
...SELAMAT DATANG DI CERITA INI !!!...
...SEPERTI BIASA DAN SETIAP SAAT BAKAL AKU SELALU INGATIN KALIAN UNTUK APA? UNTUK LIKE KOMEN SEBAGAI TANDA ATAU PEMBERITAHUAN KALAU KALIAN BACA DNA SUKA SETIAP CERITA AKU. JIKA ADA KESALAHAN ATAU KETIKAN MAAFIN YA....
...AKU MAU NGUCAPIN MAKASIH KESEKIAN KALINYA KE KALIAN KARNA TANPA KALIAN AKU GAK BAKAL BISA SELAMA INI DAN SEBETAH INI BIKIN CERITA UNTUK KALIAN WKWKWK....
...JANGAN LUPA FOLLOW !!...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.VIORA...
...@THEYCALLME.VIORA...
...@THEYCALLME.VIORA...
...JANGAN LUPA DI FOLLOW KARNA KADANG SUKA SPOILER BAB BAB YANG AKAN DATANG!!...
Tangis Abian subuh-subuh terdengar, Vier baru saja tertidur jadilah dia nyenyak sekali tanpa mendengar tangis keponakannya itu. Vior badannya agak kurang sehat badan namun dia harus menenangkan Abian.
Membawa Abian keluar kamar agar tak mengganggu Vier tidur, Vior tau angin subuh tak baik bagi anak kecil dan dirinya yang saat ini tak enak badan namun tetap saja Vior membawa Abian tak lupa jaket di kenakan untuk Abian.
“Sttt jangan nangis laper ya? Atau perutnya kembung? Atau apa sayang?”
“Mami lagi gak enak badan jangan rewel ya?” Tangis Abian masih terdengar.
“Sttt sayang nya ami kan gak cengeng” ujar Vior lagi.
Abra terbangun karna memang Abra itu pekaan jadi ada suara sedikit saja dirinya bisa terbangun.
Abra mengikuti arah suara Abian yang ternyata berada di dekat kolam renang bersmaa Vior, Vior berusaha menenangkan anaknya ini karna tak enak menggangu yang lain tidur.
“Kenapa hmm?” Dengan surata deep nya Abra bertanya.
“Gak tau kayaknya sakit perut deh”
“Kenapa di bawa keluar?”
“Kalau di dalam takut ganggu”
“Sini sama papa yuk” mengambil Abian dari Vior.
“Papa? Hah?” Cengok Vior masih belum sadar penuh.
“Masuk dingin” Vior mengangguk menuruti.
Abian tenang di pelukan Abra membuat Vior bernafas lega, tanpa aba-aban Abra meletakkan telapak tangannya ke dahi Vior karna saat mengambil Abra dari gendongan Vior tadi, terasa panas badan Vior.
“Lo sakit?”
__ADS_1
“Enggak”
“Badna lo panas”
“Cuman masuk angin”
“Jangan bohong”
“Iya enggak gue gapapa”
“Yaudah istirahat lagi aja”
“Abian gimana?”
“Sama gue”
“Makasih, sorry repotin lo terus”
“Hmmmm”
Abra mengambil ipadnya lalu memutarkan kartun anak-anak, padahal Vior melarang siapapun memberikan ponsel ke Abian takut kalau Abian kecanduan main ponsel.
“Rahasian kita ya? Jangan bilang mami kamu” ucpa Abra,
Mereka menonton bersama hingga tak lama Abra yang masih mengantuk itu tertidur, dan sekitar sepuluh menit setelah nya Abian juga tertidur di leher Abra.
...🌑🌑🌑...
“Morning boy” ucap Abra saat menyadari kalau Abian sudah bangun namun dirinya masih snagat ngantuk.
Terdengar suara geresak gerusuk dari luar kamar Abra,
“SUMPAH ABIAN GAK ADA DI KAMAR!!!”
“PLIS GUE PANIK” Ucap Xavier yang kehilangan Abian pagi-pagi, gak pagi si sudah agak siang sekitar pukul 9AM atau pagi.
“Ab lo li…!!” Xavier bernafas lega karna menemukan keponakan nya ini.
“Biarin aja gue ngantuk” dumel Abra sambil memeluk Abian.
“Dia mau mandi Ab”
“Yaudah mandi” Abra menyingkirkan tangan yang sedari tadi memeluk Abian.
Abian anteng bersama Abra tak rewel begitupun dengan Xavier tapi jika dengan yang lain Abian bakal menjadi aing macan.
Setelah di mandikan oleh Xavier,
“Sabar ya ganteng kita lagi panasin air biar buat bubur kamu”
“Vior mana Xav?” Tanya Sasa,
“Masih tidur”
“Ohh, hari ini pada ngapain?”
“Snorkeling kan?” Tanya Xavier
“Iya kayaknya”
Setelah smeua bersiap dan Abian sudah si kasih makan tak lupa di pakaikan sunscreen oleh Xavier, mereka pun turun ke pantai untuk bermain di pinggir pantai dan ada yang snorkeling nanti.
“Satu dua et et yahhhh” ujar Aksa yang tengah mengajarkan Abian berjalan.
__ADS_1
“Jangan badan lu pake tulang bukan karet!!” Ucap Lio ke Abian,
“Ya Allah!!!” Ucap Aksa
“Njir mana sempat kepoto sebelum terjungkal” ucap Marvel sambil memperlihatkan foto Abian yang hendka salto depan.
“Keseleo ntarrr!!” Tegur Xavier sambil membersihkan tubuh Abian.
“Belajar bela diri sejak dini” ucap Galen.
Abra menyusul yang lain setelah bersiap kecuali Vior yang masih tertidur entah tertidur atau apa yang pasti belum ada keluar kamar.
“Xav Vior mana?” Tanya Lia
“Di rumah masih tidur”
“Lah? Udah siang begini” ucap Amor
“Begadang kali dia tadi malam jaga Abian” ucap Xavier.
“Siapa?“ tanya Abra
“Vior belum bangun”
Seketika Abra ingat kalau badan Vior tadi subuh sangat panas saat dirinya cek dengan telapak tangannya,
“Lo coba cek dulu dah Xav” saran Sifa,
“Gue ikut” ucap Abra.
Alhasil mereka berdua kembali ke rumah untuk memastikan keadaan Vior baik-baik saja atau tidak, saat keduanya masuk ke dalam kamar tak ada tanda kehidupan sepertinya kamar ini karna sangat sepi.
“Dekk?”
“Gila ini badan apa open panas banget” ucap Xavier.
“Sesuai dugaan gue” ucap Abra.
“Vior bangun heyy!!”
“Dek bangun”
“Gak!! Kalo bangun kepala aku pusing ” ucap Vior tapi matanya masih tertutup.
“Ni kenapa si ko bisa sakit!!”
“Bawa ke rumah sakit” ucap Abra,
“Gak mau!!! Kan lagi liburan!!”
“Makanya jangan main air tadi malam!! Di kasih tau ngeyel!!!” Xavier memarahi adeknya
“Ke rs aja” ucpa Abra lagi,
“Gak mau!! Kasian yang lain mau liburan!! Masa keganggu mulu karna gue”
“Abang telpon bunda ya? Bilang bunda karna adek gak nurut sama abang!!”
“Bangggg!!!” Kesal Vior.
“Helikopter otw” ucap Abra,
“Jangan gila deh!!!” Ucap Vior.
“Pasien sakit diam” ujar Abra membuat Vior yang sakit mudah baperan dan menangis.
...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...
__ADS_1