XAVIORA KENANYA

XAVIORA KENANYA
XAVIORA 130..


__ADS_3

...SELAMAT DATANG DI CERITA INI !!!...


...SEPERTI BIASA DAN SETIAP SAAT BAKAL AKU SELALU INGATIN KALIAN UNTUK APA? UNTUK LIKE KOMEN SEBAGAI TANDA ATAU PEMBERITAHUAN KALAU KALIAN BACA DNA SUKA SETIAP CERITA AKU. JIKA ADA KESALAHAN ATAU KETIKAN MAAFIN YA....


...AKU MAU NGUCAPIN MAKASIH KESEKIAN KALINYA KE KALIAN KARNA TANPA KALIAN AKU GAK BAKAL BISA SELAMA INI DAN SEBETAH INI BIKIN CERITA UNTUK KALIAN WKWKWK....


...JANGAN LUPA FOLLOW !! ...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN ...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...



“Lalu, apa kamu pemakai?” Tanya grandpa tiba-tiba serius.


“Ck, aku tau aku terlalu banyak uang tapi apa untungnya aku memakai dan mengedarkan barang haram itu? Tanpa barang haram itupun hidupku sudah terjamin sampai aku tua”


“Mau heran dengan kesombongan, tapi inget dia cucu pertema keluarga Adison” batin Aksa.


“Dan kalian bedua? Apa kalian pemakai? Atau pengedarnya?” Tanya grandpa ke Aksa dan Bryan.


“Kenapa grandpa berpikir seperti itu? Apa menurut grandpa kita berdua juga kekurangan uang sampai harus mengedarkan?” Jawab Bryan membuat grandpa kembali tertawa.


“Bahkan tanpa menjual itu uang kita terus mengalir seperti air masuk ke rekening, benar begitu kan? Grandpa” kini Aksa menjawab pertanyaan grandpa.


Ya mereka benar-benar pilar atau pewaris tiga keluarga yang mengerikan.


Pembicaraan itu berpangsung cukup lama, andai saja tak ada grandpa mungkin Xavier, Aksa dan Bryan sudah mendapat hukuman terutama Xavier karna kemarahan Reno ayahnya sudah lama di tampung.

__ADS_1


...🌑🌑🌑...


Abian dan Vior sudah siap dengan style mereka masing-masing. Abian yang memakai pakaian santainya dan Vior yang memakai seragam sekolahnya.



Yang lain sudah berada di meja makan sedari tadi bahkan sudah mulai makan beberapa menit lalu,


“Morning” sapa Vior.


“Oning” ucap Abian juga membuat Vior gemas lalu mengecup pipi anaknya.


“Pagi sayang” ucap bunda.


“Pagii Vior” Sahut yang lainnya.


“Kenapa sarapan pagi begitu suram?” Tanya Vior karna tak berisik seperti biasanya terutama ayah dan abangnya.


“Kamu mau makan apa hmm?” Tanya bunda.


“Vior gak sarapan bun, ini Abian aja. Soalnya Vior ada urusan jadi harus berangkat aekarang”


“Urusan apa?” Tanya grandpa tak suka jika cucu-cucunya melewatkan sarapan pagi.


“Meneliti apa bumi ini bulat atau datar grandpa. Ah Vior terlambat, aku bernagkat dulu” Vior mebgecup orang tua, grandpa grandma dan abangnya juga Abian.


“Kalau lo siap kehilangan sebelah mata lo” ucap Vior sambil terkekeh dan menunjuk ke arah Xavier di ikuti Bryan.


Xavier sudah siap dengan garpu di tangannya untuk menusuk ke mata Bryan, walau itu candaan tetap saja begitu mengerikan namun bagi para ornag tua ini sudah biasa terjadi karna memang Xavier seposesif itu ke sang adek.


Vior berpamitan pergi mebggunakan mobilnya yang lain karna yang kemarin baru di bawa ke bengkel tadi malam oleh anak buah nya.


...🌑🌑🌑...


Vior berada di markas padahal sudah di perkirakan kalau dirinya ke sekolah paling tidak jam pelajaran pertama sudah selesai.


“Ah, apa mainan ku ini tak di kasih makan sampai begitu menyedihkan?” Vior menatap ke bawah di mana perempuan itu di ikat mulut kaki dan tangannya menangis memohon di bawah Vior.


...BUGGGG...


Vior menendang wajah itu tanpa merasa kasihan, sebenarnya kemarin Vior mau melepaskan nya tanpa harus melakukan hal keji terhadap perempuan ini tapi Vior berubah pikiran.


Membunuhnya mungkin lebih baik dari pada membiarkan nya hidup. Maka itu Vior meminta selama tiga hari peliharaan nya yang berada di hutan lindung semua jangan di kasih makan terutama buaya dan harimau.


“Memohonlah siapa tau aku berubah pikiran” Vior berjongkok sambil menjambak rambutnya.

__ADS_1


“Coba berbicaralah apa yang aku dapatkan jika melepaskan mu”


“Ak.aku mohon!! Ak..aku bak..bakal ja..jadi tangan kanan mu! Aku rela jadi budak!!” Vior menggeleng.


“Restoran dan bar milik keluargamu berikan kepadaku? Bagaimana? Itu penawaran yang sangat menguntungkan untuk mu bukan?”


“Tapi itu punya ayahku!!”


“Well? Apa harta itu lebih penting dari nyawa mu?”


“Baiklah!! Aku akan memberikannya”


“Bodoh” batin Vior,


Vior mengetahui seluk beluk dan apa yang terjadi di bar tersebut temapt para anggota dewan dari berbagai macam direksi akan melakukan transaksi di situ dan akan melakukan hubungan bersama simpanan resto dan bar itu.


Di luar memang resto dan bar tapi jauh masuk ke dalam terdapat sejenis kasino, bar dan puluhan kamar hotel untuk beristirahat, makanya para suami yang sering ijin ke istrinya akan pergi dinas itu perlu di pertanyakan.


Apakah pergi dinas ke tempat yang memang di utus atau pergi dinas ke resto dan bar itu. Vior juga baru mengetahuinya tadi pagi setelah membaca file yang Darren kirimkan.


“Panggilkan Argan” perintah Vior.


Tak lama Argan datang membawa cip kecil seperti kartu di tangannya, itu adalah gps atau alat pelacak dan akan mengetahui kita berada di mana.


“Jadi jam tangan nya tidak perlu?”


“Setidaknya salah satu yang gue minta sudah selesai”


“Cip sudah lama kita miliki kalau lo lupa, jam tangan belum selesai”


“Yasudah, buat dia tertidur dan minta Driell memasangkan nya. Minta Darren memantaunya sedari di pulangkan karna keuntungan yang kita dapat akan sangat besar”


“Apa kali ini?” Tanya nya


“Lo tau, bokapnya begitu kasihan di jadikan tumbal dari semua para dewan karna yang bakal tertangkap hnaya dia pastinya. Tapi kalau itu jadi milik gue maka mereka semua akan jadi bidak caturku”


“Jangan terlalu berlebihan ingat itu berbahaya”


“Apa kalian akan membiarkan ku terkena bahaya?”


“Ck, lakukan sesuka lo. Mending sekrang lo berangkat sekolah sebelum gue usir dari sini”


“Ini markas punya gue kalo lo lupa”


“Persetyan dengan yang punya” Vior tertawa lalu pergi karna dirinya sudah cukup terlambat untuk pergi ke sekolah.

__ADS_1


...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...


__ADS_2