XAVIORA KENANYA

XAVIORA KENANYA
XAVIORA 80


__ADS_3

...SELAMAT DATANG DI CERITA INI !!!...


...SEPERTI BIASA DAN SETIAP SAAT BAKAL AKU SELALU INGATIN KALIAN UNTUK APA? UNTUK LIKE KOMEN SEBAGAI TANDA ATAU PEMBERITAHUAN KALAU KALIAN BACA DNA SUKA SETIAP CERITA AKU. JIKA ADA KESALAHAN ATAU KETIKAN MAAFIN YA....


...AKU MAU NGUCAPIN MAKASIH KESEKIAN KALINYA KE KALIAN KARNA TANPA KALIAN AKU GAK BAKAL BISA SELAMA INI DAN SEBETAH INI BIKIN CERITA UNTUK KALIAN WKWKWK....


...JANGAN LUPA FOLLOW !!...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.VIORA...


...@THEYCALLME.VIORA...


...@THEYCALLME.VIORA...


...JANGAN LUPA DI FOLLOW KARNA KADANG SUKA SPOILER BAB BAB YANG AKAN DATANG!!...



“Vior gak masuk?” Tanya Sasa


“Gak ada kabar dari kemarin sumpah ni anak kemana dah!!” Ucap Lia


“Lo udah tanya Xavier, Gal?” Tanya Sasa


“Vior ijin kata Xavi” Galen memberitahu kalau Vior ijin.


Barusan sekitar satu menit yang lalu Xavier mengirimkan pesan di grub inti valdalas untuk meminta tolong beritahu ketua kelas agar memberitahu kalau Vior ijin.


“Alasannya?” Tanya Sasa dan Lia bersamaan.


Mereka hanya khawatir dengan Vior makanya begitu banyak tanya apalagi Vior tak ada mengabari mereka bahkan membalas pesan mereka saja tidak.


“Lagi sakit katanya”


“Sakit apa?”


“Banyk tanya lo Sa! Tanya sendiri lah anjer temen lo juga” ucap Marvel yang dari tadi merebahkan kepalanya di atas meja tengah tidur terbangun.


“Ach!! Lo anj untung cewek!!” Ucap Marvel karna Sasa menjitak kepalanya saking kesalnya dengan Marvel.


“Gak tau”


“Selamat pagi anak-anak”


“Pagi buu”


Mereka kembali ke kursi masing-masing setelah guru datang, pelajaran di mulai seperti baisa kelas menjadi hening.


“Lo beneran udah gapapa?” Tanya Dara ke Dika dan Haja. Mereka tengah bolos di roftop sekolah,


“Menurut lo?” Tanya Haja judes,

__ADS_1


Haja masih kesal karna ayahnya yang seorang hakim tak bisa melawan bahkan meminta dirinya untuk tak mencari masalah dengan Abra maupun Xavier.


Entah apa yang terjadi kejadian itu yang jelas ayahnya menceramahinya namun Haja tetaplah Haja mau itu ayahnya dirinya tetap akan membalaskan dendam ini karna sudah di permalukan oleh Abra dan Xavier di depan semua murid. Tapi entah kapan dendam itu akan di balaskan.


“Bibir gue kering!!” Bisik Dika ke Dara namun bisikan itu percuma rasanya karna mereka yang berada di roftop ini dapat mendengar semua.


“Ck! Untung gue suka!” Ucap Dara


Dika dan Dara berciuman di depan teman-temannya bagi Haja itu sudah biasa dirinya melihat Dika yang blak-blakan tanpa malu bercumbu di depan dirinya.


“Gue turun deh” ucap Tina karna merasa tak nyaman.


Ah Tina menyukai Dika tapi yang Dika mah cuman Dara, padahal mereka tak memiliki hubungan tapi sellau melakukan kontak fisik.


Merasa dunia milik mereka berdua, Dika dan Dara saling menikmati apa yang mereka lakukan, Dika menahan tekuk leher Dara dan ciuman mereka semakin memanas hampir saja Dika kelepasan untung Haja membuatnya sadar dengan dehemannya.


“Shit ganggu lo!!” Ucap Dika


“Ck, masih pagi, ntar malam aja apart” ucap Haja


“Gimana baby? Mau gak” Dika menarik Dara ke dekapannya sambil mencium bibir Dara sekilas.


“Jemput”


“Okey sayang”


Haja hanya menggeleng bisa-bisanya sahabatnya ini tak pernah insaf dari nafsu dunia tapi dirinya juga sama bahkan sekarang dia mencoba mendekati gadis yang ada di dekatnya walau sedari tadi Gaby tak menoleh ke arah Dara dan Dika hanya menatap ke arah luar sekolah saja.


“Gab, temenin gue ke toilet dong kebelet” ajak Dara dan keduanya pun turun.


Meninggalkan Dika dan Haja saja di roftop, Dika mengeluarkan rokok nya dan menghidupkan tentu Haja juga menghidupkan rokonya dan keduanya duduk di kursi yang ada.


“Lo beneran? Ntar malam?” Tanya Haja


“Kenapa? Lo mau juga?”


“Masih mikir”


“Bosen gue bekas lo mulu”


“Anj lo baru dua kali perasaan”


“Gaby sabi gak?”


“Gas lah, kamar di apart kan dua sebelahan”


“Liat ntar”


Di waktu yang sama...


Dara benar-benar sudah terangsa oleh ciuman nya dengan Dika namun sial dirinya mengharapkan lebih dari ciuman itu saat ini juga bahkan sudah basah saat ini **********. (WOI JANGAN DI TIDUR WOI ASTAGFIRULLAH AKU KENAPA NULIS BEGINIAN MAMAH TAKUTT!!!)


“Enak gak Dar?” Tanya Gaby


“Enak lah anj gila pengen lagi”


“Bego lo hahaha”


“Haja noh deketin”


“Ngomong mah enak, tapi gue gak mau ah nanti ayang Xavier marah”


“Ck, Abra aja gak marah tuh haha, btw Tina kenapa dah?”


“Biarin lo gak tau aja dia kan emang begitu sok polos”


“Bener juga, oh ya ntar malam ikut gak?”


“Kemana?”


“Apart Dika lah gue belum luas hehehe”

__ADS_1


“Gila lo! Jangan macem-macem”


“Gue cuman cuddle doang elah gak lebih”


“Nyenyenyee” tawa keduanya pun memenuhi toilet tersebut.


Setelah dari toilet mereka tak kembali ke roftop memilih ke kantin saja karna lapar,


Bell istirahat berbunyi, murid-murid mulai keluar dari kelas dan menuju kantin perut mereka sudah berbunyi karna para cacing di perut sudah kelaparan.


“MARVELLL ANJ” teriak Sasa saking kesal dan malu.


Marvel benar-benar tak sengaja menginjak tali sepatu Sasa dan akhirnya terjatuh untung masih di dalam kelas cuman teman sekelasnya hang melihat tapi tetap saja malu woi jatuh gila.


“Berdarah Sa idung lo” ucap Lia yang buru-buru ke kursinya mengambil tisu di laci.


“Sumpah Sa gue gak sengaja”


“Ya tuhan Sa gue minta maaf sumpah”


“Hayolo Sasa nya berdarah” ucap teman sekelas.


“Lo pada ngajak gue berantem jangan sekarang ya anj” ucap Marvel panik.


“Sa sorry”


“Brisik diem kek lo anj” ucap Sasa,


“Iya diem ini” Marvel diam sambil menunggu.


“Ke uks aja Li biar di periksa” saran Celin teman sekelas.


“Duh pala gue puyeng” gumam Sasa


Marvel langsung membopong sahabatnya itu menuju uks karna sedari tadi darah di hidungnya tak mau berhenti.


“Apaan lo!!” Gumam Sasa pelan


“Diem elah!”


...Satu...


...Dua...


...Tiga...


Sasa tiba-tiba tak sadarkan diri saking pusingnya dan darahnya masih terus keluar. Sumpah Marvel tak sengaja membuatnya jatuh karna memang dia tidak melihat sama sekali tali sepatu Sasa.


“Sa?”


“Sasa?”


“Anj Li ini gimana?”


“Ke uks buru bacot mulu lo!!” Ucap Lia panik,


“Woi minggir lo semua!!”


...BRAKKKK...


“Anj kaget”


“Woi tolong woi temen gue pingsan” ucap Marvel panik. Sasa di rebahkan di tempat tidur yang ada di uks dan langsung di periksa.


“Lo ada-ada aja elah!!” Gerutu Galen


“Musibah Gal gue juga gak sengaja”


“Jangan lupa minta maaf” Marvel mengangguk paham.


...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...

__ADS_1


__ADS_2