
...SELAMAT DATANG DI CERITA INI !!!...
...SEPERTI BIASA DAN SETIAP SAAT BAKAL AKU SELALU INGATIN KALIAN UNTUK APA? UNTUK LIKE KOMEN SEBAGAI TANDA ATAU PEMBERITAHUAN KALAU KALIAN BACA DNA SUKA SETIAP CERITA AKU. JIKA ADA KESALAHAN ATAU KETIKAN MAAFIN YA....
...AKU MAU NGUCAPIN MAKASIH KESEKIAN KALINYA KE KALIAN KARNA TANPA KALIAN AKU GAK BAKAL BISA SELAMA INI DAN SEBETAH INI BIKIN CERITA UNTUK KALIAN WKWKWK....
...JANGAN LUPA FOLLOW !!...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.VIORA...
...@THEYCALLME.VIORA...
...@THEYCALLME.VIORA...
...JANGAN LUPA DI FOLLOW KARNA KADANG SUKA SPOILER BAB BAB YANG AKAN DATANG!!...
Vior baru saja sadar dari koma nya, namun saat di ajak bicara Vior hanya diam saja bahkan tak merespon ucapan mereka sama sekali kecuali Abian yang bertanya ataupun meminta memeluk mami nya.
“Mau minum?” Vior menggeleng saat bunda bertanya.
“Kenapa gak mau ngomong sama bunda dan yang lain dek?” Tanya bunda dengan nada sedih.
“Maaf bunda, Vior merasa gak pantes hidup setelah apa yang Vior perbuat.” Batin Vior.
“Vi mau buah gak? Buah kesukaan lo nih pear” tanya Ayes namun sama tak ada jawaban.
Vior membelakangi mereka semua sambil memeluk Abian yang sibuk bermain ponsel di sampingnya, ingatan malam utu terputar jelas seperti kaset yang menampilkan semua rekaman yang ada di dalamnya.
__ADS_1
“Lari Li gue gapapa!!”
“Pergi Lia!!”
“Vi gue bakal balik ke sini tunggu gue!!”
“Body lo bagus”
“Arghhh bngst!!”
“Mata gue!!!!”
“Lo psikopat!!”
“Perempuan gila!!”
“Ampun!! Tol...”
“Jangan bun..uh”
“Lari lari”
“Tolongin gue anj!!”
“Bos bos!!”
Setelah itu ingatan Vior tak jelas namun bau amis darah tercium jelas bahkan langkah kaki nya juga begitu licin akibat darah yang menggenang. Dapat di pastikan tak seorang pun dapat lolos malam itu karna saat mereka hendak kabur sengan cepat Vior menghabisi mereka satu persatu.
Badan Vior dengan lihay bergerak kesana-kemari begitu ringan seperti angin yang memasuki seluruh ruangan.
“Xavioraa” teriakan Xavier saat itu mulai membuat Vior sadar kembali namun mengingat berapa lama dirinya bertarung melawan tiga puluh orang itu sendirian tentu luka tak sedikit.
Darah Vior juga terkuras habis di buatnya belum lagi luka-luka sayatan di tubuh dan luka yang di dapatnya di Afghanistan kembali basah akibat darah.
“Gimana Vior?” Tanya Darren dengan terhengal-hengal dirinya berdiri.
“Lo gapapa?” Tanya Ace, Darren langsung memberi kode agar tak di bahas lagi kejadian tadi.
“Tolong bapak ibu besuk nya bergantian. Saya tau ini ruang VIP tapi setidaknya berikan ruang untuk pasien beristirahat setelah bangun dari mimpi panjangnya!!” Ucap dr. Ardison yaitu ayah Bryan.
“Pintar juga kamu Ardi” ucap grandpa mengacungi jempol untuk mengusir para tamu yang ingin besuk.
“Termasuk anda juga tuan Adison” grandpa memutar bola matanya malas.
Mereka pun menuruti benar kata dokter berikan waktu dan ruang untuk pasien beristirahat, alhasil di kamar ini meninggalkan Vior dan Abian. Bunda dan ayah juga ikut keluar karna ingin memberikan waktu untuk Vior berpikir.
“Mami angis? (Mami nangis)” Vior menggeleng.
“Ga pa ami, ada Bi di ni (gapapa mami, ada Bian di sini” Vior mengecup pucuk kepala Abian.
__ADS_1
“Temenin mami bobo ya, Bian juga bobo udahan main hp nya”
“Iya ami” keduanya pun tertidur.
...🌑🌑🌑...
Sekitar pukul 2 dini hari, di kamar ini hanya ada Vior, Xavier, ayah dan bunda. Namun bunda berada di kamar sebelah tengah tidur bersama Abian.
Vior bangun melihat sekelilingnya terlihat ayah dan Xavier tidur bersebelahan di bed dekat sofa, Vior duduk sambil menatap keduanya yang begitu damai tertidur.
Perlahan turun dari ranjang, sebelum benar-benar turun Vior melepaskan jarum infusnya. Untuk kesekian kalinya bersda di rumah sakit jangan harap Vior full memakai infus karna bisa dirinya lepas sendiri seperti sekarang.
Melangkah dengan pelan melewati dua orang itu dan membuka pintu pelan pintu kamar bunda yang tengah tidur, lalu pintu keluar kamar pelan sekali di buka oleh Vior seperti maling yang handal dalam hal mengendap-endap di malam hari.
Tanpa Vior sadari Darren, Argan dan Driell tengah memantau cctv dari kamar VIP lainnya. Jean dan Ace tengah tertidur karna mereka akan bernagkat besok ke Amerika memeriksa markas di sana dan beberapa pekerjaan. Padahal Driell juga akan ikut namun dirinya tak bisa tidur.
“Kemana tu anak” gumama Driell
Vior masuk ke dalam lift menuju lantai teratas rumah sakit, tentu membuat tiga orang yang masih berjaga panik namun mereka masih tetap memantau. Keluar dari lift dan Vior menuju slaah satu pintu namun tak ada cctv lagi di sana, ada namun mati.
“Anj subuh-subuh kemana tu anak” gerutu Argan.
“Susulin, bawa ni semua” ucap Driell.
Cemilan mereka yang masuh utuh di bawa ke temapt Vior berada saat ini, roftop rumah sakit jam 2 dini hari. Bayangkan seberapa dingin dan seberapa gelap suasana malam apalagi ini di rumah sakit.
“Dingin kebiasaan” ucap Jean memakaikan Vior jaket.
Yap mereka bertiga hendak pergi namun Argan tak sengaja menginjak kaki Jean yang tengah tertidur alhasil sebelum marah Argan memberitahu kalau Vior pergi ke roftop rumah sakit.
“Vi, sini duduk cerita sambil makan trus liatin bintang” ajak Ace yang juga ikut alhasil inti utama Angel Devils berada di roftop.
Vior hanya menatap mereka sambil berdiri,
“Apa gue masih pantas berteman sama mereka? Gue udah bunuh orang bahkan gue gak ada rasa bersalah dan kasian sama orang yang gue bunuh” batin Vior
“Mikir apa hmm? Ayo duduk” ajak Jean menarik Vior pelan.
“Gimana badan lo ada yang gak enak?” Tanya Adriell
“Maaf” kalimat pertama Vior ke mereka setelah sadarkan diri.
“Yaelah belum lebaran kali Vi” ucap Ace.
“Gue masih pantes hidup gak si? Gue udah bunuh orang tapi gue gak ngerasa apapun malah kaya..."
...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...
__ADS_1