
...SELAMAT DATANG DI CERITA INI !!!...
...SEPERTI BIASA DAN SETIAP SAAT BAKAL AKU SELALU INGATIN KALIAN UNTUK APA? UNTUK LIKE KOMEN SEBAGAI TANDA ATAU PEMBERITAHUAN KALAU KALIAN BACA DNA SUKA SETIAP CERITA AKU. JIKA ADA KESALAHAN ATAU KETIKAN MAAFIN YA....
...AKU MAU NGUCAPIN MAKASIH KESEKIAN KALINYA KE KALIAN KARNA TANPA KALIAN AKU GAK BAKAL BISA SELAMA INI DAN SEBETAH INI BIKIN CERITA UNTUK KALIAN WKWKWK....
...JANGAN LUPA FOLLOW !! ...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN ...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
“Mau ke Dubai?” Tanya Abra langsung saat Vior tiba.
“Iya, ada job kerjaan”
“Berapa lama?”
“Setengah bulan kayaknya”
“Lo belum jawab tawaran gue kemarin!”
“Abra kalo sama Vior banyak omong ya?” Bisik Aksa ke Bryan.
“Hooh, counter Abra cuman Vior” bisik Bryan balik.
“Ayo baby girl” teriak Jean sengaja membuat Abra cemburu.
“Ada aja tingkah lo Je” ucap Ace.
“Dia ikut?” Tanya Abra ke Vior,
“Iya”
“Gue ikut juga!!” Ucap Abra.
__ADS_1
“Sorry gak bisa Ab”
“Kenapa gak bisa?”
“Brisik Ab, udah lo pada berangkat aja ni anak gak bakal ikut” ucap Xavier menarik Abra mundur.
“Doain gue selamat” sambil mengulurkan tangannya ke Abra dan tersenyum.
“Lo ngomong apa si? Ya pasti selamat lah. Kabarin kalo udah sampe!“ bukan Abra melainkan Xavier yang berucap.
“Pasti, gue tubggu jawaban lo” Vior mengangguk.
Sekarang gantian, Vior memeluk kembarannya lagi dan lagi begitu erat pelukan yang asing tak seperti biasanya bagi Xavier.
“Kalo ada apa-apa kabarin!! Selalu kabarin apapun pokoknya!!” Xavior mengangguk lalu mengecup pipi Xavier begitupun axavier mengecup pipi adiknya.
“Lo berdua awas ya macam-macam!!” Perintah Vior.
“Iyaa Vior iyaa” ucap Aksa dan Bryan bersamaan.
Vior mengecup pipi keduanya bergantian, Abra? Abra kaget tentu saja woi dia tak di cium juga? Oh memang ngajak perang Aksa dan Bryan ini.
“Gue gak Vi?” Tanya Abra.
“Gak apa?” Tanya Vior.
“Gak di cium juga?”
“Ck! Ngotak dikit Ab” ucap Bryan.
“Lo tanya aja noh mereka, gue berangkat mo ke ayah bunda dulu bye!” Ucap Vior.
Vior dan yang lain berpamintan dengan ayah dan bunda, Abian di gendongan Vior karna anaknya manja banget tak mau posah dari Vior.
Mereka menuju bandara, penerbangan awal mereka akn ke Singapure dulu karna tak mungkin langsung menggunakan pesawat AD di sini pasti akan ketahuan.
Tiba di bandara,
mereka memang sengaja berangkatlebih awal agar tak tergesa-gesa nantinya.
“Lo jangan main-main ama rudal bego!” Ucap Argan ke Darren,
“Heh mulut!!” Tegur Driel.
Vior tertidur sambil bersandar di bahu Jean dan Abian yang tengah di pangku Jean. Jean dan Vior ini seperti pasutri satu anak mereka AD tak heran jika keduanya sedekat ini karna sudah hal biasa bagi mereka mengingat seberapa dekat dan sesering apa keduanya bersama saat masih ada Justin.
Ayes juga tertidur di paha Darren yang menjadi batalnya,
“Masih aman kan?“ tanya Jean.
“Iya, mereka tak ada menyentuh anak itu sama sekali. Orang tua nya juga sering menghubungi” jawab Darren.
“Walau sandera prioritas tapi tetap prioritas utama adalah ketua. Strategi belum di kasih tau ketua jadi nanti kita bicarakan lagi” ucap Jean.
__ADS_1
Iya Vior tak memberitahu rencana yang akan di ambil karna memang belum sempat Vior pikirkan bagaimana cara aman untuk mereka menyelesaikan pekerjaan ini tanp ada korban jiwa.
Terdengar suara informasi yang mengatakan kalau kebersngakatan ke Singapure sudah siap dan di minta ke pintu masuk atau gate yang di beritahukan.
“Rebahan di stroller aja kalo ngantuk” ucap Darren ke Ayes.
Stroller untuk anak-anak tapi yang di bawa mereka itu di khususkan untuk orang dewasa dan harganya juga cukup mahal tentunya.
Vior dan Ayes di dorong oleh Jean dan Darren. Abian pun sama berada di stroller padahal kenapa gak dari tadi malah di gendong oleh Jean heran.
Mereka berangkat,
...🌑🌑🌑...
“Yes gue bisa minta tolong bawa Abian jajan gak? Sekalian beliin susu nya?”
“Bisa banget malahan gue menunggu dari tadi” Vior terkekeh.
Vior memang jarang atau tak pernah mengijinkan Abian di bawa orang lain bahkan kalau itu orang terdekat seperti Ayes maupun Jean, boleh mengajak Abian atau membawa Abian tapi masih di area lokasi Vior seperti di rumah boleh Abian di ajak ke halaman ruanh untuk bermain seperti itu. Tapi kalau di bawa jalan-jalan ke mall atau taman bermain tanpa Vior itu tak di ijinkan.
“Gue temenin” ucap Argan
“Gak usah gue sama Abian aja biar kek mommy muda gitu” ucap Ayes.
Ayes dan Abian pun menuju ke supermarket yang ada di bandara Singapure ini. Sedangkan yang lain membahas strategi yang akan mereka pakai.
“Mereka pindah-pindah tempat,tapi selalu balik ke titik awal ini” menujuk salah satu lokasi yang sangat mereka curigai.
“Anak-anak di sekap dimana?” Tanya Argan.
“Di sini, tapi gak nentu kadang mereka di pindah”
“Kita prioritaskan anak-anak tak hanya anak pengusaha itu tapi semua!” Perintah Vior.
“Sekarang rencana lo apa?” Tanya Jean.
“Langsung ke tempat anak-anak di sekap aja gak si? Afghanistan bahaya soalnya” ucap Driel.
“Kita masih belum tau lokasi yang benar mereka dimana, Darren cuman tau mereka fine belum di apa-apain. Retas sistem mereka juga gak muda” ucap Ace
“Ke logout beberapa kali terakhir mereka fine dan sekarang gue gak bisa masuk sistem nya karna ke deteksi” ucap Darren.
“Tapi mereka aman kan?” Tanya Vior.
“Gue gak jamin” Vior mengangguk.
“Rencana lo Vior” Jean mengingatkan lagi.
“Darren di hotel jaga Ayes dan Abian sekaligus mantau. Sisanya turun”
“Kalo itu lo udah bilang berapa kali sampe pengap kuping gue!” Ucap Ace
“Anak-anak bagi menjadi beberapa kelompok, turunin lima puluh orang aja. Sisa nya jaga hotel nginap. Gue bakal bawa sepuluh orang, sisa nya di lo bertiga...”
__ADS_1
...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...