XAVIORA KENANYA

XAVIORA KENANYA
XAVIORA 54


__ADS_3

...SELAMAT DATANG DI CERITA INI !!!...


...SEPERTI BIASA DAN SETIAP SAAT BAKAL AKU SELALU INGATIN KALIAN UNTUK APA? UNTUK LIKE KOMEN SEBAGAI TANDA ATAU PEMBERITAHUAN KALAU KALIAN BACA DNA SUKA SETIAP CERITA AKU. JIKA ADA KESALAHAN ATAU KETIKAN MAAFIN YA....


...AKU MAU NGUCAPIN MAKASIH KESEKIAN KALINYA KE KALIAN KARNA TANPA KALIAN AKU GAK BAKAL BISA SELAMA INI DAN SEBETAH INI BIKIN CERITA UNTUK KALIAN WKWKWK....


...JANGAN LUPA FOLLOW !! ...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN ...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.VIORA...


...@THEYCALLME.VIORA...


...@THEYCALLME.VIORA...


...JANGAN LUPA DI FOLLOW KARNA KADANG SUKA SPOILER BAB BAB YANG AKAN DATANG!! ...



“Huaaa pengen gue remukin badan lo rasanya” rengek Ayes saking kesalnya dengan Vior.


“Ya gimana lo kan bestie gue”


“Serah lo dah serah!!”


“Ada aja tingkah lo” keluh Aksa.


“Kalo gak bertingkah bukan Vior namanya” sahut Bryan lebih dulu sebelum Vior mengatakan hal itu.


“Btw, Vier mana?”


“Nyari orang yang udah buat lo kaya gini” jawab Bryan.

__ADS_1


“Gila? Lo berdua gak cegah Vier?” Tanya Vior dan Ayes bersamaan.


“Males” sahut Aksa


“Hak mau jadi samsak Vier gue” ucap Bryan.


Vior memejamkan matanya merasakan pusing di kepalanya, dia mau mengejar Vier juga tak akan mu gkin karna dua bawahan Vier yaitu Aksa dan Bryan tak akan membiarkannya pergi.


Di waktu yang sama,


Xavier mendatangi rumah temapt orang yang membuat Vior terluka berada, sebelumnya Xavier sudah mendatangi lokasi balapan dan tentu menanyakan dan mengancam orang-orang di sana agar memberitahu siapa pemilik mobil yang membuat Vior terluka.


Orang yang tengah berada di dalam rumah itu kaget mendengar ada yang mendobrak pintu masuk dengan sekali tendang.


“The fakk??” Umpat Morgan Gergo tuan dari pemilik rumah yang baru saja di tendnag Xavier.


“Maksud lo apa!!” Tanya seorang perempuan yang tengah bergegas merapikan pakaiannya.


“Nomor kendaraan 622-AWY NEW YORK milik siapa?” Tanya Xavier tnapa menajwab pertanyaan orang yang lebih dulu bertanya.


“Mobil gue kenapa?” Tanya perempuan itu.


...BUGGG...


...BRUKKK...


Seperti yang di katakan Ayes, Xavier tak pernah memandang gender jika sudah menyangkut Vior dan akan sangat lebih brutal jika berada di AS. Ucapan Ayes itu tidak pernah bohong karna semua terjadi dengan nyata.


“Perseyton!!!” Morgen langsung melayangkan tinjunya ke arah Xavier.


...BUGGG...


...BUGGG...


...PRANGG...


“Help!!!” Teriak perempuan itu.


“Help plis! Help me plis!!!!”


As negara yang bisa di bilang interaksi atau jarang sekali ikut campur urusan bermasyarakat kecuali di beberapa tempat tertentu lah permukiman yang ramah. Karna lokasi rumh Morgan ini pemukimnnya acuh atau tak terlalu peduli jadilah tak ada orang yang menolong.


...PLAKKK...


Menampar wajah perempuan itu lalu menendangnya lalu menginjak pergelangan kaki perempuan itu dengan kuat, Xavier sudah menghajar Morgan kekasih perempuan itu sampai pingsan.


“Akch! Sak.. sakit” rintih nya


“Jangan sampai kita bertemu lagi di masa depan, oh ya kalau lo lapor polisi gue benar-benar akan buat lo ketemu dengan tuhan lebih cepat.” perintah Xavier sebelum meninggalkan oergu sepasnag kekasih itu.


Awalnya Xavier berencana untuk membunub keduanya tapi itu bakal membuat ornag tuanya termasuk bunda marah dan mengutuknya jadi Xavier hanya membuat salah satu dari mereka pingsan saja atau koma saja.

__ADS_1


Xavier tak langsung ke rumah sakit, dia ke slaah satu toko baju dulu untuk membeli dan mengganti pakaian, bisa habis nyawanya kalau datang ke rumah sakit dengan pakaian ada darah.


“Udah selesai?” Tanya Bryan ke Xavier yang baru saja datang.


“Gak lo bunuh kan?” Tanya Aksa.


“Gue gak mau jadi kriminal” sahut Xavier.


“Kriminal apa bang?” Tanya bunda yang kebetulan juga baru datang.


“Itu bun, game kriminal case adakan? Na kaya Aksa mau main game itu gak” pintar juga Xavier mencari alasan.


“Ohh”


Mereka masuk, Ayes berpamitan pulang karna dirinya besok harus pergi sekolah. Itupun kalau dirinya tak malas yang pasti saja dulu dirinya harus segera pergi dari kandang hewan buas yang bisa kapan saja menerkamnya.


“Abian gimana bun?”


“Gak gimana-gimana dia sama grandpa terus” keluh bunda karna grandpa tak mau melepaskan Abian.


“Bun” panggil Vior.


“Gak ada!! Sampe kamu benar-benar sembuh baru boleh pulang” ucap bunda.


“Yahh masa gitu bun? Masa Vior niatnya liburan malah diam di RS gini? Kan kita cuman seminggu di sini waktu Vior keluar dari rs nanti pasti sudah bakal pulang”


“Biarin, siapa suruh kamu balapan? Bunda gak pernah larang kamu tapi bukan berarti kamu bisa seenaknya terluka!!”


Maksud bunda dirinya tak pernah melarang Vior melakukan apapun asalkan tidak membahayakan dirinya sendiri, begitupun ke Xavier tak pernah ada larangan dari ayah dan bunda soal kebebasan anak-anaknya asal tau batasan dan jangan sampai terluka.


“Tapi kan bun, Vior udah jelasin semua kronologi nya. Ayah masa gak mau bantuin Vior buat buju bunda si” rengek Vior.


Namun semua yang ada di ruangan ini seakan tulis dengan rengekan Vior, kalau mereka selalu menuruti kehendak Vior maka tak akan ada efek jera untuk gadis kecil ini.


“Brisik! Gue sumpel perban mulut lo” ucpa Xavier.


“Tau ah!!” Vior menarik selimutnya dan membelakang mereka semua.


“Vior” panggil bunda yang seketika melemah jika sudah melihat Vior ngambek.


“Biarin bun, kebiasaan jangan di manja terus sekali-sekali marahin!!” Ucap Xavier.


“Padahal Vior gak salah!!” Gerutu Vior pelan namun dapat di dengar yang lain.


“Kalau bisa gak usah pulang selama seminggu biar nanti langsung balik Indo aja bun” ucap Xavier lagi memprovokasi Vior.


“Ide bagus tuh bun” sahut Bryan ikut dalam naskan drama yang di mainkan Xavier.


“Yaud...” belum selesai bunda berucap Vior sudah memotongnya.


“Mana bisa begitu!!!” Keluhnya sambil bangun dari tidurnya dengan wajah cemberut.

__ADS_1


Tawa ayah bunda dan yang lain terdengar setelah melihat raut cemberut dan celotehan Vior seperti anak kecil yang kesal karna di jahili abangnya.


...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...


__ADS_2