
...SELAMAT DATANG DI CERITA INI !!!...
...SEPERTI BIASA DAN SETIAP SAAT BAKAL AKU SELALU INGATIN KALIAN UNTUK APA? UNTUK LIKE KOMEN SEBAGAI TANDA ATAU PEMBERITAHUAN KALAU KALIAN BACA DNA SUKA SETIAP CERITA AKU. JIKA ADA KESALAHAN ATAU KETIKAN MAAFIN YA....
...AKU MAU NGUCAPIN MAKASIH KESEKIAN KALINYA KE KALIAN KARNA TANPA KALIAN AKU GAK BAKAL BISA SELAMA INI DAN SEBETAH INI BIKIN CERITA UNTUK KALIAN WKWKWK....
...JANGAN LUPA FOLLOW !!...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.VIORA...
...@THEYCALLME.VIORA...
...@THEYCALLME.VIORA...
...JANGAN LUPA DI FOLLOW KARNA KADANG SUKA SPOILER BAB BAB YANG AKAN DATANG!!...
“Bundaa” rengek Ayes lalu memeluk bunda dan kembali menangis di pelukan bunda Vior.
“Puas-puasin aja nangisnya hari ini karna besok dan seterusnya gak akan ada tangis kesedihan bakal ada tangis kebahagiaan”
“Kenapa ayah jahat bun? Ayes bisa maklumi kalau ayah sama mama kerja tapi? Tapi kenapa bun ayah khianatin kepercayaan Ayes?”
“Ayes bertahun-tahun sendiri di rumah gapapa bun tapi gak kaya gini”
__ADS_1
“Ayes banyak kurang nya ya? Ayes nakal ya bun?”
“Kenapa ayah pilih Lia bun? Aku anak ayah bun aku hikss”
“Sakit bun sakit hiks sakit banget hiks hiks”
“Akhh hikss hikss” tangis pilu sangat-sangat membuat bunda merasa tergores-gites hatinya.
Ayes sudah seperti anaknya sendiri, tak boleh ada yang menyakitinya sejengkal pun. Vior, Ayes dan yang lain itu anak nya itu yang selalu di katakan bunda jika sedang berada dimanapun dan mereka bertanya siapa yang ada di samping bunda.
“Apa Ayes gak berhak bahagia bun?” Bunda menggeleng.
“Kamu berhak bahagia, kamu hidup bukan untuk sedih Ayes, tapi untuk bahagia. Bunda bahagia ada kamu maka itu Ayes jangan sedih kalau Ayes sedih bunda juga jadi sedih”
Bunda berbicara dan membimbing Ayes agar tak berlarut-larut dalam kesedihan, sedangkan mereka di luar tengah membicarakan hal keji untuk balas dendam.
Oh ya, Abra dan yang lain saat bunda masuk ke dalam tadi mereka pamit pulang, karna mereka hendak membicarakan hal serius dan itu bukan kewenangan mereka ikut terutama Vior yang berkata.
“AD yang akan mengambil alih semuanya”
Dengan kata lain pembicaraan yang akan mereka bicarakan serius, tentu saja ini serius kalau hanya main-main Vior tak bakal peduli dengan ap yang terjadi.
“Lo mikir Lia juga dong Vi, dia sahabat lo juga kan?” Ucap Bryan.
Bryan kekeh tak mau pergi awalnya hendak di usir Ace tapi dia membawa nama keluarga alhasil mau tak mau dia di ikut sertakan.
Vior juga masih memikirkan Lia kalau Ayahnya bangkrut bagaimana sekolahnya. Sejahat-jahatnya Vior dirinya juga tau Lia bukan pelaku utama nya melainkan kedua orang tuanya yang bersalah.
“Apa tindakan lo? Buat Sebastian?” Tanya Xavier.
“Menguliti tubuhnya lalu jadikan daging grill”
“Uchh, huekk menjijikan Vior” ucap Bryan membuat Vior terkekeh.
“Urgent!!” Argan mengambil remot tv lalu membuka saluran berita.
ISTRI PEMILIK PERUSAHAAN S MENGALAMI KECELAKAAN PENYEBAB KECELAKAAN BELUM DI KETAHUI PIHAK POLISI MASIH DALAM PENYELIDIKAN.
KORBAN DI LARIKAN KE RUMAH SAKIT KARNA KONDISINYA KRITIS.
“Shyit!! Jangan sampai Ay...”mata Vior bertemu dengan mata Ayes yang berkaca-kaca dan berpegangan di tembok, ternyata saat Argan bilang Urgent, bunda dan Ayes keluar ingin berkumpul dengan yang lain.
Kaki Ayes lemas mendengar berita tersebut, Ayes berjongkok badannya gemetar kuat membuat mereka semua panik termasuk bunda langsung memeluk Ayes lagi.
“Siapkan pesawat, minta orang kita yang ada di Aussie mengumpulkan semua bukti. Temukan pelakunya dan bawa ke hadapanku!!” Perintah Vior sambil berjalan mendekati Ayes.
__ADS_1
“Gue? Emang gak berhak bahagia ya?” Di sela tangis Ayes mengatakan sesuatu yang membuat siapapun mendenagrkan berasa tertusuk.
“Lo berhak!! Gue bakal buat mereka lebih menderita jadi lo tenang aja”
Setelah berucap, Vior berdiri dan meminta Xavier mengantarkannya pulang untuk menjemput Abian. Mereka akan ke Aussie hari ini mengantarkan Ayes.
...🌑🌑🌑...
Ayes terus berdiri di balik kaca ruangan mamahnya, terlihat mamahnya tengah terbaring tak sadarkan diri di brankar itu dan di bantu bernafas dengan beberapa alat.
“Lo udah hampir dua hari berdiri, istirahat dulu” pinta Driell sambil merapikan rambut Ayes.
“Gue bawain sup jagung kesukaan lo buatan bunda”
“Ayes, makan dulu yuk? Kata bunda kalau lo gak makan, bunda bakal sedih” Ayes mengangguk kecil.
Hal yang bisa membuat Ayes bergerak dari tempatnya selain Vior ya bunda hanya kedua perempuan ini saja. Selebihnya Ayes tak akan mendengarkan.
“Akhirnya kamu mau makan” ucap nenek Ayes ibu dari mamah nya.
“Makan yang banyak ya? Nenek yang bakal jagain mamah kamu”
Sejak mereka tiba, kelaurga mamah nya sangat perhatian dan begitu nenyanyangi Ayes walau mereka hanya bertemu beberapa kali dulu namun semenjak Ayes ke AS nereka jarang sekali bertemu.
Ayes juga sudah mengetahui kanker stadium akhir yang di derita mamah nya, seperti anak durhaka yang tak tau keadaan mamah nya Ayes merasa bersalah.
Nenek Ayes dan keluarga mamah nya yang lain juga meminta maaf karna merahasiakan hal ini, itu karna permintaan mamah Ayes agar Ayes tak khwatir.
“Apa, nenek tau ay...” dengan gemetar Ayes bertanya namun pertanyaan itu terjeda kadna nenek menghela nafas namun setelahnya tersenyum dan mengelus surai rambut Ayes.
“Maafin nenek ya, seharusnya nenek gak menuruti permintaan mamah kamu untuk sembunyikan hal ini, ayah kamu pernah ketahuan selingkuh dulu dan berjanji tidak mengulanginya lagi. Mamah kamu memaafkan nya”
“Kapan nek?”
“Kamu ingat? Tahun baru saat kita semua berkumpul AS? Tapi saat itu ayah kamu gak datang dengan alasan ada pekerjaan?”
“Menemui klien yang ada di German” nenek mengangguk.
“Saat itu, ayah kamu sudah berada di AS bersama selingkuhannya tapi siapa sangka saat berbelanja untuk BBQ malah bertemu dengan mamah kamu”
”mamah kamu memberikan pilihan dan ayah kamu bilang dia akan berubah dan nanti malam akan melewati malam tahun baru bersama dengan kamu tapi nyatanya dia gak datang”
“Tapi lusa dia datang untuk meminta maaf” nenek Ayes mengangguk.
__ADS_1
Karna Ayes memaafkan hal itu makanya mamah Ayes memaafkan jug dan mendengar sumpah suaminya yang tak akan mengulangi hal itu lagi tpai nyatanya semua bohong.
...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...