
...SELAMAT DATANG DI CERITA INI !!!...
...SEPERTI BIASA DAN SETIAP SAAT BAKAL AKU SELALU INGATIN KALIAN UNTUK APA? UNTUK LIKE KOMEN SEBAGAI TANDA ATAU PEMBERITAHUAN KALAU KALIAN BACA DNA SUKA SETIAP CERITA AKU. JIKA ADA KESALAHAN ATAU KETIKAN MAAFIN YA....
...AKU MAU NGUCAPIN MAKASIH KESEKIAN KALINYA KE KALIAN KARNA TANPA KALIAN AKU GAK BAKAL BISA SELAMA INI DAN SEBETAH INI BIKIN CERITA UNTUK KALIAN WKWKWK....
...JANGAN LUPA FOLLOW !! ...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN ...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.VIORA...
...@THEYCALLME.VIORA...
...@THEYCALLME.VIORA...
...JANGAN LUPA DI FOLLOW KARNA KADANG SUKA SPOILER BAB BAB YANG AKAN DATANG!!
...
Malam ini Abra terbakar api cemburu karna postingan Vior, postingan Vior benar-benar membuat Abra marah andai foto itu terlihat wajah laki-lakinya mungkin Abra bakal ngajak baku hantam.
Hampir satu tahun Abra menyukai dalam diam, membiarkan perasaannya yang sudah di ketahui teman-temannya cuman perempuannya saja yang sangat-sangat tidak peka.
Vior peka dirinya cuman malas saja menanggapi, mengingat trauma pencintaannya yang begitu suram membuatnya tak berminat untuk memiliki pasangan.
Abra dan inti Valdalas di bawa ke kantor polisi untuk lebih lanjut, karna di motor mereka ada beberapa kamera memang di sediakan untuk channel yt mereka ridding.
__ADS_1
“Abra yang berulah, yang kena semua” gerutu Bryan.
“Gak suka?” Tanya Abra
“Suka! Suka banget malahan gua mah apa si yang gak suka kalo lu udah bertindak”
“Mental breakdance” ucap Marvel pelan membuat Galen terkekeh kecuali dua orang lainnya.
“Kalian boleh pulang, biar om yang urus”
“Makasih” ucap Abra lalu pergi melenggang meninggalkan ruang tunggu tanpa sadar tiga temannya masih duduk diam melihat Abra berjalan sendiri di lorong itu.
“Maaaf ngerepotin ya om, kita balik dulu makasih banyak” ucap Bryan merasa tak enak.
“Maafin temen kita ya om, emang otaknya ketinggalan di knalpot motor” Marvel ikut-ikutan meminta maaf atas tingkah sahabatnya itu.
“Kalau ada apa-apa kontak kita aja om” ucapan Galen menjadi penutup dari mereka sebelum pergi.
“Oke gampang” ucap asisten ayah Abra itu.
Mereka menyusul Abra yang sudah berada di parkiran. Besok mereka harus pergi ke sekolah, maka itu mereka akan pergi ke markas dan bolos bersama nantinya.
“McD lah Ab” saran Marvel
“Drive thru?” Tanya Abra
“Sabeb, laper gue” sahut Bryan
“Jadi gimana?” Tanya Abra
“Serah si tapi takutnya gak ada driver nya” ucap Bryan
“Ada pasti” Galen benar-benar ngantuk.
“Oke gojek” Mereka menuju markas inti yang cukup jauh dari kantor polisi ini,
Setiba di markas,
Bryan langsung memesan beberapa makanan dan cemilan yang ada di McD seperti yang di duga Galen langsung masuk ke kamarnya tanpa menunggu makanan yang memang bagian untuknya.
“GAL, MAKANAN LO GIMANA?” Teriak Marvel saat melihat temannya itu naik ke lantai dua saat baru saja mereka tiba.
“BUAT GUA SARAPAN BESOK”
“OKEE”
Bryan menghela nafas sambil menggeleng untung mereka membeli rumah ini sedikit jauh dair pemukiman dan tak ada tetangga samping-samping rumah mereka ini, bayangkan saja kalau ada mendengar teriakan menggelegar dari dua pemuda yang tak begitu penting ini. Mana berteriak tak tau waktu, untung gak di kutuk malaikat mulut mereka.
__ADS_1
Setengah jam mereka menunggu akhirnya tiba juga mang gojek,
“Ab, duit” pinta Bryan. Abra memberikan sepuluh lembar seratus ribu untuk membayar pesanan mereka,
"kurang ini mah"
"pake duit Lo dulu"
"oke"
Bryan berjalan menuju pintu dan berjalan lagi ke gerbang untuk menganbil pesanan bersama Marvel.
“Bryan ganteng?” Bryan tersipu malu dirinya lupa mengganti username gojeknya.
“Anj Bry sumpah gue malu” sambil menggeplak leher Bryan.
“Berapa pak?”
“Delapan ratus tujuh puluh empat ribu nak”
Perkiraan driver nya ini berusia 40 tahun atau kurang, Marvel mengambil makanan yang di pesan dan memberikan satu plastik yang memang mereka siapkan untuk driver tapi sebelum di berikan Bryan dan Marvel nanyan-nanya dulu.
“Bapak tinggal dimana pak?”
“Daerah Jakut nak”
“Jauh banget pak” ucap Marvel
“Ya gimana nyari rejeki mah gak peduli jauh deket, asal ada anak dan istri bisa makan alhamdulillah banget”
“Bapak udah makan?”
“Udah tadi abis magrib”
“Kenapa gak makan lagi pak? Jarak magrib sama sekarang jauh banget”
“Baru dapet orderan empat orderan, uangnya buat sangu untuk anak besok”
Bryan dan Marvel rada tak nyaman pembicaraan ini padahal mereka duluan yang memulai. Bisa-bisanya mereka menyesal setelah mendengarkan cerita bapak ini.
“Maaf ya pak kita banyak tanya” ucap Marvel
“Oh ya ini buat bapak sama keluarga, dan ini juga ada rejeki titipan dari Allah untuk bapak dan keluarga”
Memberikan satu bag ke bapak itu dan memberikan lima lembar uang seratus ribu untuk bapaknya dan meminta bapak agar langsung pulang untuk beristirahat.
“Oh ya hati-hati di jalan ya pak, kalau ada apa-apa langsung hubungin nomor kita aja berlaku selamanya simpan ya nomor saya pak”
__ADS_1
Bapak itu kaget benar selain di berikan rejeki sebanyak ini dirinya mendapatkan perlindungan dari anak muda, bapak itu berpamitan sampai bapak itu tak terlihat dari pandangan mata keduanya barulah mereka masuk ke dalam.
...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...