
...SELAMAT DATANG DI CERITA INI !!!...
...SEPERTI BIASA DAN SETIAP SAAT BAKAL AKU SELALU INGATIN KALIAN UNTUK APA? UNTUK LIKE KOMEN SEBAGAI TANDA ATAU PEMBERITAHUAN KALAU KALIAN BACA DNA SUKA SETIAP CERITA AKU. JIKA ADA KESALAHAN ATAU KETIKAN MAAFIN YA....
...AKU MAU NGUCAPIN MAKASIH KESEKIAN KALINYA KE KALIAN KARNA TANPA KALIAN AKU GAK BAKAL BISA SELAMA INI DAN SEBETAH INI BIKIN CERITA UNTUK KALIAN WKWKWK....
...JANGAN LUPA FOLLOW !! ...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN ...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.VIORA...
...@THEYCALLME.VIORA...
...@THEYCALLME.VIORA...
...JANGAN LUPA DI FOLLOW KARNA KADANG SUKA SPOILER BAB BAB YANG AKAN DATANG!! ...
“TETAP DALAM POSISI” teriak Ace aba-aba nya saat mendobrak markas musuh.
“MASUKK!!” Inti AD selalu memperhatikan gerak gerik Vior.
“Fokus!!” Ucap Jean.
Mereka masuk ke dalam tersengar auara tembakan silih berganti, Vior masih diam di posisinya di dekat tembok tanpa memperdulikan yang lain tengah berperang.
“VIOR!!” Teriak Driel tak ada sahutan ataupun jawaban dari Vior.
Membawa senjata M416 berlari meninggalkan lokasi, menuju halaman belakang di ikuti tiga orang hanya itu yang sempat menyusul sisa nya bersama Jean, Driel, Ace dan Argan di dalam.
“Bos!!”
“Diam!!” Titah Vior sambil berlari.

Menuju seluk beluk rumah-rumah yang ada, suasana gelap membuat mereka tak terlihat karna terlalu minim pencahayaan.
“Alat komunikasi mereka, Darren!!”
“Shit!! Sudah Bos”
“Dobrak!!” Pinta Vior.
...BRUKKK...
“Badjingann!!” Umpat Vior langsung mendang tubhh salah satu penjaga yang hendak menyetubuhi anak di bawah umur itu.
“Bos!” Terjadi adu tembak kembali Vior terkena tembakan di bahu kanan nya saat mencoba menyelamatakan anak itu.
Sekitar enam orang yang berjaga di sini sianya ke markas utama dimana mereka jnti AD berada, musuh benar-benar memiliki anggota yang cukup banyak.
__ADS_1
“Lo berdua urus anak-anak!!”
“Tapi bos??”
“TURUTI PERINTAHKU ATAU KU BUNUH KALIAN!!”
Perkelahian dengan senjata tajam tiga vs satu, Vior benar-benar kewalahn namun sebisa mungkin dirinya menahan orang-orang keji ini selagi anak buahnya menyelamatkan anak-anak.
“Perempuan syalan!!”
“Jahanam!!!”
“Mati kau!!!”
...BUGGGG...
...PRANGG...
...DOORRR...
“Akhh!!” Lengan Vior terkena lagi tembakan.
“Prsytann!!!” Umapt Vior.
...BUGGG...
...BUGGG...
...DOORR...
...DOORR...
Mereka semua mati di tangan Vior, bahkan Vior sempat merobek-robek dan memukuli wajah mereka juga ******** mereka dengan senjata M416 tak lupa menembak tubuh mereka.
“Enam orang? Ck terlalu sedikit”
“Musuh bebuyutan kita mengetahui kekacauan ini” Darren memberitahu semuanya.
“Darren!! Rencana B lo bertiga pergi sekarang juga ke bandara!!” Perintah Vior.
“Kita aman jangan khawatirin kita!!” Ucap Darren,
“GAK!! LO BERTIGA PERGI SEKARANG DARI NEGARA INI” perintah Vior.
“Vior dimana anj?” Suara Jean di tengah keributan.
“Woi bos hilang!!!” Ucap Driel
“Fck!! Lo dimana Vior??” Tanya Ace
“Cari bos!!” Perintah Argan.
“Darren sekarang!!” Vior tak menghiraukan apapun ucapan dari mereka Jean.
Padahal saat ini Vior tengah bersandar di gang kecil dan gelap sambil menahan sakit akibat tembakan dan luka sayatan yang mengenai dirinya.
“Lo dimana Xaviora!!”
“Gue aman” dengan nafas yang terhengal-hengal.
“Darren, bawa Ayes dan Abian pergi dari Afghanistan sekarang!” Ucap Vior.
Mereka memang memiliki rencana B karna memasuki wilayah Afghanistan ini walau sudah bertemu dan bernegosiasi dengan ketua Taliban tetap saja di perbatasan manapun atau daerah terpencing ada mafia yang mana musuh bebuyutan AD sedari dulu.
Mafia itu yang membunuh Justin karna satu dan lain hal selain karna pekerjaan ada hal yang lain juga. Dan kini mereka mengetahui kalau AD ada di daerah mereka maka itu bakal terjadi bentrok lagi kalau AD tak segera pergi.
“Gue titip Ayes dan Abian, Ren”
“LO DIMANA VIOR!!”
“Kondisi di sini kacau!! Segera pergi” perintah Ace
__ADS_1
“Vior!!”
“Bos dimana!!” Tanya Driel
Darah Vior terlalu banyak keluar bahkan di perutnya ada sobekan akibat belati musuh, setelah sekian lama tak ikut turun tangan badan Vior begitu lemah.
“Gue uhukk gue aman” ucap Vior.
Vior bersiaga karna terdenagr geresak-gerusuk tak jauh dari tempatnya bersembunyi.
“Vior!!” Terdengar dari alat komunikasi Jean memanggilnya.
“aga näme üçin? (Kakak kenapa?)” ucap anak sekitar usia 10 tahun tak terlihat jelas karna pencerahan yang minum sekali di gang ini.
“bu ýerde howply. sen çalt gidýärsiň (di sini berbahaya, kamu cepat pergi)”
“ýöne dogan agyrdýarmy? meniň bilen gel! (Tapi kakak terluka? Ayo ikut aku kak!”
Terdengar geresak-gerusuk lagi entah dari siapa yang jelas Vior merasa itu bukan anggota nya, anak itu menarik pelan tangan Vior agar mengikutinya.
Masuk ke dalam saluran air, luka Vior terasa perih akibat terkena air yang bertetesan di dalam saluran itu. Mereka masih di dekat tempt Vior bersembunyi.
“Vior!!” Panggil mereka
“Shit Jean!! Mereka dekat” ucap Ace
“Vior gak ada, Ace” Vior hendak memanggil namun kesadarannya hilang setelah mendengar suara itu.
“Tunggu tenang Je!” Argan menarik Jean,
“Kita balik ke tempat ketua Taliban dulu!!” Ucap Driel
“Bngsdd!!” Umpat Jean
Mereka pun pergi dari daerah ini secepat mungkin setelah Jean mau mengikuti kemauan mereka, mereka yakin Vior aman makanya Ace maupun yang lain berani meninggalkan Vior.
“Vior gimana anj!!” Ucap Jean
“Vior aman Je aman!!” Driel mencoba mengsugesti dirinya dan yang lain agar kondisi saat ini dapat mereka kondisikan dulu.
“Mereka berada di belakang kita!!” Ucap anak didik Darren.
“Ini kita kenapa malah satu mobil anj!!” Ucap Ace
“Mencar ke tujuan ke titik aman!!” Perintah Argan.
Mobil puluhan itu tadipun pergi kemana saja saat sebelum benar-benar bertemu dengan musuh mereka.
“Gue Ayes dan Abian udah take off! Vior aman kan?” Tanya Darren,
“Di laptop gue lokasi nya masih di daerah itu! Dia aman kan?”
“Jean?”
“Dri?”
“Lo pada gak mau jawab? Vior aman kan?”
“Gan? Ace? Lo pada bisu?”
“Aman Ren” suara Argan
“Gue gak bisa cek bentar bentar lagi take off. Kalau gue udah sampe, gue kabarin”
“Hati-hati tetap kabarin apapun keadaanya!” Ucap Argan.
“Oke”
Gps Vior masih di lokasi yang sama? Itu yang sedari tadi ada di otak Jean setelah mendengar ucapan Darren.
...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...
__ADS_1