
...SELAMAT DATANG DI CERITA INI !!!...
...SEPERTI BIASA DAN SETIAP SAAT BAKAL AKU SELALU INGATIN KALIAN UNTUK APA? UNTUK LIKE KOMEN SEBAGAI TANDA ATAU PEMBERITAHUAN KALAU KALIAN BACA DNA SUKA SETIAP CERITA AKU. JIKA ADA KESALAHAN ATAU KETIKAN MAAFIN YA....
...AKU MAU NGUCAPIN MAKASIH KESEKIAN KALINYA KE KALIAN KARNA TANPA KALIAN AKU GAK BAKAL BISA SELAMA INI DAN SEBETAH INI BIKIN CERITA UNTUK KALIAN WKWKWK....
...JANGAN LUPA FOLLOW !!...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.VIORA...
...@THEYCALLME.VIORA...
...@THEYCALLME.VIORA...
...JANGAN LUPA DI FOLLOW KARNA KADANG SUKA SPOILER BAB BAB YANG AKAN DATANG!!...
“Jangan pulang, ke apart aja” ucap Vior karna kalau pulang bunda bakal khawatir melihat wajah Vior kaya gini.
“Abangg” panggil Vior karna Xavier tak mengikuti keinginannya.
Alhasil Vier putar balik dan menuju apart miliknya dan Vior, apart ini di belikan bunda sebagai kado ulang tahun mereka bulan, walau baru-baru ini saja Vior gunakan.
Karna Vier gemas sendiri melihat adeknya jalan pincang dirinya pun langsung menggendong sang adek menuju apartnya.
“Siapa yang buat lo kek gini?” Tanya Xavier sambil mengobati pipi adeknya.
“Orang”
“Ya namanya bego”
“Ntar juga lo tau, gue masih mau main-main sama mereka”
“Tapi gak harus sampe lo luka gini, baru dua minggu udah luka lagi”
“Gak sadar diri bang? Padahal lu juga sering berantem sama geng lain cuman seminggu ini aja insaf keknya”
__ADS_1
“Gosah ngebalikin”
“Ck, siapa suruh. Jemput Abian gih sana bawa ke sini bilang bunda gua nginap di apart”
“Yang tua sebenarnya siapa si di antara kita? Bisa-bisa nya lu nyuruh gua kek babu”
“Kan kau abang”
“Kin kii ibing”
“Tolong yaaa?”
“Trus besok lo gak sekolah gitu? Kalau Abian ke sini sekolah lo gimana?”
“Besok pagi di anter”
“Kalau begitu mending pulang”
“Gak mau”
“Serah lo deh heran gua sama jalan pikir otak lo”
“Aw!!” Xavier sangaja menekan kasa itu ke luka Vior membuatnya mengaduh.
Sabar Vior sabar melawan abangnya tak akan ada titik terang dari hidup nya, lebih baik diam saja tak memperdulikan. Mengikuti kehendak sang abang agar hidupnya tentram.
...🌑🌑🌑...
Vier dan Vior pun pulang sesuai ucapan Xavier, tapi mereka agak malam pulangnya jadi bunda sudah tidur begitupun ayah dan Abian.
Untung bunda tak curiga karna Vior berada di apart, mengingat kejadian waktu kecelakaan itu Vior ijin nginap di rumah Ayes padahal habis kecelakaan gak berani pulang.
“Masih jam 5” gumam Vior lalu memeluk Abian sambil mengecup pipi nya berulang kali.
“Mau kw dufan gak?” Abian mengangguk.
“Nanti siang ya?”
“Fan mi fan”
“Okey nunggu mami pulang”
“Sekarang ayo mandi”
Keduanya mandi tak perlu waktu lama, setelah mandi Vior memakaikan baju untuk Abian lalu menghidupkan tv yang mana menampilkan kartun anak.
“Untung udah berkurang bengkaknya” gumam Vior saat berkaca.
Setelah selesai mengoleskan salep Vior langsung turun ke bawah untuk sarapan bersama, Vior make up nya natural saja cuman pake lipsglos itu saja dia sudah selesai.
“Pagi bunda” kecupan di pipi bunda dari Vior dan Abian.
“Katanya nginep di apart?”
“Gak jaid kangen Abian”
__ADS_1
“Bagus kalo gitu. Bunda sama ayah bakal ke medan nemenin ayah liat bisnis yang di sana hari ini”
“Berapa hari?” Tanya Vior sambil menyuapi bubur Abian.
“Morning bunda” Xavier mengecup pipi bunda dan Vior bergantian tak lupa Abian.
“Morning bang, empat atau lima hari kaya ayah”
“Mau kemana?” Tanya Xavier.
“Ke Medan, ayah ada kerjasama bikin tempat wisata di sana” jawab Ayah.
“Abian gimana dong?” Tanya Xavier lagi,
“Gimana apanya? Kan Vior mami nya” sahut Vior.
“Maksudnya sekolah gimana kalau Abian gak ada yang jaga”
“Gampang” ucap Vior.
“Bisa kan dek? Atau bunda gak jadi aja”
“Bisa bun, Abian kan tangung jawab aku. Bunda temenin ayah aja biar gak di lirik sama janda di sana”
“Maaf aja nih ya, ayah itu gak bakal ke goda sama janda manapun karna bunda kalian aja udah masya Allah banget”
“Awas aja ayah ketahuan deketin janda bunda potong adek nya”
“Uhuk-uhuk” Xavier tersedak makananya mendengar ucapan bunda.
“Sayang kita udahan aja ya makan nya” sahut Vior pura-pura tak mendengar ucapan bunda nya.
“Bunda bikin ayah malu aja”
“Bunda sama ayah sore kan berangkatnya?” Tanya Vior
“Liat nanti antara sore atau malam, kalau kalian pulang cepet sore kalau enggak ya malam” ucap bunda.
“Bunda kalau mau berangkat siang juga gapapa, Abian biar maid yang jagain bentaran” saran Vior.
“Iya nanti”
Sarapan pagi yang di buat canggung oleh bunda, selesai sarapan Vier dan Vior berangkat. Oh ya Vior berjanji dengan Abian ke dufan kan nanti siang, sepertinya sudah ada rencana balas dendam di otak Vior.
Untungnya kaki Vior sudah tidak pincang-pincang lagi karna tadi malam duduk di kursi pijat walau belum terlalu mendingan setidaknya tidka membuatnya pincang.
“Gue nanti malam gak balik” Xavier membuka suara setelah hampir tiba di sekolah.
“Mau kemana lo?”
“Balapan”
“Yaudah hati-hati”
Sesimpel itu Vior mengijinkan? Vior tau abangnya ini jago bahkan teman-teman abangnya juga jago mereka tak akan membiarkan diri mereka mati begitu saja makanya Vior membolehkan.
Kalau kemarin karna memang dia tak mau membatalkan liburan ke AS dan takut kalau abang dan sepupu-sepupu nya ini kenapa-kenapa rencana nya jadi batal Vior tak mau.
__ADS_1
Walau saat sampai di sana dia hanya berada di rs saja tak melaksanakan rencana ya g sudah di susun nya sedari lama tapi tak apa.
...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...