
...SELAMAT DATANG DI CERITA INI !!!...
...SEPERTI BIASA DAN SETIAP SAAT BAKAL AKU SELALU INGATIN KALIAN UNTUK APA? UNTUK LIKE KOMEN SEBAGAI TANDA ATAU PEMBERITAHUAN KALAU KALIAN BACA DNA SUKA SETIAP CERITA AKU. JIKA ADA KESALAHAN ATAU KETIKAN MAAFIN YA....
...AKU MAU NGUCAPIN MAKASIH KESEKIAN KALINYA KE KALIAN KARNA TANPA KALIAN AKU GAK BAKAL BISA SELAMA INI DAN SEBETAH INI BIKIN CERITA UNTUK KALIAN WKWKWK....
...JANGAN LUPA FOLLOW !!...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.VIORA...
...@THEYCALLME.VIORA...
...@THEYCALLME.VIORA...
...JANGAN LUPA DI FOLLOW KARNA KADANG SUKA SPOILER BAB BAB YANG AKAN DATANG!!...
Seberapa besar keinginan Vior menutupi luk di wajahnya itu tak akan bisa, kalau terlalu banyak menggunakan foundation dan make up akan membuat luka itu infeksi.
Ayes sudah benar-benar pasrah dia juga sebisa mungkin menyamarkan luka di wajah Vior itu agar Xavier tak menyadarinya. Semoga nyawanya selamat dan semoga keberutungan berpihak ke dirinya.
“Santai aja kali Yes” ucap Vior yang tengah bermain ponsel melirik Ayes yang sudah seperti mayat hidup wajahnya sangat pucat.
“Santai? Rasanya pengen gue balik ni bumi sumpah” gerutu Ayes.
“Jahat banget lo”
“Diem deh jangan bikin mood gue tambah hancur Vi”
__ADS_1
“Ups” Bior langsung berhaya smabil menutup mulutnya meledek Ayes.
Tak butuh waktu lama mereka tiba di mansion grandpa, seperti yang di takutkan Ayes dan sudah dirinya tebak Xavier abang yang snagat over posesif itu sudah menunggu adeknya di depan gerbang sambil berbincang dengan satpam.
“Woi Yes!! Muka gue gimana?” Panik Vior entah kenapa dirnya ikut tegang seperti Ayes setelah melihat wajah abangnya.
...Tok tok tok...
“Anj anj rada nyesel gue ikut lo pulang” ucap Ayes.
“Gue nanya ogeb!!”
“Lo dari tadi ngapain si hah? Itu lukanya malah kelihatan” lukanya tiba-tiba mengelurkan darah lagi karna tadi sebenanrya saat menutup mulutnya Vior tak sengaja menggaruk luka tersebut karna terasa gatal.
“Buka!!” Perintah Xavier.
Xavier sudah merasa sedari kemarin kalau adeknya ini tidak baik-baik saja makanya dia sangat gelisah, bahkan tak ada tidur semalam. Sampai bunda menciduk dirinya yang bermain game sampe pagi di kamar.
“Vior!”
Pintu terbuka, pemandangan yang Vior dan Ayes lihat saat Xavier menatap Vior adalah raut wajah terkejut tentunya. Xavier pasti merasakan apa yang Vior rasakan jika dia terluka maka Xavier akan merasakan sakit tanp sebab, jika Vior bahagia maka rasa senang akan di rasakan Xavier begitulah anak kembar.
“Gue gapapa, tadi malam cuman jatuh depan rumah Ayes”
“Lo kira gue bodoh?” Tanya Xavier.
“Eh? Maksud gue gak gitu” Ayes membenarkan ucapannya.
“Gue beneran jatuh depan rumah Ayes”
“Yasudah. Obati lukanya trus kita bernagkat bunda dan yang lain udah nungguin”
“Hah???? Bunda sama ayah udah datang?” Kaget Vior.
“Udah”
“Ko lo gak bilang!!”
“Baru tadi pagi sampe”
Vior bergegas turun hingga tanpa sadar menyenggol pintu mobil dan berlari masuk ke dalam rumah karna bundanya sudah datang.
“Gue harap lo gak nyenbunyiin apapun dari gue” entah perintah atau ancaman dari Xavier untuk Ayes tapi rasanya jantung Ayes seperti akan berhenti jika Xavier mengetahui itu semua.
“Mampus gue mampus bisa-bisa nya gue punya temen gila semua” batin Ayes.
Keduanya menyusul Vior ke dalam, setiba di dalam Ayes memberikan salam ke yang lain. Dan saat dirinya mentap Vior baru dirinya menyadari kalau lengan Vior yang terluka mengekuarkan darah untung baju yang di kenakan Vior berwarna hitam jadi tidak terlihat.
Ayes melirik ke arah Xavier yang ada di sampingnya, meneguk saliva nya kasar. Pria di sampingnya ini cepat atau lambat akan menyadari hal itu pasti, sebelum itu sepertinya dia harus mencari pembelaan dengan membeberkan semuanya.
__ADS_1
“Xav, gue mau ngomong” ucap Ayes.
“Apa?”
“Gak di sini” Ayes menuju dapur di ikuti Xavier.
“Kenapa?”
Ayes menjelaskan langsung ke intinya karna Ayes tau kalau Xavier menyadari lengan baju dan rut wajah Vior yang menahan sakit itu.
“Panggil dokter!!” Teriakan dari suara Aksa itu menggema seisi mansion.
Xavier berlari ke ruang keluarga, melihat kembarannya itu yang tengah menunduk sambil di kelilingi orang tua dan sepupu nya. Vior hanya menunduk tak bisa berkutik.
“Vior gapapa ko” ucap Vior pelan.
“Gapapa apanya!! Badan penuh luka trus juga badan kamu anget!!” Ucap bunda.
“Wajah kamu juga ini kenapa sayang?” Tanya mamah atau nyokap Aksa.
“Anu bun..” suara Ayes terdengar gemetar dirinya tau ini akan terjadi karna sedari awal perasaannya gelisah. Lihat saja Ayes akan mendiamkan Vior karna sudah menjerumuskannya ke dalam lubang buaya ini.
“Gue jatuh depan rumah lo kan Yes? Masa bunda dan yang lain bilang gue bohong si” sambil tersneyum ke Ayes tanda ancaman agar Ayes tak berkata jujur.
“Gausah bohong!! Bun dia balapan trus mobilnya mental” ucap Xavier dengan raut wajah datar tanda dia sedang menahan diri.
“Astagfirullahhh!!” Ucap bunda dan yang lain bersamaan.
“Bagus ya!!” Ucap ayah.
“Vior bisa jelasin”
“Tunda jalan-jalan kita! Sekarang kita harus bawa Vior ke rumah sakit dulu” ucap grandpa.
Maksud lain dari ucapan grandpa adalah menyelamatkan Vior dari ceramah orang tuanya, grandpa sudah tau kalau Vior kecelakaan dan semua yang di lakukan Vior sebenarnya sudah di ketahui grandpa tapi selama Vior tak kenapa-kenapa grandpa akan terus memantau semua itu secara diam dan tak ikut campur langsung.
Bahkan bisa di katakan grandpa adalah kakek terjahat di dunia yang membiarkan cucu nya di tindas oleh laki-laki. Kenapa grandpa tak melakukan hukuman untuk Ganes? Karna grandpa mengawasi Vior tanpa sepengetahuan Vior sendiri grandpa tak bisa ikut campur langsung.
Tapi grandpa juga tidak tinggal diam, dia terus menerus membuat tender yang bekerjasama atau akan bekerjasama dengan keluarga Ganes membatalkan kerjasama nya.
Alasan lain kenapa grandpa tak membantu langsung Vior karna Vior itu snagat cerdas dan smart dari yang di kira, isi hatinya pun tak dapat di tebak oleh siapapun bahkan kembarannya sendiri.
“Ko bisa!!” Gerutu Bryan setelah mendengar penjelasan dari Ayes dengan cara mengancam Ayes.
Tolong lah Ayes juga anak orang yang memiliki kekusaan tapi kenapa jika di hadapkan dengan X twins dan Bryan Aksa dirinya tak dapat berkutik. Ingin menyumpah dan mengutuk Vior tapi apa daya dirinya juga bersalah karna membiarkan Vior balapan.
...🖤LIKE LIKE LIKE DAN KOMENNNNN🖤...
KANGEN GA?
__ADS_1