
...SELAMAT DATANG DI CERITA INI !!!...
...SEPERTI BIASA DAN SETIAP SAAT BAKAL AKU SELALU INGATIN KALIAN UNTUK APA? UNTUK LIKE KOMEN SEBAGAI TANDA ATAU PEMBERITAHUAN KALAU KALIAN BACA DNA SUKA SETIAP CERITA AKU. JIKA ADA KESALAHAN ATAU KETIKAN MAAFIN YA....
...AKU MAU NGUCAPIN MAKASIH KESEKIAN KALINYA KE KALIAN KARNA TANPA KALIAN AKU GAK BAKAL BISA SELAMA INI DAN SEBETAH INI BIKIN CERITA UNTUK KALIAN WKWKWK....
...JANGAN LUPA FOLLOW !! ...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN ...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
Sepulang dari tempat Abra, Vior langsung mencari sang ayah untuk mendiskusikan masalah yang sednag di rencanakan orang tua Abra PERTUNANGAN.
Tidak-tidak dan tidak itu di luar pemikirannya bisa-bisanya ada yang berpikir perjodohan dadakan.
“Ayahh” padahal sekarnag sudah pukul sebelas malam namun Vior tetap saja mencari ayahnya.
“Udah tidur” ucap bunda yang membuka kan pintu.
“Yahhhh!! Yaudah deh besok pagi aja. Selamat malam bunda” mengecup pipi bunda nya lalu pergi ke kamar.
Abian sudah berada di kamarnya, Abian di bawa ke kamar oleh Xavier karna memang Vior ingin ke kamar bunda dan ayahnya.
“Gak usah di pikirin” ucap Xavier yang menghampiri adeknya sambil mengacak-acak rambut Vior.
“not sleepy? want to drink? (Ngantuk gak? Mau minum?)” tanya Vior.
“Bunda bilang boleh drink tapi weekend aja”
“Sekarang sudah sabtu besok libur”
__ADS_1
“Drink dimana?”
“Rooftop?”
“Bar aja gimana?”
“Tapi gue gak mau mabuk, gue cuman mau angetin badan sama mau cerita”
“Ruang depan atas aja” saran Xavier,
“Abian pindahin ke kamar dekat sana juga ya?” Xavier mengangguk.
Xavier menuju basement untuk mengambil wine, mereka memiliki berbagai macam wine dan minuman sejenisnya di basement tersimpan rapi.
Tak cuman memiliki persediaan minuman mereka juga memiliki persediaan senjata berbagai macam. Adison bukan keluarga mafia namun juga sering ke dunia bawah sesekali karna mereka juga memiliki kenalan para mafia.
Keluarga Adison mafia di dunia luar bukan dunia bawah yang beradu timah panas atau bermain dengan aroma amis darah, mereka bermafia di dunia bisnis bersaing dengan siapapun.
Tapi sayang sepertinya Vior sudah menyentuh ranah dunia bawah, Vior susah di tebak orangnya bahkan ornag tua dan kembaran nya sendiri saja susah mengetahu isi pikiran Vior.
Angels devils salah satunya, walau memang cover depan mereka kumpulan remaja yang memiliki hobi yang sama tapi terkadang juga mereka memiliki ide yang cukup gila.
“Lo tau cerita Kesayangan tuan muda mafia?” Tanya Vior sambil meneguk minumnya sedikit.
“Gak tau”
“Gue gak suka baca”
“Iya gue tau, gimana kalo gue sebenarnya sebelas dua belas mirip Kaila? But gak sepenuhnya”
“Kaila siapa si?”
“Kaila pemeran utama di kesayangan tuan muda mafia, intinya dia memiliki alterigo, ketua dari Black Devil, emosinya mudah kepancing, suka nekat, pembunuh bayaran, dan suka darah”
“Jangan gila deh lo” Xavier meneguk habis wine di gelasnya.
“Gue memiliki kemiripan dengan Kaila dari hal yang gue sebutin itu, dan hanya di ketahui mereka AD tapi sekarang lo juga tau”
“Lo ngomong apa si bocil sumpah”
“Gue pukul botol juga pala lo!!” Xavier terkekeh.
Xavier percaya dengan omongan adeknya itu namun dirinya masih menepis semua ucapan sang adek menganggp tidak sepenuhnya benar.
“Lo suka sama Abra?” Xavier mengalihkan pembicaraan agar dirinya bisa berpikir positif dengan yang di ucapkan Vior.
__ADS_1
“Idk, entah ini suka atau cuman rasa penasaran yang jelas gue nyaman bareng dia dan merasa aman sama kaya gue ada dekat lo Bryan Aksa”
“Kalo Abra ngajak lo pacaran?” Vior melirik Vior sekilas lalu tersenyum kecil.
“Banyak yang berharap banyak kalau hal itu terjadi kan? Dan jawaban gue masih belum bisa karna belum ada di kondisi dimana Abra ngajak gue pacaran.”
“Jangan takut gue ada dan akan selalu ada untuk lo”
“Ganes ngehubungin gue lagi” Xavier yang fokus menatap ke layar tv langsung menoleh ke Vior dengan rahang yang mengeras terdengar gesekan gigi nya.
“Ngapain lagi dia? Anj tu anak gak ada jera nya”
“Gak tau”
“Padahal sudah bangkrut keluarganya gak ada jera ternyata”
“Kemarin dia semept ngikutin gue dan ngefoto gue waktu di mall bareng Abra”
“Abra tau?” Vior menggeleng.
“Kalau dia tau mungkin gak akan ke rumah dia gue tadi”
“Jangan bilang yang nyebar info di neo itu?”
“Itu orang suruhannya”
“Lo tau dari mana?”
“Darren yang bilang, mereka kemarin mau ngurus semuanya tapi gue bilang jangan biarin aja cukup take down dan pantau kalau ada yang post-post hal begitu langsung takedown aja”
“Besok gue cari tu anak”
“Gak usah, udah dalam pantauan AD”
“Mereka bang Jean di sini?”
“Enggk, kan gue bilang tadi gue mirip Kaila ketua dari mafia”
“Serah lo deh, gue bakal cari tu anak gue ptahin lehernya sekalian”
“Lo mabok jadi ngawur” ucap Vior sambil terkekeh.
Vior beranjak setelah merasa dirinya mulai mabuk, padahal wine nya memiliki kadar alkohol rendah iya rendah huehue cuman beberapa persen saja.
Terdengar suara pintu tertutup tak kencang maupun tak pelan yang jelas dapat di dengar oleh telinga Xavier,
“Mafia? Alterigo? Gue tau maksud lo itu kan? Akting lo bagus buat sembunyiin semuanya Vi” gumam Vier sambil meminum wine yang ada.
“Sebulan sejak lo milih tinggal bareng oma opa di Amrik aja udah keliatan lo mulai berubah sejak itu Vi, lo bisa nipu sem...”
__ADS_1
...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...