XAVIORA KENANYA

XAVIORA KENANYA
XAVIORA 135


__ADS_3

...SELAMAT DATANG DI CERITA INI !!!...


...SEPERTI BIASA DAN SETIAP SAAT BAKAL AKU SELALU INGATIN KALIAN UNTUK APA? UNTUK LIKE KOMEN SEBAGAI TANDA ATAU PEMBERITAHUAN KALAU KALIAN BACA DNA SUKA SETIAP CERITA AKU. JIKA ADA KESALAHAN ATAU KETIKAN MAAFIN YA....


...AKU MAU NGUCAPIN MAKASIH KESEKIAN KALINYA KE KALIAN KARNA TANPA KALIAN AKU GAK BAKAL BISA SELAMA INI DAN SEBETAH INI BIKIN CERITA UNTUK KALIAN WKWKWK....


...JANGAN LUPA FOLLOW !! ...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN ...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.VIORA...


...@THEYCALLME.VIORA...


...@THEYCALLME.VIORA...


...JANGAN LUPA DI FOLLOW KARNA KADANG SUKA SPOILER BAB BAB YANG AKAN DATANG!! ...



Dua hari dan sebentar lagi pergantian hari tetapi Vior masih tak sadarkan diri, bunda sempat memaksa dan meminta dokter untuk bertanggung jawab karna anaknya tak sadarkan diri sudah dua hari.


“Vior baik-baik aja, dia akan bangun” ucap ayah menenangkan bunda.


Tengah malam bunda masih tak bisa tidur menjaga Vior, ayah sudah berulang kali meminta agar istrinya ini istirahat tapi bunda tak mau.


“Betah banget kamu tidur, ayo bangun Abian nangis terus nyariin kamu tau”


“Putri cantik nya bunda bangun yuk”


“Xaviora put hikss putri bun hiks bunda bangun” tangisan bunda begitu pilu membangunkan Vior.


Xavier berada di luar tepat di depan pintu ruangan Vior, mendengar bunda yang menangis di tenangkan oleh ayah, Xavier merasa selalu gagal melindungi adeknya karna dirinya tak bisa apa-apa.

__ADS_1


Yang salah sebenarnya Vior, dirinya tak ingin melibatkan sang abang dan selalu ingin menyelesaikan masalah agar abangnya tak kerepotan. Tapi jika di ingat lagi sebelum kejadian markas Valdalas di obrak-abrik oleh musuh mereka dan menjadikan Vior sebagai target.


Namun setelah hal itu, Vior yang malah menjadikan mereka target dan mempermudah mereka kembali ke sisi Tuhan mereka masing-masing kan.


“Lo hebat, tapi jangan selalu kaya gini” gumam Xavier.


“Maaf” Xavier kaget, mendengar kata maaf dan suara itu persis suara Vior membuatnya benar-benar kaget.


“Bangun gblg jan cuman bisa nya bilang maaf tpai gak bangun gue bantung lo” Xavier sengaja berbicara seperti itu siapa tau Xavior benar-benar bangun kan.


“Bunda istirahat aja, Xavier yang bakal jaga adek”


“Nah ada abangnya, ayo sekarang kamu istirahat” ucap ayah ke bunda.


“Bunda mau di sini”


“Bunda, kalau bunda gak istirahat trus sakit nanti Vior bakal sedih dan merasa bersalah gimana?” Xavier mencoba membuat bunda nya tak keras kepala.


“Yaudah, tapi kabarin bunda kalau adek bangun atau kenapa-kenapa ya?”


“Iya bunda” ayah mengangguk lalu membawa bunda ke kamar khusus untuk keluarga.


Padahal Xavier ingin meminta bunda pulang saja karna Abian juga di rumah bersama susternya tapi pasti bunda tak mau.


...🌑🌑🌑...


Sudah tiga hari Vior tak sadarkan diri, Xavier, Aksa dan Bryan selalu bergantian berjaga walau Xavier yang paling banyak menjaga karna memang abangnya anjenk.


“Belum ada tanda-tanda?” Tanya Abra ke Xavier.


“Vel lo jan serakah dong anj!!” Kesal Bryan karna pizza keju hampir semua di depan Marvel.


“Lo nuduh gue mulu perasaan Bry, lo dendam ya sama gue?”


“Iya Vel” jawab Bryan santai.


“Kntl” sahut Marvel.


“Lo pada bisa diem gak! Kepala gue pusing denger lo pada ribut mulu” kesal Ayes,


“Dihh pms lo sensi mulu” sahut Marvel


“Ini rumah sakit bukan pasar gosah ribut lo pada kecilin tu suara!” Tegur Ace


Seketika mereka diam tak banyak bicara cuman mulut mereka saja yang bergerak mengunyah makanan, Ace juga lagi mode senggol bacok.


Hanya ada Ace dan Ayes sebagai perwakilan inti AD di ruangan ini karna yang lain pergi ke markas, bahkan Abian juga di bawa ke markas oleh Jean.


“Tidur mulu” gumam Abra memecah keheningan.


“Anjir horor kalo Abra dah mode bucin” bisik Marvel ke Bryan.

__ADS_1


“Sttt noh liat muka bang Ace lagi mode senggol bacok” bisik Bryan juga.


“Mending diem aja gak si kita?” Tanya Marvel sambil bisik-bisik.



Ace tengah duduk sambil mengecek data-data para korban Vior juga menunggu tindakan selanjutkan yang akan di berikan oleh Jean.


...BRAKKKK ...


“Pinter ya!!” Kaget mereka semua karna pintu di buka kasar walau ya tak terlalu juga cuman tetap aja mereka kaget.


“Kaget ya?” Ucap Reno ayah twins.


“Tapi kalian memang minta di marahin kayaknya!! Sudah tiga hari kalian bolos sekolah dan kesini”


“Kan jagain Vior om” sahut Marvel


“Kamu kira saya gak bisa jagain!!”


“Yah udah? Vior lagi istirahat” Xavier meminta ayahnga agar tak mempermasalahkan itu dulu toh walau di larang mereka juga bakal tetap datang,


“Ah maaf, tapi besok-besok gak ada bolos-bolos lagi ya!! Jangan sementang sekolah itu punya saya kalian seenaknya!!”


“Siap om”


“Baik om”


“Iya om” jawab mereka serempak kecuali Abra, Ace, Ayes dan Xavier.


“Heh kamu! Pegang-pegang tangan anak saya!!” Tegur ayah lalu menepis tangan Abra,


“Cuman pegang om” sahut Abra


“Cimin pihinh im, gak boleh bukan muhrim” jawab ayah


“Yaudah kalo Vior dah sehat saha muhrimin deh”


“Lambe mu minta di jahit?”


“Jan gitu om sama calon mantu”


“Calon manti ndas mu”


“Kan? Apa gue bilang. Kalo Abra mode bucin gblgnya melebihi elu” ucap Bryan ke Marvel.


“Lo kalo beneran dendam trus ngajak gua kelahi mending sekarang aja kita keluar trus kelahi Bry”


“Gak dulu gue mager”


“Tahan Vel tahan, anj memang selalu bikin gemas” gumam Marvel pelan.

__ADS_1


Kenapa suasana di ruangan ini berubah-ubah, tapi tak apa asalkan tak tegang terus takut urat kepala putus dan malah menyusul para korban Vior kan gak lucu.


...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...


__ADS_2