
...SELAMAT DATANG DI CERITA INI !!!...
...SEPERTI BIASA DAN SETIAP SAAT BAKAL AKU SELALU INGATIN KALIAN UNTUK APA? UNTUK LIKE KOMEN SEBAGAI TANDA ATAU PEMBERITAHUAN KALAU KALIAN BACA DNA SUKA SETIAP CERITA AKU. JIKA ADA KESALAHAN ATAU KETIKAN MAAFIN YA....
...AKU MAU NGUCAPIN MAKASIH KESEKIAN KALINYA KE KALIAN KARNA TANPA KALIAN AKU GAK BAKAL BISA SELAMA INI DAN SEBETAH INI BIKIN CERITA UNTUK KALIAN WKWKWK....
...JANGAN LUPA FOLLOW !!...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.VIORA...
...@THEYCALLME.VIORA...
...@THEYCALLME.VIORA...
...JANGAN LUPA DI FOLLOW KARNA KADANG SUKA SPOILER BAB BAB YANG AKAN DATANG!!...
“Lo apaan si anj” kesal Vior yang di tarik-tarik.
Betapa sialnya Vior di hukum karna jam pelajaran terakhir dirinya tertidur tapi untung hukumannya ringan saja selain bersihin kelas lalu mengantarkan buku ke perpustakaan. Teman-temannya sudah balik setelah membantu membereskan kelas awalnya ingin menemani Vior ke perpus tapi kata Vior dia bisa sendiri. Xavier dkk tak ada karna mereka setelah bell langsung pergi ke lapangan buat latihan.
Namun yang lebih sialnya sehabis dari perpus dirinya di tarik paksa oleh Dara dan dua bestienya. Vior paling malas berkelahi di sekolah selain tak ingin bermasalah dirinya malas jika harus bertemu kepala sekolah.
“Lepasin gak!!”
...PLAKKK...
“Gak usah sok cantik lo!!” Ucap Dara.
“Gatel banget ya badan lo sampe kecentilan sama inti valdalas” ucap Tina
__ADS_1
Sial sekali rasanya hidup Vior, dua minggu yang lalu dia kecelakaan di AS, sekarang dia malahdi bully setelah seminggu sekolah. Harus kah dirinya melawan? Kartu king nya kalau di keluarkan bisa-bisa badan dan hidup mereka bertiga hancur saat ini juga.
...PLAKKK...
...PLAKKK...
“Mampus!!” Ucap Dara setelah berulang kali mereka menampar wajah Vior namun Vior hanya diam saja.
“Apa!!” Teriak Gaby yang kesal karna Vior tak sedikitpun takut dengan dirinya.
...BRAKKK...
Vior menyeringai setelah perutnya di tendang oleh Gaby, ah sialan sakit sekali perutnya mana sedang periode.
“Cabs” ajak Dara,
“Ah sial perut gue makin sakit” gumam Vior pelan,
Padahal sudah ada balok kayu di genggamannya siap menghantam kepala mereka bertiga tapi Vior merasa sangat lemas dan pusing.
Kesadaran Vior hilang bersamaan tiga ornag itu mengunci pintu gudang sekolah, gudang yang sangat jarang sekali di gunakan karna sudah ada gudang baru alhasil ini gudang tua tak pernah di gunakan kecuali terdesak atau ada barang yang hanya ada di dalam sini.
Sekitar satu jam lebih para ekstrakulikuler pulang, perasaan Xavier sebenarnya sangat gelisah saat latihan tadi namun dirinya tak tau kenapa.
“Langsung balik apa gimana?” Tanya Marvel.
“Malam jadi gak?” Tanya Marvel lagi.
“Jadi” ucap Abra lagi,
“Lo kenapa dah Xav? Dari taid gue liat kek ada yang salah dari otak lo” ucap Marvel.
“Kebelet boker gue” jawab Xavier asal.
Mereka tiba di parkian, satu hal yang menjadi fokus Xavier adalah mobil Vior yang masih terparkir di pojokkan.
“Kenapa? Eh itu mobil Vior kan?” Marvel menunjuk ke arah pojok parkiran, Abra ikut memperhatikan dan memang benar itu mobil Vior.
Mereka bertiga berjalan menuju mobil itu, di lihat di dalam mobil tak ada orangnya berarti Bior masih ada di sekolah ini.
“Gak ada di kelas” gumam Xavier.
“Terakhir kemana dia tadi ya? Kantin? Eh perpus” sahut Marvel.
Mereka pun berlari ke arah perpus namun kosong, bahkan kata satpam yang mengecek kelas tak ada siapapun lagi di sekolah selain para eskul.
“Yang bener pak? Masa gak liat bocah tengil si?” Tanya Marvel.
Satpam sekolah dan staff pengawas ruangan ini akur dengan valdalas dan Vior juga karna ketengilan Vior di sekolah yang hanya di ketahui orang-orang tertentu.
__ADS_1
“Kagak ada sunpah cari aja di dalam” ucap pegawas
“Mencar deh cari” mereka mencar mencari keberadaan Vior atas saran Abra.
Sekitar setengah jam, tak ada di temukan keberadaan Vior sampai ke warung-warung depan sekolah dan ke parkiran lagi tak di temukan keberadaan Vior.
“Ponselnya jug...” Xavier menoleh ke arah tempat duduk Vior.
Sial mereka baru menyadari kalau tas dan barang berharga Vior lainnya ada di kelas, hari sudah semakin gelap dan lagi bunda beberapa kali menanyakan kapan Xavier dan Xavior pulang karna sudah lewat jam pulang.
Di waktu yang sama,
Vior yang sudah sadar mencoba membuka pintu gudang namun tak bisa, berteriak juga sedari tadi tak ada yang mendnegarnya. Jalan satu-satunya adalah jendela setinggi lima meter.
“Gue bales liat aja lo besok anj” Vior mendumel kesal.
“Gue luncat nih?”
“Pasti jatuh si, masa jatuh lagi udah tadi pagi gue jatuh”
“Tau ah anj gue mau balik”
...BRAKKK...
Vior diam merasakan sakit di kakinya, Dara Gaby dan Tina liat saja besok bakal Vior balas. Persetan dengan image dirinya, tiga orang ini sudah masuk dalam list incaran Vior.
“Kemana lagi tu anak!” Xavier mendumel kesal sambil mencoba menghubungi sekertaris ayahnya untuk meminta cek cctv sekolah.
Dimana-mana ya kalo ada yang hilang pasti bakal panik, terus bakal cari orang itu sampai ketemu tpai tiga orang ini malah diam di kelas saja menunggu setelah setengah jam mereka keliling sekolah tapi tak menemukan Vior.
“Sialan” sepanjang lorong menuju kelas Vior terus menerus mengumpat kesal.
“Anj anj anj anj” kesal Vior.
“Suara Vior tu Xav” ucap Marvel.
Benar saja, mereka bertiga langsung bertatapan dengan Vior yang baru saja menampakkan dirinya di depan pintu sambil berjalan pincang.
“Lo kenapa bego??” Tanya Xavier,
“Diem deh lu!!” Kesal Vior.
“Gue tanya anj!! Lo kenapa!!”
“Pargoyy” sahut Vior asal.
“Dari pada lo nanya mulu mending gendong gua ke parkiran! Gue udah serius badmood ini” ucap Vior.
Tanpa banyak tanya Xavier menggendong Vior dan langsung menuju mobil Xavier ya g terparkir bukan mobil Vior, kata Abra biar tinggal aja mobilnya di sekolah balik bareng Xavier aja.
Padahal tanpa saran dari Abra juga Xavier bakal melakukan hal itu, tapi biar saja yang penting Vior nurut.
__ADS_1
...🖤JANGAN LUPA LIKEEEE DAN KOMENN🖤...