
...SELAMAT DATANG DI CERITA INI !!!...
...SEPERTI BIASA DAN SETIAP SAAT BAKAL AKU SELALU INGATIN KALIAN UNTUK APA? UNTUK LIKE KOMEN SEBAGAI TANDA ATAU PEMBERITAHUAN KALAU KALIAN BACA DNA SUKA SETIAP CERITA AKU. JIKA ADA KESALAHAN ATAU KETIKAN MAAFIN YA....
...AKU MAU NGUCAPIN MAKASIH KESEKIAN KALINYA KE KALIAN KARNA TANPA KALIAN AKU GAK BAKAL BISA SELAMA INI DAN SEBETAH INI BIKIN CERITA UNTUK KALIAN WKWKWK....
...JANGAN LUPA FOLLOW !! ...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN ...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.VIORA...
...@THEYCALLME.VIORA...
...@THEYCALLME.VIORA...
...JANGAN LUPA DI FOLLOW KARNA KADANG SUKA SPOILER BAB BAB YANG AKAN DATANG!! ...
...
...
Xavier dan Abian saat ini dalam perjalanan menuju mall, ceritanya daddy and son in mall anjas. Abian anteng duduk di kursinya, sesekali Xavier mengajaknya berbicara dalam bahasa Inggris.
“Kita jemput uncle Ab dulu okey?”
“Oley Abian?”
“Key (okey)”
“Singkat jelas padat” gumam Vier.
Abra berada di markas sendirian dan saat Xavier mengirimkan foto jalanan dan muka dirinya bersama Abian, Abra menyahut menanyakan mereka kemana dan Xavier memberitahu.
“Lah? Bolos ni bocah?” Gumam Xavier saat melihat ada motor Vior di parkiran markas.
...Tin tin...
__ADS_1
Abra keluar, tak ada Bryan karna dirinya di marahin sang mamah dan tak boleh keluar rumah selama dirinya di skor.
“Ada Vior?” Tanya Xavier,
“Gak ada”
“Tu motornya?”
“Oh, dia pake mobil gue”
“Ko bisa?”
“Ketemu di jalan”
“Trus?”
“Banyak tanya”
“Gue abangnya wajar”
“Iya, kita kemana?” Tanya Abra padahal sudah tau tujuan mereka adalah mall.
“Mall”
“Lo yakin?” Tanya Abra lagi,
“Lah? Kenapa emangnya?”
“Gue gak jadi ikut deh”
“Anj eh!! Maksud ?”
“Woi gue gak bisa berkata kasar” Xavier baru sadar maksud dari Abra walau sudah di spoiler oleh Abra.
Mereka tak jadi ke mall mengingat ycapan Abra tadi benar juga mereka bakal di bilang gay apa ini karma karna mengatai ayahnya kemarin? Threesome dan karmanya mereka bakal di kira gay.
“Ya bagus Abian bagus!!” Xavier memijit kepalanya saat melihat Abian menumpahkan satu kaleng susu bubuknya dan duduk sambil menyemil susu bubuk tersebut.
“Lo berdua kan udah gua suruh tutupin kalengnya gua ngisi dot nya!! Iih bego banget sumpah!!!” Ucap Bryan.
Abra dan Xavier di minta untuk menutup kaleng namun keduanya fokus main game padahal selang waktu yang di minta Bryan tak sampe lima menit sudah berhamburan di karpet hitam itu susu bubuk.
“Mandii dah sana anak lo!!” Perintah Bryan ke Xavier.
“Lo aja deh Ab” perintah Xavier ke Abra.
“Kenapa gak lo aja Bry? Kan sekalian tidurin dia”
“Oke, gue telpon Xavior aja deh”
“Ck! Aduan lo anj” ucap keduanya langsung berdiri dan mendekati Abian.
“Eh lo bolos kan? Noh karpet bawa ke tukang laundry” perintah Bryan.
“Duitnya nanti aja” ucap Bryan lagi.
Bryan seperti ibu-ibu yang mempunyai anak dan tengah membereskan juga mengasuh cucu, ribet banget untung Bryan berpengalaman. Gak berpengalaman si tapi dirinya di ajarkan mandiri sedari dulu oleh mamahnya.
__ADS_1
...🌑🌑🌑...
“Woi anj lo ya!!” Kesal Vior baru saja dirinya berdiri dan selangkah dari meja kantin dirinya sudah di tubruk dengan murid prikk sekolah ini.
“Jalan pake mata dong!” Ucap Gaby.
“Gak kebalik ya?” Tanya Vior.
Baju Viro basah ketumpahan kuah bakso mana panas namun masih Vior tahan,
“Ni cabe hari-hari gak nyari masalah bisa gak!!” Tanya Sasa dengan suara ngegas.
“Lo gak usah nyolot!” Sahut Dara ke Sasa.
“Mending lo minta maaf” perintah Galen ke Gaby.
“Ngapain? Gue gak salah”
Kantin hening tak ada yang bersuara karna mereka tau dua kubu ini sama-sama memiliki latar belakang yang kuat makanya lebih baik mereka diam.
“Cuman gitu doang lebay” ucap Dara.
“Yoi lebay” ucap Vior lalu berjalan ke arah meja seberangnya yang baru saja di duduki beberapa siswi dan ada bakao juga di mejanya.
Lihatlah Vior, dia bisa jadi mami yang baik dan gak bisa marah jika di depan Abian namun berbeda jika di sekolah atau di luar rumah pastinya.
Tak pernah berkata kasar atau dengan nada tinggi di depan Abian karna Vior tak mau anaknya mempelajari hal seperti itu namun jika di luar dan tak ada Abian maka Vior menjadi dirinya sendiri bukan berarti Vior tak menjadi dirinya sendiri di depan Abian.
...BYURRRR...
“Bngsd!!!” Ucap Dara dan Gaby bersamaan saat merasakan panas di bahu mereka akibat kuah bakso tersebut.
Oh ya isian bakso sudah di pindahkan oleh Vior tak lupa menggantinya uang agar mereka dapat beli baru juga.
“Impas kan” setelah itu Vior pergi meninggalkan keduanya.
Galen, Marvel, Sasa dan Lia masih mematung di tempat bukan karna apa. Vior memang tak pernah diam saja jika di bully namun perubahan ini agak membuat mereka terkejut sejak pertama kali masuk sekolah setelah liburan.
Karna beberapa bulan terakhir saat sebelum libur Vior menjadi orang yang tak pernah melawan tapi tiba-tiba berubah seperti ini walau ya gak heran si karna kalau kita ingat kembarannya Xavier bisa lebih parah.
Vior menuju uks untuk mengobati luka nya, kuah bakso panas itu membuat kulit di perut Vior melepuh. Sialan kenapa Vior tak menggusur di wajah mereka saja tadi kenapa harus bahu nya saja.
“Vior?” Panggil orang itu saat melihat Vior memasuki ruang uks.
Vior tengah mendumel kesal sambil menahan perih di perutnya itu cuman menoleh ke arah orang yang memanggilnya.
...BRUKKK...
“Minggir gosah ngalangin jalan lo anj!!” Kesal Dara masuk ke uks sambil menubruk Vior karna bahunya panas begitupun bahu Dara.
“Sanar Vior sabar!! Lo gak boleh emosi kalo lo emosi bakal makin runyam” batin Vior.
Untuk sekarang Vior mengalah walau perutnya perih dirinya memilih keluar dari uks itu membiarkan para cabe di obati.
“Loh Vi mau kem...” Belum selesai dirinya berucap Vior sudah menutup kembali pintu uks.
“Susah bener deketin lo Vi” batinya.
__ADS_1
...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...
MAU KASIH PERINGATAN AJA SIIII MULAI DARI SINI BAKAL ADA SEDIKIT 🔞🔞🔞🔞🔞🔞🔞 NYAA JADI BIJAK DALAM MEMBACA YA🙏🤡