XAVIORA KENANYA

XAVIORA KENANYA
XAVIORA 169.


__ADS_3

...WELCOME BESTIEEE🖤...


...APA KABAR NICHHH? BTW UDAH JOIN GRUB SAMA FOLLOW INSTAGRAM KITA BELOM? BELOMMMM? WAHHHH JAHAD BINGIT WK YAUDAH YUKK YUKKKK...


...YUKKK FOLLOW YUKKK...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...DI TUNGGU YAA!!!...


...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....


...KALIAN INGAT YA INGATTTT!!! ...


...KALAU AKU TUH SELALU MANTAU KOMEN KALIAN WKWK, BTW BUKA IG KITA YA AKU KADANG BIKIN JEDAGJEDUG PARA ANAK-ANAK DAKJEL WKWK GAK DENG ANAK-ANAK AKUHH ANJASS...


...BESTIEEEEEEEEEEEEEEE........


...SPAMM KOMEN DONGGGGGG........


...KALIAN MAU PART APA GITU ATAU APA KEK BUAT KEDEPANNYA BIAR AKU DAPAT INSPIRASI GITU CERITANYA WKWKWK. LAGI BUTET BANGET NI OTAKKKK GAK BISA MIKIR JADI BANTU DONG HELP HELP HELPPPPPPP!!!!!!...


...🚫BACA NOTE JANGAN LUPA BIAR PAHAM DAN GAK DI KOMEN KARNA BAHASA ATAU LOKASI MEREKA!...


...BAKAL MAKIN BANYK BAHASA KASAR JADI DI MAKLUMI DAN JANGAN DI TIRU KARNA GAK BAIK BUAT DOSA KLEAN BAKAL NAMBAH BANYAK ☺️...



Abra sempat sadar beberapa detik, beberapa detik itu di gunakan Abra untuk mengucapkan kalimat cinta ke Vior dan maaf karna tak bisa selamanya bersama.


“Ga... hiks gakk Abra bangun!!!”


“Abraaaaaaaa”


“Bunda Abra jahat hikss Abra jahat bun”


“Sayang hey”


“Abra jahat!!”

__ADS_1


“Abra bangun Ab bangun!!!”


Tangis histeris Vior membuat siapa saja yang mendengar atau melihat merasakan sakit seperti yang Vior rasakan.


“Vior!!”


“Heyy bangun!!”


“Dekk bangun!!!”


“Viora!!” Xavier mengguncang badan Vior sedikit kencang.


“ABRA!!” Teriak Vior seraya bangun.


Wajah Vior sangat pucat dan badannya dingin, keringat bercucuran di aekujur tubuh Vior padahal ruangan ini ber ac.


“Abraa mana??” Tanya Vior seraya memegangi kepalanya yang sangat pusing.


“Lo kenapaa?” Tanya Aksa


“Minum dulu minum” Aksa memberikan segelas air


“Abra mana!!!”


“Ini di sini” Jean menunjuk ke arah samping yang mana ada Abra.


Abra masih belum sadar, Vior yang melihat Abra menghela nafas bersyukur kalau Abra tidak seperti yang di lihatnya.


“Abian?? Abian sama adek mana??” Tanya Vior


“Adek? Adek mana? Adek kelempar bang!!! Bad...”


“Lo kenapa dah? Adek siapa?” Tanya Aksa


“Ad..”


“Vior mimpi buruk ya?” Jean mengelap keringat yang ada di wajah Vior.


“Mi..mpi?” Jean mengangguk.


Vior memegangi perutnya, kepalanya sangat pusing air mata Vior yang sedari tadi keluar membuat mereka khawatir.


“Mau minum lagi?” Vior menggeleng.


Gemetar, tubuh Vior gemetar kuat membuat Jean yang ada di sampingnya langsung meneluk Vior.


“Yang lain bisa tolong keluar dulu? Kecuali lo Xav” ucap Jean.


Mereka paham dan langsung keluar, Viormenangis di pelukan Jean. Xavier yang melihat Vior seperti itu benar-benar merasakan sakit di sekujur tubuhnya bahkan hati nya ikut sakit.


“Cukup hikss cukup Justin yang pergi hikss” di sela isak tangis Vior berucap.


“Gue takut hikss Abra, Abian sama adek hikss tepat di hikss dep hiks depan mata gue hikss”

__ADS_1


“Karma ya ini hikss karma gue ya?”


“Heyy? Semua baik-baik aja”


“Enggak hikss Abra Abian Adek ninggalin gue hikss”


“Itu cuman mimpi, Abra dan Abian di sini”


“Semua mimpi, Abra baik-baik aja Vi jangan takut” ucap Xavier.


“Tapi hikss tapi kaya nyata Xav nyata hikss gue bahagia tapi hikss cuman sebentar hikss”


“Gue gak boleh bahagia ya? Gue hikss akhhhhhhhhh”


“Lo boleh!! Sangat bolehh!! Gak akan ada yang bisa gangguin lo karna gue yang bakal habisin mereka lebih dulu!!!”


“Vior, liat gue? Kita kembar dan gue gak bakal biarin siapapun nyakitin lo” Xavier mencoba menennagkan Vior.


Sebisa mungkin Xavier dan Jean menenangkan Vior sampai kembali tertidur, bukan tidur tapi pingsan tadi untung kata dokter tak apa-apa.


“Di luar kendali gue kalo masalah mimpi dan trauma dia” Xavier mengacak-acak rambutnya.


“Semua sudah kembali normal” Jean menepuk bahu Xavier.


“Ab bangun kek Ab, nih cewek lo kasian” ucap Aksa yang berada di dekat Abra.


“Bokap Abra sama Ace ud..” belum selesai Dirga berucap sudah di potong oleh Xavier,


“Bahas nya nanti aja” ucap Xavier,


Xavier mau mereka yang ada di sini fokus ke Vior yang dalam kondisi tak stabil itu dulu, masalah di lokasi itu biarkan papa Abra dan Ace yang mengurusnya.


“Gimana keadaan Vior?” Bunda baru datang setelah membawa Abian beli cemilan.


“Bang, adek kenapa?” Tanya sang papa yang baru datang sambil menggendong Abian.


“Mimpi buruk yah” Xavier memberitahu.


“Dokter bilang sebisa mungkin bikin Vior tenang dan jangan buat dia banyak pikiran, kejadian ini memicu trauma Vior kambuh alhasil kondisi tubuh Vior terguncang” ucap Aksa menjelaskan lebih detail apa yang terjadi ke Vior.


“Abra ada perkembangan?” Bunda bertanya, mereka tak menjawab dengan suara cuman menggeleng.


“Ihikss hiksss” mereka langsung menoleh ke arah sumber suara,


Lagi dan lagi badan Vior keringatan dan sangat dingin, di tambah kondisi tubuh nya snagat dingin. Bunda lansgung mencoba membangunkan Vior yang masih belum bangun.


“GAKKKK” teriak Vior sambil terbangun, deru nafas Vior tak beraturan seperti habis lari maraton.


“Istighfar dekk” ucap bunda seraya mengelus dada Vior.


“Nda??” Vior memeluk bundanya sambil menangis.


“Am hiks amiii” tangis Abian yang awalnya tidur kaget mendengar mamu nya berteriak,

__ADS_1


...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...


__ADS_2