tiga kata”


“Denger kan lo pada!!” Ucap Galen


Setelah itu mereka bubar ke rumah sakit dna inti valdalas ke rumah Xavier, deru motor sport mengisi jalan komplek perumahan ini. Untungnya rumah Xavier berjalak beberapa rumah saja dari gerbang masuk.


Oh ya! Xavier satu motor dengan Marvel sedari rumah sakit tadi karna Abra dan yang lain tak membiarkan Xavier mengedarai motor dengan kondisi mabuk bisa-bisa perjalanan nya menuju surga langsung iya kalo surga kalo neraka kan gak lucu.

__ADS_1


Motor Xavier di rumah sakit itupun awalnya Xavier menolak karna dirinya bilang bisa nyetir padahal sudah terhuyung-huyung walau ya masih sadar cuman minum segitu mah bagi Xavier gak bikin mabuk.


Vior sudah berdiri di depan pintu dengan memegang sapu, mereka berlima akan mendapatkan pukulan selamat datang dari Vior.


“Anj Vior” kaget Bryan saat memarkirkan motornya.


“Ini harus banget nih ke sini?” Tanya Marvel.


“Selamat datang para jagoan” ucap Vior


Sekarang sudah pukul lima pagi sudah mulai terang terlihat wajah mereka berlima yang lebam dan terluka.


“PINTAR BANGET YA MONYET!!!” Selain rumah Xavier berada di dekat gerbang, rumah samping juga kosong karna satu sebelahnya rumah untuk Vior dan sebelah nya lagi pulang kampung orangnya.


“Minggir lo!” Ucap Xavier dengan berjalan terhuyung ingin memasuki rumah.


...BUGGG...


...BUGGG...


“Akh! Anj lo ya durhaka lo sama abang!!” Sambil mengelus pinggangnya yang di pukul Vior.


“Sini lo semua!! Lo gak usah masuk ke rumah!!” Ucpanya ke Xavier.


“Vi kita bisa jelasin” ucpa Marvel


“Ngomong sekali lagi leher lo yang gue incer ya!!”


Mereka berlima bergantian mendapatkan pukulan sapu hingga sapu kayu tersebut patah entah seberapa kencang Vior memukul mereka.


“Tau gak kenapa gue pukul!!” Tanya Vior.


Vior memukul mereka sedang tapi memukul Xavier dengan kekuatan tenaga dalam makanya saat memukul yang terakhir sapu kayu tersebut patah untung abangnya dalam pengaruh alkohol.


Marah bukan hanya karna mereka tawuran tapi ada alasan lain yaitu Xavier minum hampir tiga botol wine dengan alkohol tinggi makanya Vior kesal bisa-bisanya saat Vior masuk ke kamar abangnya ini mengambil wine lagi.


“KENAPA DIEM!! DI TANYA TU DI JAWAB!!”


“Diem salah di jawab salah!!” Gerutu Marvel.


“Ngedumel ya lo! Di tanya gak mau jawab malah ngedumel”


“Iya Vi maaf” ciut mental Marvel di hadapan Vior saat ini yang cukup mengerikan.


Setelah beberapa menit di depan pintu yang di saksikan oleh satpam komplek sedari tadi mereka kena marah Vior.


Mereka masuk dan duduk di sofa, Vior meletakkan kotak p3k di meja, Bryan Galen Marvel bergantian mengobati luka mereka sedangkan Abra dan Xavier di obati oleh Vior walau Xavier duluan yang di obati oleh Vior.


“Akh! Sakit” Abra meringis karna luka nya bertemu dengan alkohol.


“Siapa suruh tawuran!!”


“Lo awas ya gangguin Abian!!” Tegur Vior saat melihat Xavier beranjak.

__ADS_1


“Gak gue tidur” sahut Xavier.


“Vi yang ikhlas napa!!” Ucap Abra lagi.


“Besok tawuran lagi aja biar gue cocolin sama botol-botolnya luka lo!!”


“Iii kejam” sahut Marvel smabil meringis membayangkan.


“Lo pada juga bakal gue cocolin!!”


“Ami hikss huaa hikss hikss amiii” tangis Abian.


Vior hanya menghela nafas, Xavier anj mungkin itu yang dapat kalian dengan jika saja Vior berbicara sekarang.


“Huaaa hikss hikss am hikss amiii” tangis Abian semakin menjadi.


“YA ALLAH XAVIERRR!!!” Panik Vior saat masuk ke dalam kamar.


“KENAPA VI??” Kaget mereka Abra, Bryan, Galen dan Marvel.



Tangan Abian di gigit oleh Xavier di emutnya seperti tengah memakan ayam McD.


...PLAKKKKK ...


Baru saja di obati, Xavier sudah mendapatkan tamparan dari Vior tentu si empu yang di pukul meringis kesakitan karna posisinya benar-benar tidak dapat di tolong makanya tamparan itu sangat sakit.


“Gapapa sayang ayo kita cuci tangan ya” tangis Abian masih belum mereda mungkin dirinya kaget dan lagi lihat saja lengan Abian yang putih mulus menjadi merah akibat di gigit daddy nya.


“Jangan nangis gapapa udah mami tiup nih huff huffff hufff”


“Sini sama papi” ucap Abra


“Ndaa!! autt mi autt hiks autt api elek hikss!! (gak!! Takut mami takutt hikss takut papi jelek!!)”



Padahal Abra bertembah ganteng karna luka-luka di wajahnya, Bryan Galen dan Marvel setelah mengetahui yang terjadi kembali ke sofa mereka sangat-sangat amat mengantuk sudah tak dapat di tahan lagi.


“Papi ganteng lo ini”


“Nda elek (gak jelek)”


Vior lelah dirinya sangat lelah namun di tahan demi Abian, Abra melihat Vior yang kelelahan mencoba merayu Abian agar ikut dirinya dan setelah beribu purnama akhirnya bocah ini mau juga ikut dirinya.


“Lo istirahat aja, Abian biar gue yang jaga” Vior mengangguk sambil memberikan dodot Abian ke Abra.


Mengambil obat p3k itu lalu mendekat ke ketiga temannya yang sudah tertidur itu, Abra memperhatikan saja sambil menina bobo kan Abian entah bakal tertidur lagi apa enggak anaknya ini.


“Kan mereka tadi udah ngobatin sendiri?” Tanya Abra heran kenapa Vior mengobati lagi.


...đŸ–€JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN...

__ADS_1


__ADS_2