
...SELAMAT DATANG DI CERITA INI !!!...
...SEPERTI BIASA DAN SETIAP SAAT BAKAL AKU SELALU INGATIN KALIAN UNTUK APA? UNTUK LIKE KOMEN SEBAGAI TANDA ATAU PEMBERITAHUAN KALAU KALIAN BACA DNA SUKA SETIAP CERITA AKU. JIKA ADA KESALAHAN ATAU KETIKAN MAAFIN YA....
...AKU MAU NGUCAPIN MAKASIH KESEKIAN KALINYA KE KALIAN KARNA TANPA KALIAN AKU GAK BAKAL BISA SELAMA INI DAN SEBETAH INI BIKIN CERITA UNTUK KALIAN WKWKWK....
...JANGAN LUPA FOLLOW !! ...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN ...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.VIORA...
...@THEYCALLME.VIORA...
...@THEYCALLME.VIORA...
...JANGAN LUPA DI FOLLOW KARNA KADANG SUKA SPOILER BAB BAB YANG AKAN DATANG!! ...
Setiba di rumah, Vior sudah melihat dua ornag yang tadi berada di kantor polisi dengan wajah santuy tanpa beban.
“Ngapa lo pada?” Tanya Aksa sambil mengejek karna melihat wajah mereka ada memar.
“Sianjing!!” Bryan keceplosan untungnya Abian tidur coba saja tidak mungkin mulut Bryan bakal tak dapat di gunakan lagi karna di jahit Vior.
“Bryan yang salah” ucap Xavier membela diri agar tak di diamkan oleh adeknya.
“Ya trus? Ngapa ngadu ke gue?” Tanya Vior.
“Rebahin di kamar bawah aja dulu, pintunya jangan di tutup” ucap Vior ke Aksa,
“Oke sayang” Aksa langsung mendapat tatapan tajam dari Vier dan Bryan.
Mencari kesempatan sementang mereka berdua tak bisa menemani Vior dan Abian, oh ya setelah dari kantor polisi mereka tak kembali ke sekolah atas saran Marvel.
Kata Marvel kalau udah di luar sekolah kenapa gak langsung pulang aja kan bentar lagi juga balik, dan mereka pun setuju. Namun nanti malam mereka bakal kumpul di markas sesuai rencana mereka yang akan balapan.
“IHHHHHHH!!” Kesal Vior sambil menjewer telinga Vier dan Bryan bersamaan.
“Achhh sakit an..ayang” ucap Bryan dan langsung mendapat geplakan di lehernya oleh Vior.
“Lo pada mau berantem boleh!! Tapi jangan pas di sekolah anj!! Gue yang pusing!!”
“Kenapa jadi lo yang pusing?” Tanya Bryan,
“Iya kenapa lo yang pusing?” Xavier ikut bertanya karna heran.
“Ya? Ya karna lo berdua kan minta obatin gue!!” Bohong Vior.
__ADS_1
Sebenarnya karna Vior yang akan cape mengeluarkan dana jika ada yang rusak di sekolah, secara sekolah Adison ini masuk ke dalam pengawasan Vior dan tanggung jawab Vior tanpa di kwtahui Xavier dan sepupu-sepupunya.
“Salahin Bryan, entah cewek siapa lagi yang jadi korbannya” ucap Xavier.
“Ck, bukan gue”
“Alah”
“Gue tonjok juga lo!!” Gerutu Bryan ke Xavier
“Ngajak berantem lo?”
“GUE ADUIN BUNDA YA!!”
“Damai damai” ucap Bryan
Aksa terkekeh melihat tingkah para sepupu nya ini.
Tapi Aksa juga menebak sama seperti Vier yang mana mungkin pacar atau cewek ornag itu yang jadi korban Bryan makanya mereka menyerang sekolahan AHS.
Cup
“Gue balik dulu” Aksa mengecup pipi Vior dan berpamitan balik,
“Tiati” ucap mereka bertiga.
Setelah Aksa pergi, Vior langsung menonyor kepala Bryan, bisa-bisanya mereka babak belur seperti ini padahal di tinggal setengah hari saja.
“Cewek mana lagi hah!!”
“Gak tau juga gue” gumamnya.
Xavier menarik Vior ke dalam pelukannya, aish abangnya ini benar-benar. Vior menikmati pelukan abangnya meredakan emosi yang ada di otaknya.
“Jangan bertindak tanpa perkiraan” bisik Vier ke telinga Vior.
“Lakukan semau mu, jika mereka merangkak dan menyentuh mu. Beritahu aku”
“Tentu”
Entah apa yang di bucarakan dua orang kembar tidak identik ini yang jelas Bryan tak peduli karna pipinya sedikit bengkak karna kena tonjok tadi.
...🌑🌑🌑...
Arena balap, walau inti valdalas beberapa ada yang terluka tapi tetap saja mereka ke arena balapan.
“Eh? Ab” sapa Dara,
Inti valdalas yang mendengar terutama si pemilik nama menoleh karna namanya di sebut. Dara ketua geng bullying di sekolah dan yang tadi pagi mobilnya banyak kotoran.
Sial, Bryan dan yang lain ingin tertawa namun mereka tahan ketika mengingat kejadian tadi pagi. Entah siapa yang berani melakukan itu yang pasti bakingannya kuat.
“Girl” Dika merangkul manja pinggang Dara.
“Ah kamu udah datang, kenalin mer...” belum selesai Dara berbicara inti valdalas pergi meninggalkan Dara.
“Syalan!!” Batin Dara.
“Siapa mereka?” Tanya Haja
“Mereka most wanted AHS” Gaby menjelaskan siapa inti valdalas dan apa itu valdalas.
Di waktu yang sama,
“Tu cowok muka nya ngeselin anjenk” Marvel dan Bryan mendumel kesal saat melihat wajah Dika yang merangkul posesif Dara.
Xavier mengecek ponselnya yang bergetar.
__ADS_1
...Anonim (chat)...
Nona Vior meninggalkan rumah
^^^Read^^^
Xavier sudah mengira Vior akan pergi setelah memastikan dirnya pergi dan Abian tidur dengan nyaman di rumah, sekitar dua bulan terakhir gelagat Vior di pantau Vier dalam diam namun masih belum dapat di tebak apa yang di lakukan Vior.
Tiga puluh menit berlalu balapan sudah di mulai, Xavier menonton saja karna malam ini Abra ikut turun balapan mungkin mood nya sedang tidak baik.
...Anonim (call)...
Non..
“Aish!!”
Terdengar suara yang sangat di kenali Xavier dari seberang sana, adeknya yap Vior mendapatkan orang suruhan yang mengikuti Vior.
Xavier memang serahim dengan Vior namun semenjak mereka berlisah tiga tahun lalu banyak yang berubah dari Vior walau tak sepenuhnya tapi Vior yang sekarang sulit di tebak.
“Berhenti membuntuti ku bang!!”
^^^“Ck!! Dmn? Gue jemput”^^^
“Aku bilang jangan membuntuti ku!!”
^^^“jangan meninggikan suara, Xaviora”^^^
Rahang Xavier mengeras saat menghadapi adeknya yang sangat keras kepala ini, Vior tak membantah ucapan Vier melainkan mematikan panggilan itu.
“Lo pergi, gue butuh ketenangan dan privasi” usir Vior ke ornag suruhan Xavier.
Percaya atau tidak di arena saat ini Xavier tengah meremas ponselnya hingga pecah, ah sial bagaimana Vior tau keberadaan orang suruhannya.
Vior saat ini berada di daerah kumuh, tempat ini salah satu tempat yang ada di tengah kota dan tempat para kriminal kelas kakap berada. dan jalan ini satu-satunya untuk menuju ke tempat tujuan Vior.
(Sulit di mengerti semoga hari kalian senin terus)
“Daerah ini bukan untuk gadis muda seperti mu!!”
“Aaaaa tolonggg aaa!!!” teriakan itu begitu jelas di telinga Vior.
“Paman, apa mulutmu tidak pernah di sikat? Bau nya sangat menyengat” sahut Vior.
“Anak kurang ajar!!”
“JEHAA TUNGGU BENTAR YA” teriak Vior sebelum menghajar sekelompok orang gila yang ada di sekitanrya sedari tadi.
Para orang itu sudha melirik dengan nafsu yang membara di mata mereka.
Alasan Vior berada di tempat ini adalah Jeha, murid yang di bully Dara dkk di sekolah tadi. Awalnya Jeha memang tengah di rawat namun tak lama setelah benar-benar sadar Jeha bergegas pulang.
Sekitar lima belas menit yang lalu, Jeha menghubungi Vior meminta tolong sampai memohon karna dirinya di bawa paksa oleh para preman karna ayahnya menjadikan dirinya sebagai jaminan setelah meminjam uang.
Setelah mengatakan alamat nya, Jeha tak dapat di hubungi lagi setelah itu makanya Vior mau tak mau mendatangi walaupun resiko nya bakal sangat menjadi beban.
Rahasia yang selama ini Vior simpan rapat bahkan grnadpanya di AS yang begitu memantau nya tak tau pergerakan Vior kecuali Ayas.
...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...
...COBA TEBAKK!! APA ALUR YANG AKAN TERJADI? ...
...A. GAK TAU...
...B. SAMA KEK A...
__ADS_1
...C. SEMUA BENAR....