XAVIORA KENANYA

XAVIORA KENANYA
XAVIORA 170.


__ADS_3

...WELCOME BESTIEEE🖤...


...APA KABAR NICHHH? BTW UDAH JOIN GRUB SAMA FOLLOW INSTAGRAM KITA BELOM? BELOMMMM? WAHHHH JAHAD BINGIT WK YAUDAH YUKK YUKKKK...


...YUKKK FOLLOW YUKKK...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...DI TUNGGU YAA!!!...


...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....


...KALIAN INGAT YA INGATTTT!!! ...


...KALAU AKU TUH SELALU MANTAU KOMEN KALIAN WKWK, BTW BUKA IG KITA YA AKU KADANG BIKIN JEDAGJEDUG PARA ANAK-ANAK DAKJEL WKWK GAK DENG ANAK-ANAK AKUHH ANJASS...


...BESTIEEEEEEEEEEEEEEE........


...SPAMM KOMEN DONGGGGGG........


...KALIAN MAU PART APA GITU ATAU APA KEK BUAT KEDEPANNYA BIAR AKU DAPAT INSPIRASI GITU CERITANYA WKWKWK. LAGI BUTET BANGET NI OTAKKKK GAK BISA MIKIR JADI BANTU DONG HELP HELP HELPPPPPPP!!!!!!...


...🚫BACA NOTE JANGAN LUPA BIAR PAHAM DAN GAK DI KOMEN KARNA BAHASA ATAU LOKASI MEREKA!...

__ADS_1


...BAKAL MAKIN BANYK BAHASA KASAR JADI DI MAKLUMI DAN JANGAN DI TIRU KARNA GAK BAIK BUAT DOSA KLEAN BAKAL NAMBAH BANYAK ☺️...



“Lo gak niat bangun?” Tanya Ace,


Ace mampir ke rumah sakit di tengah malam, ada keluarga Abra yang tengah tidur tapi sebelum itu Ace sudah ijin tadi untuk datang.


“Vior kesiksa Ab, lo gak kasian liat dia kesiksa gitu?”


“Gue benci liat dia kesiksa Ab, sudah lima hari lo gak bangun sebetah itu lo? Semakin nyenyak lo tidur semakin mendekati kematian orang yang lo sayang Ab”


“Bangun lo, lo yakin biarin Vior kaya gitu? Ah atau apa perlu gue bawa pergi Vior biar lo gak bisa ketemu bahkan gak bakal bisa nemuin dia lagi dimana pun?”


“Oke, lo milih gak bangun fine jangan berharap lo bisa ketemu Vior lagi” Ace pergi setelah berucap hal itu.


“Lo kalo kobam jangan nyusahin bang!!!” Kesal Xavier yang baru saja tiba bertepatan dengan Ace yang keluar dari ruangan Abra.


“Gue gak mabok!”


“Ck, suka-suka lo. Buru pulang”


Xavier juga merasakan yang sama, badan Vior semakin kurus, tak nafsu makan bahkan sehari bisa dua atau tiga kali pingsan karna memang kondisi mental dan kesehatan Vior terganggu.


Tak hanya karna kejadian Abra tapi kejadian Justin juga terus berputar dan sering masuk ke dalam bunga tidur Vior. Selama empat hari setelah kejadian Vior kurang tidur jika dia tidur semua mimpi buruk muncul.


Entah cuman sugesti nya atau terlalu cape kondisi Vior selalu memimpikan hal yang sangat mengerikan.


“Pulang dulu!! Bang jean udah nyariin lo kemana-mana!!”


Iya, Ace awalnya minum bersama Jean di bar namun setelah di tinggal sebentar ke toilet oleh Jean. Ace menghilang bahkan meninggalkan Jean yang tak membawa mobil.


“Jean jahat Xav!! Hikss Jean mukul gue, dia bilang harus kuat!!”


“Pada hikss hal dia hikss juga nang hikss huaaa di kamar” Xavier memijit pelipisnya.


Tolong, Xavier juga cape beberapa hari ini harus ke sekolah lalu ke pengadilan dan menjaga Abian karna ayah ke kantor dan bunda kadang ngecek butik gantiin Vior sementara.

__ADS_1


Dan ini lagi mengurus Ace yang tengah mabuk. Xavier menyeret Ace yang tengah menangis tak peduli ada yang melihatnya dari pda semakin lama di sini semakin ingin memukul Ace.


...🌑🌑🌑...


“Abraaa!!!” Mamah nya yang melihat Abra mulai membuka nata langsung menangis seraya memanggil dokter.


“Maa” panggilnya pelan,


Dokter datang setelah mendapat panggilan dari ruangan Abra, ayah Abra menangis anak satu-satunya akhirnya bangun juga tak jadi mayat.


Tangis sang mama mengisi seluruh ruangan, tak henti berucap syukur karna masih di beri kesempatan untuk anaknya.


Dokter sudah memeriksa keadaan Abra, kondisinya normal dan masa pemulihan tak ada hal janggal. Abra masih di minta istirahat mengingat baru saja terbangun dan masa pemulihan lukanya itu.


Keluarga Vior sudah di kabari dan semuanya sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit, andai Abra tidak bangun hari ini mungkin Ace bakal membawa pksa Vior dan Abian pergi dari Indonesia sampai Abra tak bisa menemukan mereka di negara manapun.


Baru saja berhenti mobil yang di setir oleh Xavier, Vior sudah turun dan langsung berlari menuju ruangan vip Abra, Vior sangat takut kalau ini hanya mimpi namun walau begitu Vior ingin membuktikan kalau ini semua nyata.


...BRAKKKK ...


Semua orang yang ada di dalam tentu kaget, Vior berdiri di depan pintu menatap Abra yang tengah di suapi makan oleh mamah nya. Tak melangkah masuk Vior hanya berdiri menatap Abra sambil menangis.


Takut, Vior takut jika ini mimpi dan Vior takut jika mendekati Abra maka kekasihnya itu akan kembali mengalami penderitaan yang begitu menyakitkan. Vior merasa kalau dia pembawa sial bagi orang-orang yang di sayangnya.


“Kenapa gak masuk?” Tanya Xavier yang habis berlari menyusul adeknya.


“Takut” gumamnya sambil menunduk,


“Apa yang di takutin?” Tanya Aksa yang menyusul Vior keluar ruangan.


“By” panggil Abra pelan namun dapat sangat jelas Vior dengar tapi Vior hanya menunduk tak menjawab panggilan Abra.


“Vior” panggil Abra lagi sama Vior hanya menunduk,


“Xaviora Kenanya” oke akhirnya Vior menatap Abra yang mana Abra juga menatap dirinya. Senyum yang beberapa hari belakangan ini tak di lihat oleh Vior kini terlihat.


Seakan mengisi tenaga di diri Vior, Abra ornag yang sangat berharga sama seperti orang tua, abang, Abian dan orang-orang yang di sayang Vior.

__ADS_1


“Sini” Vior ragu ingin melangkah namun dirinya ingin percaya sekali lagi kalau ini bukan mimpi belaka.


...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...


__ADS_2